Sabtu, 02 Juli 2011

‘’’Cinta dalam Iman’’’


Ketika ombak mengarah ke tepian, aku masih tenggelam dalam kelam
Ketika mentari hadir menerangi bumi, aku masih terlelap dalam gelap
Ketika senja mulai tiba, baru aku menatap cahaya

         Adalah sebuah perjalanan panjang menuju cahaya Ilahi, ketika kita bergelut dalam penat mencari jati diri. Hingga usia remaja beranjak pergi menghantarkan kita pada kedewasaan yang telah lama bersembunyi. Tersingkap perlahan sesuai kehendak hati. Bergerak lambat namun mulai pasti bagi yang mengerti dan mengamini hakikat kealamiahannya.
Dalam awal perjalanan kedewasaan itu, kita telah melewati berjuta warna. Dan warna yang dominan tentunya warna yang telah kita pastikan sebagai warna pilihan. Bagi yang telah mengenal dakwah, tentunya warna dari situlah yang mempengaruhi pakaian kehidupannya. Menapaki jalan iman dengan menumbuhkan berjuta kerinduan yang tak terobati. Mencapai tingkat tertinggi “cinta Illahi“. Dan musafir fakir sepertiku tetap berharap pakaian yang sama.
          Menyempurnakan separuh agama yang telah lama dibina adalah panggilan jiwa yang semakin lama semakin kuatlah perasaan itu. Terdampar pada rasa takut akan terperosok pada rutinitas konvensional, semakin membuat bangkit semangat segera mengakhiri masa kesendirian. Buah kekhawatiran, buah pemikiran, buah keimanan, maka dimulailah.
Bagiku, sosok solehah adalah harga mati yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Bukan karena kesolehanku yang membuat aku terpaku pada kriteria itu, justru karena kedhoifanku, kefakiranku. Bukankah sosok suami akan diwajibkan menjaga diri dan keluarganya dari siksa api neraka. Berarti betapa berat beban seorang laki-laki yang memutuskan tuk menjadi suami, menjadi imam dalam keluarga.
 
Lelaki yang baik adalah untuk perempuan yang baik pula dan begitu sebaliknya. Mudah memang menebak siapa yang kan bersanding dengan kita. Maka alangkah wajar jika pada masa penantian menunggu bulatnya keputusan, kita berusaha memperbaiki diri. Tapi alangkah hinanya kita jika perbaikan hanya didasarkan pada itu. Tetapkan bahwa ikhtiar perbaikan adalah semata-mata kewajiban setiap hamba untuk menggapai ridho-Nya. Hingga mampulah kita untuk melabuhkan.


Selasa, 28 Juni 2011

Yang Terindah


Menjelang hari raya, seorang ayah membeli beberapa gulung kertas kado. Putrinya yang masih kecil, masih balita, meminta satu gulung. "Untuk apa ?" tanya sang ayah. "Untuk kado, mau kasih hadiah." jawab si kecil. "Jangan dibuang-buang ya." pesan si ayah, sambil memberikan satu gulungan kecil.
Persis pada hari raya, pagi-pagi si kecil sudah bangun dan membangunkan ayahnya, "Pa, Pa ada hadiah untuk Papa." Sang ayah yang masih malas-malasan, matanya pun belum melek, menjawab, "Sudahlah nanti saja." Tetapi si kecil pantang menyerah, "Pa, Pa, bangun Pa, sudah siang." "Ah, kamu gimana sih, pagi-pagi sudah bangunin Papa."
Ia mengenali kertas kado yang pernah ia berikan kepada anaknya. "Hadiah apa nih?" "Hadiah hari raya untuk Papa. Buka dong Pa, buka sekarang."
Dan sang ayah pun membuka bingkisan itu. Ternyata di dalamnya hanya sebuah kotak kosong. Tidak berisi apa pun juga. "Ah, kamu bisa saja. Bingkisannya koq kosong. Buang-buang kertas kado Papa. Kan mahal ?" Si kecil menjawab, "Nggak Pa, nggak kosong. Tadi, Putri masukin begitu buaanyaak ciuman untuk Papa."
Sang ayah terharu, ia mengangkat anaknya. Dipeluknya, diciumnya. "Putri, Papa belum pernah menerima hadiah seindah ini. Papa akan selalu menyimpan boks ini. Papa akan bawa ke kantor dan sekali-sekali kalau perlu ciuman Putri, Papa akan mengambil satu. Nanti kalau kosong diisi lagi ya !"
~~~
Perspektif

Kotak kosong yang sesaat sebelumnya dianggap tidak berisi, tidak memiliki nilai apa pun, tiba-tiba terisi, tiba-tiba memiliki nilai yang begitu tinggi. Apa yang terjadi ? Lalu, kendati kotak itu memiliki nilai yang sangat tinggi di mata sang ayah, di mata orang lain tetap juga tidak memiliki nilai apa pun. Orang lain akan tetap menganggapnya kotak kosong. Kosong bagi seseorang bisa dianggap penuh oleh orang lain. Sebaliknya, penuh bagi seseorang bisa dianggap kosong oleh orang lain.
