Apa yang sebaiknya dilakukan pada saat walimah? Siapa yang sebaiknya diundang untuk menghadiri walimah?
Kata walimah sudah cukup popular di masyarakat, walimah merupakan perayaan yang dilakukan pada momen-momen tertentu. Walimah yang dimaksud disini adalah walimah yang dilakukan oleh pengantin setelah melakukan akad nikah. Para ulama memasukkan walimah sebagai suatu yang wajib, hal ini didasarkan atas hadits berikut ini. Tatkala telah selesai meminang Aisyah, Rasulullah saw bersabda,’Untuk satu pengantin (dalam riwayat lain disebutkan sepasang pengantin) harus diadakan walimah’(lihat hadits riwayat Ahmad dan Thabrani)
Pernikahan sebagai momentum yang sacral berkecenderungan dilakukan secara berlebih-lebihan. Berikut ini beberapa penjelasan tentang walimah pada masa rasulullah saw, yang dapat dijadikan panduan dalam melakukan walimah:
Dilaksanakan setelah akad nikah
Diriwayatkan Anas, ia berkata,’Tatkala Rasulullah saw menikahi seorang perempuan, Beliau mengutus saya untuk mengundang orang-orang makan’ (lihat hadits riwayat Bukhari dan Baihaqi). Tentang berapa lama walimah itu dilakukan, Rasulullah saw pernah melakukannya selama tiga hari,’Tatkala Nabi saw menikahi Shafiyyah, Beliau menjadikan pembebasan dirinya sebagai mahar. Beliau mengadakan walimah selama tiga hari’(HR. Abu Ya’la)
Hendaknya mengundang orang-orang shalih (baik miskin ataupun kaya)
Rasulullah saw pernah bersabda,’Bersahabatlah dengan orang-orang mukmin, dan usahakanlah makananmu hanya dimakan oleh orang-orang yang bertakwa’ (HR. Abu Dawud). Hadits ini memberi penjelasan bagaimana seharusnya seorang mukmin dengan mukmin lainnya.
Ada perayaan walau hanya seekor kambing
Tatkala Abdurrahman bin auf hijrah ke Madinah, Rasulullah saw mempersaudarakannya dengan Sa’ad bin Ar Rabi’ Al Anshari (Saad mengajak Abdurrahman kerumahnya, Saad menyuguhkan makanan lalu keduanyapun makan bersama) Saad berkata,’Wahai saudaraku, saya adalah penduduk Madinah yang paling kaya. Silakan tengok harta-hartaku, lalu ambillah sepruhnya. Aku juga mempunyai dua isteri (sedangkan engkau adalah saudaraku karenaAllah dan engkau belum punya isteri). Siapa diantara keduanya menarik hatimu (katakanlah kepadaku), yang telah engkau pilih itu akan aku cerai, (lalu bila ‘iddahnya sudah selesai silakan engkau nikahi). Abdurrahman menjawab,’(tidak usah begitu, demi Allah) semoga Allah memberkahi isteri dan hartamu. Tunjukkan saja kepadaku pasar’.
Merekapun menunjukkan pasar, lalu Abdurrahman pergi ke pasar. Di sana dia melakukan jual-beli dan mendapatkan keuntungan (selanjutnya dia pergi secara rutin ke pasar). Kadang-kadang dia membawa sedikit keju dan minyak samin (dari sisa dagangannya untuk keluarganya). Hal itu berlangsung lama sesuai dengan yang dikehendaki Allah. Suatu ketika datang Rasulullah saw dengan pakaian yang penuh dengan noda-noda minyak wangi ja’faran, Rasulullah saw bertanya kepadanya,’Ada apa denganmu?. Abdurrahman menjawab,’Wahai Rasulullah saw, saya telah menikah dengan wanita (Anshar)’ Beliau bertanya,’Apa maskawinnya?’. Dia menjawab,’Emas satu nawat’. Beliau bersabda,’Semoga Allah memberkahi pernikahanmu. Adakanlah walimah meskipun hanya dengan seekor kambing’ Abdurrahman berkata,’Kiranya saya ingin bisa mengangkat batu yang di bawahnya bisa kutemukan (emas dan perak)’(Lihat hadits riwayat Bukhari)
Dalam hadits yang cukup panjang terdapat banyak pelajaran yang bisa diambil didalamnya. Mulai tentang persaudaraan yang diikat oleh aqidah islamiyah, keutamaan bekerja daripada meminta, kesabaran dalam bekerja, jenis mas kawin dalam pernikahan, dan walimah dalam suatu pernikahan. Saat ini walimah sudah menjadi sesuatu yang biasa dilaksanakan dalam masyarakat, namun didalam pelaksanaannya terdapat banyak pelanggaran norma-norma agama. Pelanggaran dimulai dari tampilnya musik-musik hiburan yang melalaikan dari mengingat Allah, makan sambil berdiri, kemubadziran hidangan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Walimah harus kita lakukan dan norma-norma agama yang lainpun tetap menjadi kewajiban kita untuk menjaganya!
