Selasa, 14 Februari 2012

“Kado Terindah Untuk Ayah”


Pagi –pagi sekali,aku melihat Ayah duduk di teras depan. Seperti biasa ia duduk termenung ,menyendiri,diam tanpa kata. Sejak kepergian ibu,Ayah telah berubah.ia bagaikan  mayat hidup, yang tak punya harapan hidup lagi. Aku rindu dengan Ayah yang dulu, Ayah yang ceria,penuh semangat dan berbagi bersama.
Ketika itu aku menghampiri Ayah,..
“Ayah..!”
“Seandainya dulu aku mendengar Kata – kata ibuMu,ini semua mungkin tidak akan pernah terjadi. Ibumu pasti ada di sekeliling kita.ini semua salahku… ini semua salahku… aku menyesal tidak mendengar kata – kata ibumu!”(Kata Ayah sambil nangis terseduh – seduh)
“Ayah … (sambil mengelus – ngelus pundak Ayah)ini semua bukan salah ayah.ini merupakan takdir Allah.semuanya sudah di atur oleh yang Maha Kuasa!”
Ayahpun Terdiam.ia meratapi kata – kataku.
            “Ayah harus Bangkit,ayah tak boleh terus-menerus larut dalam kesedihan.”
Tak ada jawaban. Ayah tetap saja terdiam. Akupun segera meninggalkan ayah.
Saat aku melangkahkan kaki,terdengar jeritan tangis yang bersumber dari kamar Kak Nina.aku segera menghampirinya.saat aku masuk…
“Kakak! Apa yang kakak lakukan ????”
“Aku lebih baik mati. tak ada gunanya lagi aku untuk hidup.semuanya telah mati.!!!(Sambil memegang gelas yang berisikan racun obat nyamuk)
“Kakak,Jangan !(Sambil membuang gelas yang di pegang oleh kak Nina)
“Astagfirullah,Istigfar Kak!Mati bukanlah cara untuk menyelesaikan masalah. Coba bayangkan,sekiranya kakak mati,apakah itu akan merubah segalanya menjadi lebih baik?tidak kak! Itu hanya akan menambah masalah bagi orang – orang di sekitar kakak!”
Kak Nina terdiam.segera aku membereskan gelas yang pecah. Ku tinggalkan Kak Nina dalam keadaan sendiri,tanpa ada yang menemani. Ku harap ia dapat merenungi perkataanku tadi.
Keesokan harinya, aku berangkat ke sekolah tepat pukul 07.15 aku tiba di sekolah. Tak lama kemudian, bel pun berbunyi. Siswa dan siswi segera masuk ke kelas masing-masing. Kami pun memulai pelajaran. Ditengah-tengah pelajaran…
“ok. baik anak-anak, selasa depan Lomba Olimpiade Fisika akan diadakan disalah satu Universitas terbesar di Indonesia. Oleh karena itu, ibu akan mengutus 4 orang diantara kalian untuk menjadi perwakilan dari sekolah kebanggan kita ini. Diantaranya Fauziah, Farid, Mila dan Putri. Bagaimana kalian siap?”.
“Siap, bu !”( kata Farid, Fauziah dan Putri )
“Mila, kamu siap?”
Tak ada jawaban, aku hanya termenung.
“ Mila…???”
“ eh, maaf. Apa bu??”
“ kamu siap untuk mengikuti lomba tersebut?”
“ ya, aku siap bu !”
Sepulang sekolah, aku langsung masuk ke kamar. Masalah di sekolah tadi, aku akan mengikuti lomba Olimpiade Fisika disalah satu Universitas terbesar di Indonesia. Seharusnya aku senang dan bangga bisa mengikuti lomba tersebut. Tapi, disisi lain aku merasa lain untuk mengikutinya. Ini dikarenakan lomba itu dilaksanakan tepat dihari ulang tahun Ayah. Aku tidak mungkin meninggalkan hari terindah untuk Ayah. Oh…tidak!!!
Satu minggu kemudian…
Akhirnya Lomba Olimpiade sudah didepan mata dan aku akan tetap mengikuti lomba tersebut. Walau  aku tak dapat menemani Ayah disaat hari berbahagianya. Ayah selamat Ulang Tahun Ayah.moga ayah sehat selalu. Maaf Mila tak dpat menemani Ayah sekarang.