Kosong dan penuh - dua-duanya merupakan produk dari "pikiran" anda sendiri. Sebagaimana anda memandangi hidup demikianlah kehidupan anda.
Hidup menjadi berarti, bermakna, karena anda memberikan arti kepadanya, memberikan makna kepadanya.
Bagi mereka yang tidak memberikan makna, tidak memberikan arti, hidup ini ibarat lembaran kertas yang kosong...........

Sabtu, 11 Juni 2011

Sebelum Terlambat


Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri terhadapnya, tidak akan dibukakan pintu-pintu langit bagi mereka, dan mereka tidak akan masuk surga, sebelum unta masuk ke dalam lubang jarum. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat. (QS, Al-A’raf: 40)
_Bahjah_
IKHLASH itu ada saat kita merasa bukan apa-apa. SABAR ada saat kita tetap menjalani semuanya tanpa keluh kesah. SEMANGAT itu membara saat kita yakin Allah tak akan pernah mengecewakan kita. Yakinlah semua yang Allah takdirkan untuk kita adalah terbaik. Meski yang terbaik tak selalu jadi yang terindah.
_K’ Chia_
Di saat Allah menjawab do’a kita berarti Allah menambah Iman kita. Di saat Allah belum menjawab do’a kita berarti Allah menambah kesabaran kita. Di saat Allah menjawab do’a kita tapi tidak seperti yang kita harapkan itu berarti Allah memilihkan yang terbaik untuk kita. Maka tetaplah berdo’a, semoga Allah selalu memberikan yang terbaik buat kita.
_D’Wiyah_
Karena Allah mengetahui segala isi hatimu, Di tahu betul apa yang kau inginkan. Karena semua iradahNya terhadapmu adalah bentuk cinta, jika engkau yakin Allah adalah segalanya. Hidup penuh rintangan. Dan bahwa Dia akan menguji kita dengan sedikit ketakutan, kesempitan, kesedihan dan kekurangan harta. Tapi itu semua agar kita lebih dekat padaNya.
_K’ Chia_

Rabb, Indahnya rasa hidup ini jika kami mampuh menghiasinya dengan segala keikhlasan dalam menerima takdirMu. Kamipun yakin jika kami bisa selalu istiqamah pada setiap jalanMu. Tapi terkadang kami merasa cobaan tak pernah surut mengikis semua rasa ikhlash, sabar, juga keteguhan hati kami. Berat rasanya. Hingga tak dapat kami lawan kata mengeluh dari bibir ini tapi, seiring waktu berjalan dan berganti, kini kami mengerti dengan segala kasih sayangMu. Kau memperhatikan kami dengan semua cobaanMu, kau mengasihi kami dengan tetesan air mata tanda kepasrahan, Kau merengkuh kami dalam tiap sujud kami, Kau selalu memeluk hati kami, dengan segala keyakinan. Bahwa kami mampuh melewati semua dengan senyuman. 
_Bahjah_
Bukan masalah jika hari ini kita kecewa ataupun terluka. Yang jadi masalah adalah ketika kita larut dalam kekecewaan dan membiarkan diri tenggelam dalam keputusasaan. Kita boleh kehilangan harta tapi jangan pernah kehilangan harapan sebab ia adalah satu-satunya sikap yang membuat kita tetap tegar dan terus berjuang.
_D’ Aisyah_
Yakinlah bahwa apa yang kamu pilih adalah sesuatu yang terbaik untukmu, terserah orang mau bilang apa yang penting kamu yakin itu pilihanmu. Dan kamu belajar untuk bisa dan kamu pasti bisa, tiada kata berhenti sebelum kamu mati, tiada yang perlu disesali karena hidup perlu di jalani, tiada hasil tanpa usaha, tiada kata gagal sebelum mencoba, dan tiada kata berhasil tanpa pernah merasakan satu kali kegagalan. Itulah realita makna hakiki dari suatu kehidupan.
_D’ Tillah_
10 Kiat besar orang hidup:
1. Musuh terbesar adalah diri sendiri
2. Keberhasilan paling besar adalah tidak sombong
3. Kekayaan paling besar adalah kesehatan
4. Kesalahan paling besar adalah menyia-nyiakan diri sendiri
5. Kebodohan paling besar adalah pelit
6. Kebahagiaan paling besar adalah merasa cukup
7. Kegembiraan paling besar adalah menolong sesama
8. Kepintaran paling besar adalah tau diri sendiri
9. Kebaikan paling besar adalah menepati janji
10. Kenikmatan paling besar adalah tidak ada beban.
_D’ Jashman_
Sirah pernah mencatat, Abu hurairah pingsan tak sadarkan diri sebanyak 3 kali ketika menceritakan sebuah hadits tentang 3 orang yang mula-mula dibakar oleh api neraka. Kemana rasa takut itu kini? Hilang dan menguap dari kehidupan kita. Masihkah kita memiliki ketakutan yang sama?