Kamis, 19 Mei 2011
Selasa, 03 Mei 2011
Ketika Arti Cinta Itu Datang
Ketika Aku menciptakan langit dan bumi. Aku berfirman dan jadilah.
Ketika Aku menciptakan pria, Aku membentuknya dan
meniupkan nafas kehidupan ke lubang hidungnya.
Tetapi engkau, wanita, Aku menghiasmu setelah Aku meniupkan nafas kehidupan ke
pria karena lubang hidungmu terlalu lembut.
Aku membiarkan pria tertidur dengan nyenyak sehingga Aku dapat dengan
sabar dan sempurna membentuk engkau. Pria Aku buat tertidur supaya dia tidak
dapat mencampuri.
Dari satu tulang, Aku menghiasmu.
Aku memilih tulang yg melindungi kehidupan pria.
Aku memilih tulang rusuk, yg melindungi jantung dan paru2 dan
mendukungnya, sebagaimana yg harus kamu lakukan.
Dari satu tulang ini, Aku membentukmu dengan sempurna dan cantik.
Sifatmu adalah seperti tulang rusuk, kuat tetapi lembut dan mudah patah.
Engkau menyediakan perlindungan utk organ paling lembut dari pria,
hati/jantungnya.
Jantungnya adalah pusat dari kehidupannya, paru2nya menggenggam nafas
kehidupan.
Tulang rusuk akan membiarkan dirinya patah sebelum ia mengijinkan
kerusakan terjadi pada jantung.
Dukunglah pria sebagaimana tulang rusuk melindungi tubuhnya.
Engkau tidak diambil dari kakinya utk menjadi alasnya, tidak juga diambil
dari kepalanya utk menjadi atasannya.
Engkau diambil dari sisinya, utk berdiri di sebelahnya dan dipeluk dengan erat.
Engkau adalah malaikat-KU yg sempurna.
Engkau adalah gadis kecilku yg cantik.
Engkau telah tumbuh menjadi wanita yg sempurna, dan mata-KU terpuaskan
ketika Aku melihat hati dan paras wajahmu yang cantik.
Matamu -- jangan mengubahnya.
Bibirmu sangat cantik ketika mengucapkan doa.
Hidungmu sangat sempurna dlm bentuk.
Tanganmu sangat lembut utk disentuh.
Aku telah memberi perhatian pada wajahmu saat engkau tertidur.
Aku menggenggam hatimu dekat dengan-KU.
Dari semua yg hidup dan bernafas, engkau adalah yg paling mirip dgn Aku.
Adam berjalan bersamaku di hari yg dingin dan dia kesepian.
Dia tidak dpt melihat ataupun menyentuh-KU.
Dia hanya dapat merasakan-KU.
Jadi semua yang aku ingin Adam berbagi denganku, Aku membentuknya di dalam kamu.
Kekuatan-KU, kemurnian-KU, cinta-KU, perlindungan-KU dan dukungan-KU.
Engkau adalah istimewa krn engkau adalah perpanjangan tangan-KU.
Pria melambangkan citra-KU dan wanita melambangkan perasaan-KU.
Bersama2... kalian melambangkan TUHAN yg sejati.
Jadi .......
Pria - perlakukan wanita dengan baik.
Cintailah dia, hormatilah dia, krn ia lembut.
Menyakitinya, berarti engkau menyakiti-KU.
Apa yg engkau lakukan kepadanya, engkau melakukan-nya kepada-KU.
Jika engkau menghancurkannya, engkau hanya menghancurkan hatimu sendiri,
hatimu .... yg juga hatinya.