Semua peserta segera menyelesaian saoal – soal tersebut. Keadaan saat lomba sangat – sangat menegangkan dan hening.waktu terus berjalan,akhirnya ujian telah usai. Panitia menyampaikan bahwa waktu istirahat akan diberikan selama 1 jam dari sekarang dan pengumuman peserta yang akan masuk ke babak semi final akan ditempel di papan pengumuman.
Waktu istirahat telah habis. Saat-saat yang mendebarkan.selangkah demi salangkah,melewati beberapa tangga menuju papan pengumuman,dan…
Syukur Alhamdulillah akhirnya aku dan Farid berhasil masuk ke Babak semifinal,walau 2 teman kami gugur dalam perlombaan ini,tapi setidaknya masih ada dua cadangan yang masih bisa berlanjut.
            Selang beberapa waktu kemudian,akhirnya pengumuman Grandfinal telah ditancapkan di papan pengumuman.dan Alhamdulillah kembali lagi aku mampu bertahan di babak ini. Ayah, kebahagiaan akan terasa lebih lengkap seandainya ayah ada disini,menyaksikan Aku menjadi Sang Juara.
            Dan diakhir perlombaan,waktu yang telah dinanti telah tiba.pengumuman Juara Olimpiade Fisika akan segera diumumkan.hatiku semakin berdebar-debar,terasa jantung ingin berhenti berdenyut.
            “Baik adik –adik,dan terakhir juara I diraih oleh… Mila Aprilia,siswi SMA I Surabaya.”
Sorak-sorak teriakan teman – teman terdengar kian kemari.Sungguh ini merupakan kebahagiaan terbesar untukku.
“Mila,selamat Nak! Kamu telah berhasil memenangkan perlombaan ini!”
“Makasih,bu!”(tampak sedih)
“Mil,tampaknya kamu tak bahagia dengan ini,ada apa?”
 “Kebahagiaan akan terasa lebih lengkap bila ayah ada disini.”
Tiba-tiba
 Tiba-tiba …
            “Ayah ada disini Nak!”
            “Ayaaaaaaahhh…ayah,maafkan Mila.Mila tak dapat menemani ayah di hari ulang tahun Ayah. Mila juga tak sempat buatkan ayah kado.”
            “Tak perlu sayang,ini sudah menjadi Kado Terindah untuk Ayah.kamu sudah menjadi anak kebanggaan Ayah,Nak!”
            “dan kamu telah menjadi adik termanis kakak!”
            “ahh..,kakak bisa aja!”
            “Ayah,makasih ayah. aku senang menjadi anak kebanggaan ayah.”
            Akhirnya,ayah dan kakak kembali seperti semula. Kini aku bisa kembali melihat senyuman dari wajahnya.Tuhan,terima kasih tuhan. Engkau telah bangkitkan kembali kebahagiaan keluarga kami,walau tanpa Ibu.

Kamis, 19 Januari 2012

NO BOYFRIEND? NO PROBLEM!



Niyah berjalan dengan cepat menuju rumahnya yang tidak jauh dari sekolah. Ia terlihat sangat kesal. Ia teringat lagi kejadian sewaktu istirahat di kantin tadi.
“Citra, status loe ini buat siapa sih? Ciyeee...!”, seru Lista kepada Citra sambil memperlihatkan statusnya di akun Facebook.
“Coba sini gue liat!”, ujar Niyah. Ia lalu menarik laptop Lista ke hadapannya. Ia memperhatikan status Citra yang berisi:
“GUE TUH SAYANG AMA LOE!”
“Ciyeee..., Citra pasti punya pacar baru!” seru Niyah dengan nada mengejek.
“Hehehe, Loe kok tau sih?”, tanya Citra sambil tertawa kecil. Ia menampakkan gigi-giginya yang imut dan rapi.
“Ya iyyah lah! masa sih, Citra gak punya pacar? Hahaha” seru Niyah sambil tertawa.
Begitulah Citra, baru saja sehari dia End dengan mantannya, keesokan harinya pasti sudah dapat pacar baru lagi. Citra memang cantik dan tidak sombong, pakaian dan jilbabnya pun selalu rapi. Niyah sering belajar memakai jilbab yang rapi dan  benar pada Citra. Tak heran jika banyak cowok yang ‘gila’ dengan Citra.
“Oh, ya! Lista, gimana nih hubungan loe ama Dio? Fine-fine aja kan?” tanya Citra kepada Lista.