_The Secret Of Heaven_
Mata terindah adalah jika kita selalu bisa melihat kebaikan orang lain. Mulut terindah adalah jika kita selalu bisa berkata yang baik. Hati terindah adalah jika kita selalu husnudzan kepada orang lain. Cinta terindah adalah jika kita mampuh mencintai Allah melebihi apapun. Sungguh, hidup ini akan terasa indah jika kita selalu memandang baik musibah yang menimpa. Karena itu adalah teguran Allah bagi HambaNya yang lalai agar senantiasa mendekat diri dan ingat kepadaNya.
_Aisyah_
Secerdik-cerdik manusia adalah yang terbanyak ingatannya kepada kematian serta yang terbanyak persiapannya untuk menghadapi kematian itu. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar cerdik dan mereka akan pergi ke alam baka dengan membawa kemuliaan dunia dan akhirat (Riwayat Ibnu Majah dan Abiddunya)
_Husna_
Seorang sahabat bertanya, “Yaa Rasulullah, pesankan sesuatu kepadaku yang akan berguna bagiku dari sisi Allah.” Rasulullah lalu bersabda: “Perbanyaklah mengingat kematian, maka kamu akan terhibur dari kelelahan dunia dan hendaklah kamu bersyukur. Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah. Dan perbanyaklah do’a sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan do’amu akan terkabul. (HR. Atthabrani)
_Taqdir_
Mengenali seseorang kadangkala membuat kita bahagia. Mengenali seseorang juga kadangkala membuat kita mengeluarkan air mata. Sesungguhnya mengenali seseorang mampu memberi kita sejuta rasa. Marah, sedih, kesal, emosi, gembira, sayang, rindu, dendam. Tapi sadarkah kita? Bahwa mengenali seseorang sebenarnya adalah suatu Anugrah. Biarpun kehadirannya hanya seketika tapi bersyukurlah dengan kehadirannya, karena mungkin melalui dia, kita bisa mengerti apa arti dari sebuah kehidupan.
_Aisyah_
Kecewa itu biasa, tapi tetap menyayangi meski dikecewakan itu LUAR BIASA. Memaafkan itu biasa, tapi memaafkan meskipun disakiti berkali-kali itu LUAR BIASA. Memberi itu biasa, tapi memberi dengan penuh pengorbanan itu LUAR BIASA. Bersyukur itu biasa, tapi tetap bersyukur ketika tidak punya apa-apa itu LUAR BIASA. Jadilah orang biasa yang memiliki sikap dan karakter yang LUAR BIASA. Bersama keyakinan dan keteguhan hati Insya Allah kita bisa.
_Icha’_
Hati-hati dengan hatinya, hati-hati dengan komitmen, hati-hati dengan asmara yang belum saatnya, hati-hati dengan janjimu yang harus terpenuhi, hati-hati... karena cinta bukanlah pekerjaan antara aku dan kamu, tapi antara aku, kamu dar Rabb kita. Hati-hati karena banyak yang harus terjatuh hanya karena menyegerakan romantisme itu, seperti drama kehidupan Laila Majnun dan Romeo n’ Juliet. Hati-hati karena cinta adalah kerja mulia, untuk mendapatkan kemuliaan.
_K’Umil_
Saudara, saudari, seiman dan seagama, jika terbersit betapa berat dan sulitnya istiqamah di dalamketaatan kepada Allah, amal shalih dan berpikir positif. Sadarlah bahwa jauh lebih berat dan sulit menanggung beban akibat berbuat maksiat dan berpikir negative. Tetaplah istiqamah, jangan putus asa karena sulit. Allah swt. Berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada pula berduka cita” QS Al-Ahqaf ayat 13
_Taqdir_
Hidup yang baik ketika kita bisa mensyukuri apa yang kita peroleh, ketika kita bisa berbagi di kala kesempitan. Ketika kita bisa tersenyum disaat cobaan datang. Ketika kita bisa memaafkan walau sangat menyakitkan. Ketika kita tetap peduli sedangkan yang lain lengah. Hidup yang indah itu, bukan di saat semua impian terwujud. Tapi keindahannya terletak pada ketulusan dan kesungguhan hati dalam menjalaninya. Karena itu kita tidak hanya melihat akhir dari suatu impian tapi renungkanlah proses pencapaian. Karena di sanalah terletak keindahan hidup.