Wanita, dukunglah pria. Dlm kesederhanaan, Tak pantas engkau sombong, angkuh dan tinggi hati padanya, karena kau terbuat dari tulang rusuknya tunjukkan kepadanya kekuatan, jadikanlah pria sabar dikala dia goyah dan kehilangan arah berikanlah
Dia perasaan yg telahku berikan kepadamu.
dalam kesunyian, tunjukkan kekuatanmu.
dalam cinta, tunjukkan kepadanya bahwa engkau adalah tulang rusuknya yg
melindungi tubuhnya.
Jadikanlah sebuah suasana begitu indah didalam setiap perjumpaan dan percakapanmu dengan pria. Dialah pelindungmu, dialah panutanmu, dialah pemimpin keluargamu dialah kalifah bagi dirimu dan seluruh dunia ini.
Ku jadikan pria dan wanita tidak lain adalah untuk berpasang-pasangan oleh karena itu cintailah cinta roh yang tak pernah menampakkan wujud tapi nyata adanya junjunglah sucinya cinta disetiap langkah dan doamu agar engkau mendapatkan kedamaian dan kebahagian didunia.
“Seperti inilah aku menuangkan apa yang ada dihati dan pikiranku dalam sebuah kata-kata yang semoga membawa manfaat. Dan kupersembahkan kepada yang tercinta.
CREATED BY :
Taufan Yoga Hertayana,Skom
Survey Departement / Data
’terima kasih cinta...................
roh yang tak pernah mati dan tak akan mati yang selalu menemani setiap langkahku dan keluh kesahku yang selalu kusandarkan setiap rasa bahagia dan kecewaku sehingga sampai saat ini masih tetap tegap dan tegar berdiri menjalani hidup sampai sekarang ini yang selalu menjunjung sebuah sucinya cinta semoga selalu terjaga kesucian hatiku untuk ku persembahkan kepada yang tercinta dan yang mencintaiku untuk menemani jasadku sampai ajal menjemputku semoga tak ternoda adanya semoga abadi selamanya ”salam sayang dan cinta selalu untukmu yang selalu mencintaiku forever in my heart I belive you can understand with mylove without your love I can’t give better in my live”.
Bila malam ini kamu merasa sendiri yakinlah yang kamu butuhkan hanya seorang teman yang dapat membuat kamu dapat berbagi dan bila malam ini kau merasa bersedih yakinlah yang kamu butuhkan hanyalah seseorang yang dapat membuatmu tertawa dan tersenyum
Yakinlah kamu tidak sendiri karena banyak orang yang kini sedang merasakan seperti apa yang kamu rasakan jadi tetaplah tegar setegar matahari yang selalu memancarkan sinarnya walaupun hari mendung dan tetaplah seperti rembulan yang selalu menerangi malam walaupun terasa sunyi.
Senin, 02 Mei 2011
Bukan Aku Tak Cinta
"Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita
cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal".
Pikirkan sebelum semuanya menjadi terlambat.
"Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita
cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal".
Pikirkan sebelum semuanya menjadi terlambat.
Bukan Aku Tak Cinta
Cassie menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah. Belum ada. Cassie masuk lagi. Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi. Keluar lagi. Begitu terus selama hampir satu jam. Suara si Mbok yang menyuruhnya berulang kali untuk makan duluan tidak digubrisnya. Pukul 18.30. Tinnn........... Tiiiinnnnn.............. !! Cassie kecil melompat girang! Mama pulang! Papa pulang! Dilihatnya dua orang yang sangat dicintainya itu masuk ke rumah. Yang satu langsung menuju ke kamar mandi. Yang satu menghempaskan diri di sofa sambil mengurut-urut kepala. Wajah-wajah yang letih sehabis bekerja seharian, mencari nafkah bagi keluarga. Bagi si kecil Cassie juga yang tentunya belum mengerti banyak. Di otaknya yang kecil, Cassie cuma tahu, ia kangen Mama dan Papa, dan ia girang Mama dan Papa pulang. "Mama, mama.... Mama, mama...." Cassie menggerak-gerakkan tangan Mama. Mama diam saja. Dengan cemas Cassie bertanya, "Mama sakit ya? Mananya yang sakit? Mam, mana yang sakit?" Mama tidak menjawab. Hanya mengernyitkan alis sambil memejamkan mata. Cassie makin gencar bertanya, "Mama, mama... mana yang sakit? Cassie ambilin obat ya? Ya? Ya?"