“Alhamdulillah yah! Fine-fine aja”, jawab Lista tanpa berpaling ke Citra. Nampaknya ia sedang serius Chatting di Facebook.
”Niyah gimana nih? Masa udah SMA belom pernah pacaran sekalipun?”, Ujar Citra tiba-tiba dengan senyuman mengejek. Lista hanya tertawa kecil mendengarnya.
“Hehe, tapi,  iyya juga sih. Jangan-jangan Niyah udah punya pacar tapi nggak ngasih tau kita?” tuduh Lista.
“Hahaha! Sembarangan aja loe! Loe kan tau kalo gue tuh nggak butuh pacar! Gue udah cukup kok dengan kehadiran Bunda and kakak gue, ama kalian sahabat-sahabat gue! Buat gue pacar tuh Cuma nambahin beban aja, masih untung kalau nggak matre!” ujar Niyah. Ia merasa sedikit kesal karena dituduh sembarangan.
“Huh! ternyata selama ini loe nggak mau pacaran karena nganggap pacar seburuk itu! Ckckck”, ujar Lista sambil geleng-geleng kepala.
”Loe nggak usah marah dong!”, ujar Niyah sambil menggoda Lista. Tetapi ternyata Lista sedikit tersinggung. Lista lalu pergi meninggalkan Citra dan Niyah. Citra dan Niyah hanya bengong beberapa saat. Citra lalu menatap Niyah dengan tajam.
“Why?” tanya Niyah dengan wajah kebingungan. Citra lalu pergi menyusul Lista tanpa berkata-kata.
“Okelah! Gue Cuma ngeluarin pendapat gue tentang pacar kok. kalo loe tersinggung, gue minta maaf yah!” ujar Niyah. Citra berhenti sejenak tanpa berpaling, lalu pergi meninggalkan Niyah sendirian.
“Mereka kenapa sih?” batin Niyah. Ia sedikit kesal dengan sikap para sahabatnya.
***
“Assalamu ‘alaikum!” seru Niyah ketika memasuki halaman rumahnya.
“Wa’alaikum salam”, jawab Bunda. Seperti biasa Ia menyambut Niyah dengan senyuman khasnya yang membuat Niyah sedikit tenang.
“Niyah, kok mukanya kusut gitu?”, tanya Bunda kepada Niyah sambil merapihkan Jilbab Niyah. Niyah lalu memeluk Bundanya
“Bunda, Niyah mau tanya sesuatu nih!”, ujar Niyah.
“Iya sayang, Niyah mau tanya apa?”
“Bunda, emangnya pacaran itu harus yah?” tanya Niyah.
“Kok Niyah tanya seperti itu?” Bunda balik bertanya. Niyah lalu menceritakan semua masalahnya tadi.
“Gini Bunda, waktu istirahat tadi kan teman-teman aku lagi ngomong soal pacaran. Eh, tiba-tiba si Lista nuduh aku udah punya pacar. Huh! sebel deh, Bunda. Abis itu aku ngomong kalau pacaran tuh cuma nambahin beban hidup aja, mereka lalu marah-marah terus ninggalin Niyah sendirian di kantin tadi”. Bunda lalu tersenyum.
“Pacaran itu bukan kewajiban sayang, malah sebenarnya dilarang. Dan ingat! Pacaran itu bisa bikin nilai-nilai mata pelajaran kamu di sekolah jadi ambruk loh!”, jelas Bunda dengan lembut.
“Tuh, benar kan kata Niyah”, seru Niyah.
“Emangnya Niyah ngomong apaan?” canda Bunda.
“Bunda ih!”, seru Niyah. Mereka lalu tertawa bersama.
Keluarga Niyah sudah tidak lengkap lagi. Ayahnya sudah meninggal sekitar setahun lalu karena penyakit jantung. Hanya Bunda lah yang selalu menemani dan menghiburnya. Hampir setiap hari Niyah pergi ke Pemakaman ayahnya yang tidak terlalu jauh dari rumah. Niyah sendiri merupakan anak tunggal. Hal inilah yang membuat Niyah sedikit manja dengan Bundanya. Niyah tidak segan-segan menceritakan segala masalahnya kepada Bunda karena Bunda pasti akan memberikan jalan keluar yang baik.
Keesokan harinya......