_Phia_
Kupu-kupu menjadi indah ketika ia mampu berjuang melepas diri dari kepompong. Begitu juga hidup kita akan lebih indah jika kita mampu berjuang melewati hal-hal yang sulit dengan merendahkan hati kepadaNya. Allah tak pernah menjanjikan pelayaran yang indah dalam hidup ini, tapi Allah menjanjikan pelabuhan yang teduh untuk meneguhkan setiap hati yang berharap kepadaNya.
_Enhy_
Rasulullah saw. bersabda, “Pena (catatan pahala dan dosa) diangkat (dibebaskan) dari tiga golongan: 1. Orang yang tidur hingga ia bangun. 2. Anak kecil hingga ia bakigh. 3. Orang gila hingga ia kembali berakal (waras).” HR. Abu Dawud, no. 4403. Shalih)
_Febry_
Jalan perjuangan selalu dirintis oleh orang-orang yang berilmu, dikerjakan oleh orang-orang ikhlas, dan dimenangkan oleh orang-orang yang berani. “PEJUANG SEJATI” tidak selalu hadir pada orang yang cerdas dan tidak pula pada orang yang hebat, namun mereka yang tetap bertahanlah yang layak disebut pejuang sejati. Mereka akan selalu belajar dan belajar dari setiap masalah yang dihadapi, dari setiap moment yang dialami hingga suatu hari ia dapati dirinya telah berubah menjadi. Lebih sabar, lebih ikhlas, lebih berani, dan lebih memiliki tanggung jawab moril yang besar bagi diri sendiri maupun bagi orang lain, karena ia sadar bahwa dirinya adalah seorang hamba dan yakin sepenuhnya bahwasanya Allah-lah yang akan mengawasi dan melihat dari seluruh hasil karya perjuangannya.
_Dayah_
Ibnu Qayyim berkata “orang-orang pandai dalam umat ini sepakat bahwa kenikmatan tidak bisa diperoleh dengan cara yang nikmat, ketentraman tidak bisa didapat melalui cara yang tentram”.. mari belajar bersabar atas ketidak nyamanan dan ketidak tentraman yang kadang kita temui, bersangka baiklah pada Allah bahwa ada kenikmatan di balik semua cobaan. Semoga kebaikan selalu tercurahkan untuk-mu..
_Aisyah_
Rasulullah saw. bersabda, “apabila seseorang (muslim) berkunjung (menengok) seorang muslim yang sedang sakit, maka seakan-akan dia berjalan di kebun surga, hingga ia duduk. Apabila sudah duduk, maka akan diliputi rahmat Allah. Apabila ia berkunjung di pagi hari, maka tujuh puluh ribu Malaikat akan mendo’akannya agar ia mendapat rahmat hingga sore. Apabila ia berkunjung di sore hari, maka tujuh puluh ribu Malaikat akan mendo’akannya agar ia diberi Rahmat hingga pagi hari.” (HR. At-Tirmidzi, no 969, Ibnu Majah, no. 1442)
_Febry_
Langkah kaki menunjukkan perjalanan hidup. Langkah terkadang di depan kadang di belakang, terkadang naik kadang turun, terkadang dapat jalan mulus kadang berduri, sehingga kita terkadang merasa langkah begitu berat dan tersendat. Maka berhentilah sejenak tuk bermuhasabah, berfikir dan lihatlah kedepan dengan penuh optimisme tuk memulai langkah yang pasti.
_Ahyar_
KEPERCAYAAN. Saya boleh percaya pada anda, anda juga boleh percaya pada siapapun, karena rasa percaya adalah layaknya bara yang membakar hati kita untuk tetap bergerak dan jadi penuntun saat kita sendiri ada orang yang mudah percaya pada orang lain adapula yang hanya ingin percaya dirinya sendiri. Susahnya bila tak ada lagi yang percaya pada kita hingga kitapun tak percaya diri, seakan kita sedang hidup di planet lain. Tapi tahukah kita, 1 alasan kenapa kita masih bisa hidup saat tiada lagi yang mau percaya bahkan terlebih diri kita sendiri ? yaitu karena Tuhan masih percaya kita dan memberi kita waktu untuk memperbaiki semuanya sebelum tiba saat kita harus kembali dan menyetor LPJ padaNya.
¬_Taufiq_
Kehidupan bagai sebuah tasbih, berawal dan berakhir di titik yang sama. Bukan tasbih jika hanya satu butir, bukan kehidupan jika hanya satu dimensi. Kehidupan akan sempurna jika telah melewati serangkaian untaian butiran suka, duka, derita, bahagia, gembira, gagal, sukses, pasang dan surut. Seperti tasbih yang melingkar, kehidupan pun demikian. Kemanapun pergi dan berlari, tetap masih dalam lingkaran takdir Allah...