Tiba-tiba... "Cassie!! Kepala mama lagi pusing! Kamu jangan berisik!" Mama membentak dengan suara tinggi. Kaget, Cassie mundur perlahan. Matanya menyipit. Kaki kecilnya gemetar. Bingung. Cassie salah apa? Cassie sayang Mama... Cassie salah apa? Takut-takut, Cassie menyingkir ke sudut ruangan. Mengamati Mama dari jauh, yang kembali mengurut-ngurut kepalanya. Otak kecil Cassie terus bertanya-tanya: Mama, Cassie salah apa? Mama tidak suka dekat-dekat Cassie? Cassie mengganggu Mama? Cassie tidak boleh sayang Mama? Berbagai peristiwa sejenis terjadi. Dan otak kecil Cassie merekam semuanya.
Maka tahun-tahun berlalu. Cassie tidak lagi kecil. Cassie bertambah tinggi. Cassie remaja. Cassie mulai beranjak menuju dewasa. TIN TIIIN ! Mama pulang. Papa pulang. Cassie menurunkan kaki dari meja. Mematikan TV. Buru-buru naik ke atas, ke kamarnya, dan mengunci pintu. Menghilang dari pandangan. "Cassie mana?". "Sudah makan duluan, Tuan, Nyonya."
Malam itu mereka kembali hanya makan berdua. Dalam kesunyian berpikir dengan hati terluka: Mengapa anakku sendiri, yang kubesarkan dengan susah payah, dengan kerja keras, nampaknya tidak suka menghabiskan waktu bersama-sama denganku? Apa salahku? Apa dosaku? Ah, anak jaman sekarang memang tidak tahu hormat sama orangtua! Tidak seperti jaman dulu.
Di atas, Cassie mengamati dua orang yang paling dicintainya dalam diam. Dari jauh. Dari tempat dimana ia tidak akan terluka. Mama, Papa, katakan padaku, bagaimana caranya memeluk seekor landak?
Sumber: Disadur dari "Tulang Rusuk", oleh Michael, diadaptasi oleh Ev. Sugeng Wiguno
Cassie menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah. Belum ada. Cassie masuk lagi. Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi. Keluar lagi. Begitu terus selama hampir satu jam. Suara si Mbok yang menyuruhnya berulang kali untuk makan duluan tidak digubrisnya. Pukul 18.30. Tinnn........... Tiiiinnnnn.............. !! Cassie kecil melompat girang! Mama pulang! Papa pulang! Dilihatnya dua orang yang sangat dicintainya itu masuk ke rumah. Yang satu langsung menuju ke kamar mandi. Yang satu menghempaskan diri di sofa sambil mengurut-urut kepala. Wajah-wajah yang letih sehabis bekerja seharian, mencari nafkah bagi keluarga. Bagi si kecil Cassie juga yang tentunya belum mengerti banyak. Di otaknya yang kecil, Cassie cuma tahu, ia kangen Mama dan Papa, dan ia girang Mama dan Papa pulang. "Mama, mama.... Mama, mama...." Cassie menggerak-gerakkan tangan Mama. Mama diam saja. Dengan cemas Cassie bertanya, "Mama sakit ya? Mananya yang sakit? Mam, mana yang sakit?" Mama tidak menjawab. Hanya mengernyitkan alis sambil memejamkan mata. Cassie makin gencar bertanya, "Mama, mama... mana yang sakit? Cassie ambilin obat ya? Ya? Ya?"
Tiba-tiba... "Cassie!! Kepala mama lagi pusing! Kamu jangan berisik!" Mama membentak dengan suara tinggi. Kaget, Cassie mundur perlahan. Matanya menyipit. Kaki kecilnya gemetar. Bingung. Cassie salah apa? Cassie sayang Mama... Cassie salah apa? Takut-takut, Cassie menyingkir ke sudut ruangan. Mengamati Mama dari jauh, yang kembali mengurut-ngurut kepalanya. Otak kecil Cassie terus bertanya-tanya: Mama, Cassie salah apa? Mama tidak suka dekat-dekat Cassie? Cassie mengganggu Mama? Cassie tidak boleh sayang Mama? Berbagai peristiwa sejenis terjadi. Dan otak kecil Cassie merekam semuanya.