Niyah berjalan tergesa-gesa menuju kelas karena sebentar lagi lonceng tanda masuk akan segera berbunyi. Tiba-tiba saja ia menghentikan langkahnya ketika berada tepat di depan pintu kelas.
“Hmm, Citra ama Lista masih marah nggak yah ama gue?”, batin Niyah. Kemudian ia melangkah dengan pelan. Baru saja ia melangkah satu langkah tiba-tiba Citra dan Lista muncul di balik pintu untuk mengagetkan Niyah. Niyah kembali mundur dan berteriak, sementara Citra dan Lista tertawa terpingkal-pingkal.
“Huh! hampir aja gue jantungan!” seru Niyah sambil mengusap dadanya.
“Hahaha! Loe sih! jalannya serius amat!” ujar Lista.
“Kirain kalian masih marah ama gue”, ujar Niyah dengan suara pelan.
“Hmm, kemarin sih, iya. Tapi sekarang udah nggak tuh!”, ujar Citra.
“Hehehe. Sorry yah, soal yang kemarin...”, Niyah merasa bersalah.
“Iya nggak apa-apa kok! J” jawab Lista disambut dengan senyuman manis Citra.
“Oh ya, gue mau ngomong dulu nih ama loe!”, sambung Lista. Ia lalu menarik Niyah ke dalam kelas. Tetapi, baru saja Lista ingin memulai pembicaraan, tiba-tiba lonceng berbunyi.
“Eh, ntar dilanjutin yah!”, seru Lista sambil berlalu.
Suasana belajar Niyah kali ini kurang nyaman, karena ia sangat penasaran. Niyah menjadi tidak konsentrasi dengan pelajarannya. Ia sangat menantikan waktu Istirahat.
“Astagfirullah, gue ni kenapa sih?” batin Niyah.
***
Suasana di Kantin saat istirahat......
“Eh, kalian mau ngomong apa sih?”, ujar Niyah yang memulai pembicaraan.
“Hmm, loe kenal ama si Richie kan?”, tanya Lista kepada Niyah. Niyah lalu tertawa.
“Siapa sih yang nggak kenal ama Richie?”, jawab Niyah.
“Hehe, iya juga sih!”, gumam Lista.
Richie adalah kapten tim Basket di SMA 2000 tempat  Niyah bersekolah. Richie berwajah ganteng dan Sopan. Ia juga sangat jago dalam permainan basket, sehingga ia dinobatkan menjadi kapten tim. Hampir semua siswi SMA 2000 mengidolakannya.
“Emang kenapa, Lis?” tanya Niyah kepada Lista. Sepertinya ia sangat penasaran.
“Dia nitip salam ama loe! Katanya sih, do’i ada hati tuh”, seru Citra. Niyah terbelalak. Ia sama sekali tidak menyangka hal ini. Padahal ia jarang sekali bertegur sapa dengan Richie. Rasanya ia seperti ketiban bulan.
Sementara Citra dan Lista sedang heboh membicarakan Richie, Niyah hanya bengong. Ia tidak sama dengan cewek lain yang tergila-gila dengan Richie. Niyah juga tidak pernah mengharapkan cinta dari Richie.
“Arrgh! Pusing gue!” tiba-tiba Niyah berteriak. Ia lalu pergi meninggalkan Lista dan Citra yang sedang kebingungan.
“Dia kenapa sih?”, tanya Citra.
“Tau tuh! Gue juga bingung. Nyusul yuk!”, ajak Lista.
“Yuk!”. Mereka berdua lalu pergi ke kelas untuk menyusul Niyah.
***
Malam harinya.....
Niyah beranjak dari tempat tidur untuk mengambil Handphonenya yang berdering.
“Halo, Assalamu ‘alaikum!”, sapa Niyah.
“Wa’alaikum salam!, boleh bicara dengan Niyah?”, jawab suara dari seberang.
“Iya, dengan saya sendiri. Ada perlu apa yah?”.
“Oh, Niyah lagi ngapain?”.
“Lagi baring-baring aja kok, maaf, ini siapa yah?”, ucap Niyah dengan sopan.
“Ini dengan Richie”. Niyah lalu tersentak. Ia sama sekali tidak menyangka akan ditelepon oleh Richie.
“Oh. Mm, Richie aa.. ada perlu aa..pa yah?”, Ujar Niyah. Ia sedikit gugup karena sepertinya baru kali ini ia berbicara dengan Richie.