_Arda_
Berkata Imam Al-Mawardy: “Ilmu adalah pengganti dari segala kelezatan dan mencukupi dari segala kesenangan. Barangsiapa yang menyendiri dengan ilmu maka kesendiriannya itu tidak menjadikan dia sepi. Dan barang siapa yang menghibur diri dengan kitab-kitab maka dia akan mendapat kesenangan. Maka tidak ada teman ngobrol sebaik ilmu dan tidak ada sifat yang akan menolong pemiliknya seperti sifat al-hilm. Sabar dan tidak terburu-buru. (Adabud dunya wad diin)
_Aya’_
Dakwah bertujuan untuk mengajak bukan mengejek, mengajar bukan menghajar, membina bukan menghina, menasehati bukan menusuk hati. Dakwah akan lancar dengan menabur kasih bukan menguburnya, menerangi kebenaran bukan memeranginya, menjaga hak saudara bukan menjegalnya.
_085299878XXX_

Kamis, 19 Mei 2011

Walimatul Ursy

Apa yang sebaiknya dilakukan pada saat walimah? Siapa yang sebaiknya diundang untuk menghadiri walimah?


Kata walimah sudah cukup popular di masyarakat, walimah merupakan perayaan yang dilakukan pada momen-momen tertentu. Walimah yang dimaksud disini adalah walimah yang dilakukan oleh pengantin setelah melakukan akad nikah. Para ulama memasukkan walimah sebagai suatu yang wajib, hal ini didasarkan atas hadits berikut ini. Tatkala telah selesai meminang Aisyah, Rasulullah saw bersabda,’Untuk satu pengantin (dalam riwayat lain disebutkan sepasang pengantin) harus diadakan walimah’(lihat hadits riwayat Ahmad dan Thabrani)

Pernikahan sebagai momentum yang sacral berkecenderungan dilakukan secara berlebih-lebihan. Berikut ini beberapa penjelasan tentang walimah pada masa rasulullah saw, yang dapat dijadikan panduan dalam melakukan walimah:


Dilaksanakan setelah akad nikah
Diriwayatkan Anas, ia berkata,’Tatkala Rasulullah saw menikahi seorang perempuan, Beliau mengutus saya untuk mengundang orang-orang makan’ (lihat hadits riwayat Bukhari dan Baihaqi). Tentang berapa lama walimah itu dilakukan, Rasulullah saw pernah melakukannya selama tiga hari,’Tatkala Nabi saw menikahi Shafiyyah, Beliau menjadikan pembebasan dirinya sebagai mahar. Beliau mengadakan walimah selama tiga hari’(HR. Abu Ya’la)

Hendaknya mengundang orang-orang shalih (baik miskin ataupun kaya)
Rasulullah saw pernah bersabda,’Bersahabatlah dengan orang-orang mukmin, dan usahakanlah makananmu hanya dimakan oleh orang-orang yang bertakwa’ (HR. Abu Dawud). Hadits ini memberi penjelasan bagaimana seharusnya seorang mukmin dengan mukmin lainnya.

Ada perayaan walau hanya seekor kambing
Tatkala Abdurrahman bin auf hijrah ke Madinah, Rasulullah saw mempersaudarakannya dengan Sa’ad bin Ar Rabi’ Al Anshari (Saad mengajak Abdurrahman kerumahnya, Saad menyuguhkan makanan lalu keduanyapun makan bersama) Saad berkata,’Wahai saudaraku, saya adalah penduduk Madinah yang paling kaya. Silakan tengok harta-hartaku, lalu ambillah sepruhnya. Aku juga mempunyai dua isteri (sedangkan engkau adalah saudaraku karenaAllah dan engkau belum punya isteri). Siapa diantara keduanya menarik hatimu (katakanlah kepadaku), yang telah engkau pilih itu akan aku cerai, (lalu bila ‘iddahnya sudah selesai silakan engkau nikahi). Abdurrahman menjawab,’(tidak usah begitu, demi Allah) semoga Allah memberkahi isteri dan hartamu. Tunjukkan saja kepadaku pasar’.

Merekapun menunjukkan pasar, lalu Abdurrahman pergi ke pasar. Di sana dia melakukan jual-beli dan mendapatkan keuntungan (selanjutnya dia pergi secara rutin ke pasar). Kadang-kadang dia membawa sedikit keju dan minyak samin (dari sisa dagangannya untuk keluarganya). Hal itu berlangsung lama sesuai dengan yang dikehendaki Allah. Suatu ketika datang Rasulullah saw dengan pakaian yang penuh dengan noda-noda minyak wangi ja’faran, Rasulullah saw bertanya kepadanya,’Ada apa denganmu?. Abdurrahman menjawab,’Wahai Rasulullah saw, saya telah menikah dengan wanita (Anshar)’ Beliau bertanya,’Apa maskawinnya?’. Dia menjawab,’Emas satu nawat’. Beliau bersabda,’Semoga Allah memberkahi pernikahanmu. Adakanlah walimah meskipun hanya dengan seekor kambing’ Abdurrahman berkata,’Kiranya saya ingin bisa mengangkat batu yang di bawahnya bisa kutemukan (emas dan perak)’(Lihat hadits riwayat Bukhari)

Dalam hadits yang cukup panjang terdapat banyak pelajaran yang bisa diambil didalamnya. Mulai tentang persaudaraan yang diikat oleh aqidah islamiyah, keutamaan bekerja daripada meminta, kesabaran dalam bekerja, jenis mas kawin dalam pernikahan, dan walimah dalam suatu pernikahan. Saat ini walimah sudah menjadi sesuatu yang biasa dilaksanakan dalam masyarakat, namun didalam pelaksanaannya terdapat banyak pelanggaran norma-norma agama. Pelanggaran dimulai dari tampilnya musik-musik hiburan yang melalaikan dari mengingat Allah, makan sambil berdiri, kemubadziran hidangan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Walimah harus kita lakukan dan norma-norma agama yang lainpun tetap menjadi kewajiban kita untuk menjaganya!

Selasa, 03 Mei 2011

Ketika Arti Cinta Itu Datang


Ketika Aku menciptakan langit dan bumi. Aku berfirman dan jadilah.
Ketika Aku menciptakan pria, Aku membentuknya dan
meniupkan nafas kehidupan ke lubang hidungnya.
Tetapi engkau, wanita, Aku menghiasmu setelah Aku meniupkan nafas kehidupan ke
pria karena lubang hidungmu terlalu lembut.
Aku membiarkan pria tertidur dengan nyenyak sehingga Aku dapat dengan
sabar dan sempurna membentuk engkau. Pria Aku buat tertidur supaya dia tidak
dapat mencampuri.

Dari satu tulang, Aku menghiasmu.
Aku memilih tulang yg melindungi kehidupan pria.
Aku memilih tulang rusuk, yg melindungi jantung dan paru2 dan
mendukungnya, sebagaimana yg harus kamu lakukan.
Dari satu tulang ini, Aku membentukmu dengan sempurna dan cantik.

Sifatmu adalah seperti tulang rusuk, kuat tetapi lembut dan mudah patah.
Engkau menyediakan perlindungan utk organ paling lembut dari pria,
hati/jantungnya.
Jantungnya adalah pusat dari kehidupannya, paru2nya menggenggam nafas
kehidupan.
Tulang rusuk akan membiarkan dirinya patah sebelum ia mengijinkan
kerusakan terjadi pada jantung.
Dukunglah pria sebagaimana tulang rusuk melindungi tubuhnya.


Engkau tidak diambil dari kakinya utk menjadi alasnya, tidak juga diambil
dari kepalanya utk menjadi atasannya.
Engkau diambil dari sisinya, utk berdiri di sebelahnya dan dipeluk dengan erat.
Engkau adalah malaikat-KU yg sempurna.
Engkau adalah gadis kecilku yg cantik.
Engkau telah tumbuh menjadi wanita yg sempurna, dan mata-KU terpuaskan
ketika Aku melihat hati dan paras wajahmu yang cantik.

Matamu -- jangan mengubahnya.
Bibirmu sangat cantik ketika mengucapkan doa.
Hidungmu sangat sempurna dlm bentuk.
Tanganmu sangat lembut utk disentuh.
Aku telah memberi perhatian pada wajahmu saat engkau tertidur.
Aku menggenggam hatimu dekat dengan-KU.
Dari semua yg hidup dan bernafas, engkau adalah yg paling mirip dgn Aku.
Adam berjalan bersamaku di hari yg dingin dan dia kesepian.
Dia tidak dpt melihat ataupun menyentuh-KU.
Dia hanya dapat merasakan-KU.
Jadi semua yang aku ingin Adam berbagi denganku, Aku membentuknya di dalam kamu.
Kekuatan-KU, kemurnian-KU, cinta-KU, perlindungan-KU dan dukungan-KU.
Engkau adalah istimewa krn engkau adalah perpanjangan tangan-KU.

Pria melambangkan citra-KU dan wanita melambangkan perasaan-KU.
Bersama2... kalian melambangkan TUHAN yg sejati.
Jadi .......
Pria - perlakukan wanita dengan baik.
Cintailah dia, hormatilah dia, krn ia lembut.
Menyakitinya, berarti engkau menyakiti-KU.
Apa yg engkau lakukan kepadanya, engkau melakukan-nya kepada-KU.
Jika engkau menghancurkannya, engkau hanya menghancurkan hatimu sendiri,
hatimu .... yg juga hatinya.