“Niyah, ada yang penting yang pengin gue bicarain ama loe”,
“Hmm, Boleh. Loe mau ngomong apa?”, tanya Niyah.
“Gue mau minta tolong. Boleh?”, tanya Richie kemudian.
“Minta tolong apaan sih?”,
“Mmm, Gue mau minta tolong, gue pengen di comblangin ama si Citra!”. Mendengar itu Niyah terdiam sejenak, lalu tertawa terpingkal-pingkal.
Ternyata, apa yang didengarkan oleh Lista itu salah. Richie nitip salam untuk Citra, bukan untuk Niyah. Dan Richie juga meminta nomor telepon Niyah karena ingin mendapatkan beberapa Informasi tentang Citra, bukan karena ingin menyatakan cinta dengan Niyah melalui telepon.
“Hahahahaha! Richie..Richie”, seru Niyah sambil tertawa.
“Loe kok malah ngetawain gue sih?”, ujar Richie.
“Hehehe, abis loe lucu sih!”, jawab Niyah.
“Huh! tau ah! Gelap”, ucap Richie.
“Weiits! Jangan marah Brother! Gue Cuma bercanda kok”.
“Hmm, jadi gimana nih?”, tagih Richie.
“Maaf yah Chie, tapi gue takut dosa. Oh ya! Citra tuh udah punya pacar, jadi daripada loe kecewa, mendingan loe cari yang lain aja! Ok?”,
“Loe bener juga sih. Lagian udah kapok sakit hati. Hahaha!”, ujar Richie.
“Huh! klo nggak mau sakit hati ya nggak usah jatuh cinta dong! Hahaha”, ejek Niyah.
Niyah sudah puas dengan adanya penjelasan yang lebih tentang ‘Misteri Cinta’ ini. Dan kini, Niyah sudah dapat tidur dengan nyenyak karena tidak ada lagi yang menghantui pikirannya.

~_^ THE END ^_~

Jumat, 06 Januari 2012

Perpisahan PPL Madani

Menyanyikan lagu mars madani

Sambutan koordinator PPL (Munawwar Abd. Hamid)
Penerimaan hadiah lomba

Sepuhon Cinta


Nabi saw. bersabda: “Kebaikan yang ada padaku tidak akan aku sembunyikan dari kalian. Barang siapa yang meminta kecukupan kepada Allah, maka Dia akan memenuhinya. Barang siapa meminta disucikan oleh-Nya, maka Dia akan mensucikannya. Dan barang siapa bersabar, maka Allah akan menjadikannya bersabar. Dan tidak ada sesuatupun yang diberikan seseorang yang lebih baik dan luas dari kesabaran.”
_Fitry_
Pada awalnya semua orang bangga dengan pilihannya. Tapi pada akhirnya tidak semua orang setia pada pilihannya. Saat ia sadar bahwa yang dia pilih mungkin tidak sepenuhnya seperti yang dia impikan dan dia inginkan. Karena yang tersulit dalam hidup bukanlah memilih, tetapi bertahan pada pilihan. Sedikit waktu mungkin sudah cukup untuk menentukan pilihan, tapi untuk bertahan pada pilihan, mungkin harus menghabiskan sisa usia yang dimiliki. Semoga kita termasuk orang-orang yang pandai memilih dan mampuh setia dengan apa yang telah kita pilih, dan mempertahankan pilihan itu.
_Icha’_
Ketika senyummu tak terbalas, Allah telah menghitung manisnya senyummu, saat sapaanmu tak terjawab, Allah tak lupa berapa kata yang kau ucap, saat ajakanmu tak terpenuhi, lelahmu tak akan tertinggal di catat RaqibNya, ketika kau menangis atas perihnya perjuanganmu, Allah tak lalai menghitung berapa tetes air matamu, ketika mereka lari meninggalkanmu, Allah tak akan lupa menyertaimu.
_Aisyah_
Begitu banyak warna dalam perjalanan kita, ada yang tetap bertahap, namun tidak sedikit yang pergi meninggalkannya. Beginilah jalan da’wah mengajarkan kita tentang ukhuwah,tentan pengerbanan dan keikhlasan.Kadang kesal kadang lelah,kadang canda tawa.Tak kuat rasanya untuk bertahan namun sayang untuk di tinggalkan,kadang hati bertanya,ya Allah kapan kami bisa beristirahat dari jalan ini ? Lalu Allah menjawab ketika laki-laki kalian menginjak surga.
_Rahmi_
Allah begitu cinta kepada kita, hingga ujian tak lekang dari keseharian kita. Jika generasi terdahulu menebus surga dengan jiwa-jiwa mereka. Maka apa yang telah kita berikan untuk menebus surganya ? jika mereka berlinang darah untuk mencari keridaan Rabbanya, lalu pantaskah kita yang hanya berlinang keringat dan sedikit air mata lalu berkata “Aku mencari ridhaMu ya Allah “ begitilah kita dengan pengorbanan yang ala kadarnya meencoba  untuk  meraih  seperti apa yang diraih generasi terdahulu  “Rabba inilah kami hamba-hambaMu yang lemah nan hina, memohon keistiqamahan hingga  ajal menjemput kami, lalu engkaupun berkenang memasukkan kami kesyurgaMu dan menatap wajahMU yang teramat kami rinndukan ‘’
_Rahmi_
Andai perjuangan ini mudah, pasti banyak yang menyertainya. Andai perjuangan ini menjanjikan kesenangan, pasti banyak yang tertarik padaNya. Tapi hakikat perjuangan bukan begitu. Turun naiknya, sakit pedihnya, umpama kemanisan yang tak terhingga. Andai rebah, bangkitlah seperti semula. Andai terluka, ingatlah janjinya.
_Swardy_
Pelajarilah al-Qur’an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai penolong para pembacanya (muslim). Al-Qur’an adalah jamuan Allah buat hambaNya, kasih sayang Allah yang diturunkan pada seluruh manusia. Sahabat terbaik yang ada di bumi. Orang yang bersahabat dengan Al-Qur’an pasti bahagia, para penghafal Al-Qur’an adal;ah keluarga Allah yang ada di bumi, penghafal Al-Qur’an adalah sahabatnya para malaikat yang mulia lagi taat. Para penghafal Al-Qur’an adalah manusia terbaik.
­_Ust Burhan­_
Dari Abu Dzar ra. Bahwa Rasulullah saw. keluar dari rumahnya ketika musim dingin, waktu itu daun-daun berguguran. Rasulullah saw. mengambil ranting dari sebatang pohon, sehingga daun-daun di ranting itupun banyak barguguran. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Wahai Abu Dzar”, saya menyahut “labbaik yaa Rasulallah” lalu beliau bersabda “sesungguhnya seorang hamba yang Muslim, jika menunaikan shalat dengan ikhlas karena Allah, maka dosa-dosanya akan berguguran seperti gugurnya daun-daunini dari pohonnya.” (HR Ahmad At Targhib)
_Evi_
Allah yang membuat hati kita mampuh tersenyum walau menangis, untuk bertahan saat hati kita merasa ingin menyerah, untuk berdo’a saat kehabisan kata-kata, untuk mencintai walau hati kita hancur berkali-kali, untuk mengerti walau tak satupun yang kelihatan memberi arti. Segalanya menjadi mungkin karena Allah membuat kita mampuh untuk berbuat hal itu....
_Aisyah_
Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukanlah apa yang kamu inginkan. Terbanglah kemanapun yang engkau mau dengan sayapmu. Karena kemanapun kamu pergi, kalau ditakdirkan kau di sana dan akau di sini. Walaupun kau di sini dan aku di sana. Kau akan kembali ke sana dan aku akan kembali di sini.
_Febry_
Jika berkata lembut dapat didengar, kenapa harus berteriak? Jika tersenyum dapat menyenangkan jiwa, kenapa harus cemberut? Jika saling memberi dapat mempererat silaturrahim, kenapa harus ditolak? Jika kebersamaan dapat membahagiakan hati, kenapa harus diputus? Kebaikan, pengertian, kejujuran, kelembutan, kasih sayang, kesabaran adalah milikNya, maka kenapa kita tidak melakukannya? Jika kebohongan, kesombongan, keegoisan adalah lingkaran hitam yang menutupi hati kita, kenapa tidak kita hapuskan? Waktunya untuk membuka lembaran baru dalam hidup kita. Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
_085399049664_
Kenapa aku diuji? Jawabnya: QS Al-Mulk ayat 2
Diuji dalam bentuk apa? Jawabnya: QS Al-Baqarah ayat 155-157
Bagaimana Aku harus menghadapinya? Jawabnya: QS Al-Baqarah ayat 45
Mengapa Ujian seberat ini? Jawabnya: QS Al-Baqarah ayat 286
Kepada siapa Aku berharap? Jawabnya: Al-Fatihah ayat 5
Mengapa hasilnya tidak seperti yang diidam-idamkan? Jawabnya: QS Al-Baqarah 256
Lalu apa yang aku dapat dari semua ini? Jawabnya: QS Ar-Rad ayat 23-24
_Fitry_
Tujuan hidup adalah mati. Kita tak punya banyak waktu untuk menangisi diri kita yang di dzalimi. Biarlah Allah yang membalasnya. “Dan janganlah kamu mengikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian kemari menghamburkan Fitnah” Al-Qalam 10-11.