Wanita, dukunglah pria. Dlm kesederhanaan, Tak pantas engkau sombong, angkuh dan tinggi hati padanya, karena kau terbuat dari tulang rusuknya tunjukkan kepadanya kekuatan, jadikanlah pria sabar dikala dia goyah dan kehilangan arah berikanlah
Dia perasaan yg telahku berikan kepadamu.
dalam kesunyian, tunjukkan kekuatanmu.
dalam cinta, tunjukkan kepadanya bahwa engkau adalah tulang rusuknya yg
melindungi tubuhnya.

Jadikanlah sebuah suasana begitu indah didalam setiap perjumpaan dan percakapanmu dengan pria. Dialah pelindungmu, dialah panutanmu, dialah pemimpin keluargamu dialah kalifah bagi dirimu dan seluruh dunia ini.

Ku jadikan pria dan wanita tidak lain adalah untuk berpasang-pasangan oleh karena itu cintailah cinta roh yang tak pernah menampakkan wujud tapi nyata adanya junjunglah sucinya cinta disetiap langkah dan doamu agar engkau mendapatkan kedamaian dan kebahagian didunia.

“Seperti inilah aku menuangkan apa yang ada dihati dan pikiranku dalam sebuah kata-kata yang semoga membawa manfaat. Dan kupersembahkan kepada yang tercinta.

CREATED BY :
Taufan Yoga Hertayana,Skom
Survey Departement / Data

’terima kasih cinta...................
roh yang tak pernah mati dan tak akan mati yang selalu menemani setiap langkahku dan keluh kesahku yang selalu kusandarkan setiap rasa bahagia dan kecewaku sehingga sampai saat ini masih tetap tegap dan tegar berdiri menjalani hidup sampai sekarang ini yang selalu menjunjung sebuah sucinya cinta semoga selalu terjaga kesucian hatiku untuk ku persembahkan kepada yang tercinta dan yang mencintaiku untuk menemani jasadku sampai ajal menjemputku semoga tak ternoda adanya semoga abadi selamanya ”salam sayang dan cinta selalu untukmu yang selalu mencintaiku forever in my heart I belive you can understand with mylove without your love I can’t give better in my live”.

Bila malam ini kamu merasa sendiri yakinlah yang kamu butuhkan hanya seorang teman yang dapat membuat kamu dapat berbagi dan bila malam ini kau merasa bersedih yakinlah yang kamu butuhkan hanyalah seseorang yang dapat membuatmu tertawa dan tersenyum

Yakinlah kamu tidak sendiri karena banyak orang yang kini sedang merasakan seperti apa yang kamu rasakan jadi tetaplah tegar setegar matahari yang selalu memancarkan sinarnya walaupun hari mendung dan tetaplah seperti rembulan yang selalu menerangi malam walaupun terasa sunyi.

Senin, 02 Mei 2011

Bukan Aku Tak Cinta

"Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita
cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal".
Pikirkan sebelum semuanya menjadi terlambat.

"Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita
cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal".
Pikirkan sebelum semuanya menjadi terlambat.

Bukan Aku Tak Cinta

Cassie menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah. Belum ada. Cassie masuk lagi. Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi. Keluar lagi. Begitu terus selama hampir satu jam. Suara si Mbok yang menyuruhnya berulang kali untuk makan duluan tidak digubrisnya. Pukul 18.30. Tinnn........... Tiiiinnnnn.............. !! Cassie kecil melompat girang! Mama pulang! Papa pulang! Dilihatnya dua orang yang sangat dicintainya itu masuk ke rumah. Yang satu langsung menuju ke kamar mandi. Yang satu menghempaskan diri di sofa sambil mengurut-urut kepala. Wajah-wajah yang letih sehabis bekerja seharian, mencari nafkah bagi keluarga. Bagi si kecil Cassie juga yang tentunya belum mengerti banyak. Di otaknya yang kecil, Cassie cuma tahu, ia kangen Mama dan Papa, dan ia girang Mama dan Papa pulang. "Mama, mama.... Mama, mama...." Cassie menggerak-gerakkan tangan Mama. Mama diam saja. Dengan cemas Cassie bertanya, "Mama sakit ya? Mananya yang sakit? Mam, mana yang sakit?" Mama tidak menjawab. Hanya mengernyitkan alis sambil memejamkan mata. Cassie makin gencar bertanya, "Mama, mama... mana yang sakit? Cassie ambilin obat ya? Ya? Ya?"
Tiba-tiba... "Cassie!! Kepala mama lagi pusing! Kamu jangan berisik!" Mama membentak dengan suara tinggi. Kaget, Cassie mundur perlahan. Matanya menyipit. Kaki kecilnya gemetar. Bingung. Cassie salah apa? Cassie sayang Mama... Cassie salah apa? Takut-takut, Cassie menyingkir ke sudut ruangan. Mengamati Mama dari jauh, yang kembali mengurut-ngurut kepalanya. Otak kecil Cassie terus bertanya-tanya: Mama, Cassie salah apa? Mama tidak suka dekat-dekat Cassie? Cassie mengganggu Mama? Cassie tidak boleh sayang Mama? Berbagai peristiwa sejenis terjadi. Dan otak kecil Cassie merekam semuanya.