_Febri_
Kebenaran tidak di ukur seseorang tapi oranglah yang diukur dengan kebenaran. “Orang yang menyambung hubungan kekeluargaan bukanlah yang membalas kebaikannya, tapi orang yang apabila hubungan kekeluargaannya diputus ia berusaha menyambungnya” HR Bukhori, Tirmidzi. “ Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Albaqarah: 6.
_Febry_
Rindu surga adalah solusi efektif untuk mengurangi rasa cinta dunia yang berlebihan. Rindu surga adalah solusi terbaik untuk mengatasi sifat malas beribadah. Rindu surga adalah sumber motivasi untuk memperindah akhlak. Tetaplah semangat wahai perindu surga.
_Enhy_
Buatlah rencana dan jangan takut untuk merencanakan kebaikan. Karena orang yang gagal berencanasama saja ia merencanakankegagalan. Begitupun hari esok yang tak akan menunggu kita untuk berencana. Di manapun kita terlelap semalam, ia akan selalu datang untuk kita meski dalam bentuk yang tak terduga. Gerimis ataupun cerah, karenya tak salah bila kita segera berencana, melaksanakan atau memperbaiki aksi dari apa yang telah kita rencanakansaban hari lalu.
_Taufiq_
Beberapa nasihat Lukamanul Hakim kepada anaknya:
1.     Apabila kamu shalat maka jagalah hatimu
2.    Apabila kamu bergabung dengan orang lain, maka jagalah mulutmu
3.    Apabila kamu di rumah orang lain, maka jagalah pandanganmu
4.    Apabila kamu di hidangkan makanan, maka jagalah perutmu
Ada 2 hal yang kamu tidak boleh mengingatnya: perbuatan jelek manusia kepadamu, dan perbuatan baikmu kepada manusia. Ada 2 hal yang harus selalu kamu ingat: Allah Azza Wa Jalla dan Alam akhirat.
_Aisyah_
Jika kita berbuat baik sebelum orang berbuat baik kepada kita itu namanya keutamaan. Jika kita berbuat baik setelah orang berbuat baik kepada kita itu namanya balasan. Jika kita berbuat baik setelah orang berbuat jahat kepada kita itu namanya kemurahan hati.
_UJ Febri_
Umar Bin Khattab ra berkata “Hisablah diri kalian sebelum kalian di hisab, dan timbanglah diri kalian sebelum di timbang, dan berhiaslah untuk menghadapi hari Al-Aradl Akbar dimana pada hari itu (segala sesuatu) akan diungkapkan, tidak ada yang tersembunyi dari kalian sama sekali” atau “Berhiaslah kepada siapa yang tidak dapat kalian sembunyikan amal kalian (yakni Allah)”.
_Anhi_
Hari ini semua murid di absen:
1.     Rindu. Hadir bu’
2.    Kangen. Ada bu’
3.    Kasih.Izin bu’
4.    Sayang. Sakit bu’
5.    Cinta.. cinta? Cinta kemana? Tanya bu guru
Rindu dan Kangen menjawab “Cinta tidak ada bu’, dia tadi ada, tapi pulang”. Bu guru: Kenapa? Murid Menjawab: “karena CINTA gak akan ahadir tanpa ada KASIH dan SAYANG... JJJJJ
_Fikha_
Keunggulan manusia itu tidak hanya dalam kecerdasan akal pikirannya, bukan juga hanya dalam kepandaian ucapannya, bukan hanya dalam kekuatan fisiknya, tetapi yang lebih utama adalah kekuatan keteguhan hatinya.
_085396247097_