Maka tahun-tahun berlalu. Cassie tidak lagi kecil. Cassie bertambah tinggi. Cassie remaja. Cassie mulai beranjak menuju dewasa. TIN TIIIN ! Mama pulang. Papa pulang. Cassie menurunkan kaki dari meja. Mematikan TV. Buru-buru naik ke atas, ke kamarnya, dan mengunci pintu. Menghilang dari pandangan. "Cassie mana?". "Sudah makan duluan, Tuan, Nyonya."
Malam itu mereka kembali hanya makan berdua. Dalam kesunyian berpikir dengan hati terluka: Mengapa anakku sendiri, yang kubesarkan dengan susah payah, dengan kerja keras, nampaknya tidak suka menghabiskan waktu bersama-sama denganku? Apa salahku? Apa dosaku? Ah, anak jaman sekarang memang tidak tahu hormat sama orangtua! Tidak seperti jaman dulu.

Di atas, Cassie mengamati dua orang yang paling dicintainya dalam diam. Dari jauh. Dari tempat dimana ia tidak akan terluka. Mama, Papa, katakan padaku, bagaimana caranya memeluk seekor landak?

Sumber: Disadur dari "Tulang Rusuk", oleh Michael, diadaptasi oleh Ev. Sugeng Wiguno
Cassie menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah. Belum ada. Cassie masuk lagi. Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi. Keluar lagi. Begitu terus selama hampir satu jam. Suara si Mbok yang menyuruhnya berulang kali untuk makan duluan tidak digubrisnya. Pukul 18.30. Tinnn........... Tiiiinnnnn.............. !! Cassie kecil melompat girang! Mama pulang! Papa pulang! Dilihatnya dua orang yang sangat dicintainya itu masuk ke rumah. Yang satu langsung menuju ke kamar mandi. Yang satu menghempaskan diri di sofa sambil mengurut-urut kepala. Wajah-wajah yang letih sehabis bekerja seharian, mencari nafkah bagi keluarga. Bagi si kecil Cassie juga yang tentunya belum mengerti banyak. Di otaknya yang kecil, Cassie cuma tahu, ia kangen Mama dan Papa, dan ia girang Mama dan Papa pulang. "Mama, mama.... Mama, mama...." Cassie menggerak-gerakkan tangan Mama. Mama diam saja. Dengan cemas Cassie bertanya, "Mama sakit ya? Mananya yang sakit? Mam, mana yang sakit?" Mama tidak menjawab. Hanya mengernyitkan alis sambil memejamkan mata. Cassie makin gencar bertanya, "Mama, mama... mana yang sakit? Cassie ambilin obat ya? Ya? Ya?"
Tiba-tiba... "Cassie!! Kepala mama lagi pusing! Kamu jangan berisik!" Mama membentak dengan suara tinggi. Kaget, Cassie mundur perlahan. Matanya menyipit. Kaki kecilnya gemetar. Bingung. Cassie salah apa? Cassie sayang Mama... Cassie salah apa? Takut-takut, Cassie menyingkir ke sudut ruangan. Mengamati Mama dari jauh, yang kembali mengurut-ngurut kepalanya. Otak kecil Cassie terus bertanya-tanya: Mama, Cassie salah apa? Mama tidak suka dekat-dekat Cassie? Cassie mengganggu Mama? Cassie tidak boleh sayang Mama? Berbagai peristiwa sejenis terjadi. Dan otak kecil Cassie merekam semuanya.

Maka tahun-tahun berlalu. Cassie tidak lagi kecil. Cassie bertambah tinggi. Cassie remaja. Cassie mulai beranjak menuju dewasa. TIN TIIIN ! Mama pulang. Papa pulang. Cassie menurunkan kaki dari meja. Mematikan TV. Buru-buru naik ke atas, ke kamarnya, dan mengunci pintu. Menghilang dari pandangan. "Cassie mana?". "Sudah makan duluan, Tuan, Nyonya."
Malam itu mereka kembali hanya makan berdua. Dalam kesunyian berpikir dengan hati terluka: Mengapa anakku sendiri, yang kubesarkan dengan susah payah, dengan kerja keras, nampaknya tidak suka menghabiskan waktu bersama-sama denganku? Apa salahku? Apa dosaku? Ah, anak jaman sekarang memang tidak tahu hormat sama orangtua! Tidak seperti jaman dulu.

Di atas, Cassie mengamati dua orang yang paling dicintainya dalam diam. Dari jauh. Dari tempat dimana ia tidak akan terluka. Mama, Papa, katakan padaku, bagaimana caranya memeluk seekor landak.
``