Maka tahun-tahun berlalu. Cassie tidak lagi kecil. Cassie bertambah tinggi. Cassie remaja. Cassie mulai beranjak menuju dewasa. TIN TIIIN ! Mama pulang. Papa pulang. Cassie menurunkan kaki dari meja. Mematikan TV. Buru-buru naik ke atas, ke kamarnya, dan mengunci pintu. Menghilang dari pandangan. "Cassie mana?". "Sudah makan duluan, Tuan, Nyonya."
Malam itu mereka kembali hanya makan berdua. Dalam kesunyian berpikir dengan hati terluka: Mengapa anakku sendiri, yang kubesarkan dengan susah payah, dengan kerja keras, nampaknya tidak suka menghabiskan waktu bersama-sama denganku? Apa salahku? Apa dosaku? Ah, anak jaman sekarang memang tidak tahu hormat sama orangtua! Tidak seperti jaman dulu.
Di atas, Cassie mengamati dua orang yang paling dicintainya dalam diam. Dari jauh. Dari tempat dimana ia tidak akan terluka. Mama, Papa, katakan padaku, bagaimana caranya memeluk seekor landak.
``
cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal".
Pikirkan sebelum semuanya menjadi terlambat.
"Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita
cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal".
Pikirkan sebelum semuanya menjadi terlambat.
Bukan Aku Tak Cinta
Cassie menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah. Belum ada. Cassie masuk lagi. Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi. Keluar lagi. Begitu terus selama hampir satu jam. Suara si Mbok yang menyuruhnya berulang kali untuk makan duluan tidak digubrisnya. Pukul 18.30. Tinnn........... Tiiiinnnnn.............. !! Cassie kecil melompat girang! Mama pulang! Papa pulang! Dilihatnya dua orang yang sangat dicintainya itu masuk ke rumah. Yang satu langsung menuju ke kamar mandi. Yang satu menghempaskan diri di sofa sambil mengurut-urut kepala. Wajah-wajah yang letih sehabis bekerja seharian, mencari nafkah bagi keluarga. Bagi si kecil Cassie juga yang tentunya belum mengerti banyak. Di otaknya yang kecil, Cassie cuma tahu, ia kangen Mama dan Papa, dan ia girang Mama dan Papa pulang. "Mama, mama.... Mama, mama...." Cassie menggerak-gerakkan tangan Mama. Mama diam saja. Dengan cemas Cassie bertanya, "Mama sakit ya? Mananya yang sakit? Mam, mana yang sakit?" Mama tidak menjawab. Hanya mengernyitkan alis sambil memejamkan mata. Cassie makin gencar bertanya, "Mama, mama... mana yang sakit? Cassie ambilin obat ya? Ya? Ya?"
Tiba-tiba... "Cassie!! Kepala mama lagi pusing! Kamu jangan berisik!" Mama membentak dengan suara tinggi. Kaget, Cassie mundur perlahan. Matanya menyipit. Kaki kecilnya gemetar. Bingung. Cassie salah apa? Cassie sayang Mama... Cassie salah apa? Takut-takut, Cassie menyingkir ke sudut ruangan. Mengamati Mama dari jauh, yang kembali mengurut-ngurut kepalanya. Otak kecil Cassie terus bertanya-tanya: Mama, Cassie salah apa? Mama tidak suka dekat-dekat Cassie? Cassie mengganggu Mama? Cassie tidak boleh sayang Mama? Berbagai peristiwa sejenis terjadi. Dan otak kecil Cassie merekam semuanya.
Maka tahun-tahun berlalu. Cassie tidak lagi kecil. Cassie bertambah tinggi. Cassie remaja. Cassie mulai beranjak menuju dewasa. TIN TIIIN ! Mama pulang. Papa pulang. Cassie menurunkan kaki dari meja. Mematikan TV. Buru-buru naik ke atas, ke kamarnya, dan mengunci pintu. Menghilang dari pandangan. "Cassie mana?". "Sudah makan duluan, Tuan, Nyonya."
Malam itu mereka kembali hanya makan berdua. Dalam kesunyian berpikir dengan hati terluka: Mengapa anakku sendiri, yang kubesarkan dengan susah payah, dengan kerja keras, nampaknya tidak suka menghabiskan waktu bersama-sama denganku? Apa salahku? Apa dosaku? Ah, anak jaman sekarang memang tidak tahu hormat sama orangtua! Tidak seperti jaman dulu.
Di atas, Cassie mengamati dua orang yang paling dicintainya dalam diam. Dari jauh. Dari tempat dimana ia tidak akan terluka. Mama, Papa, katakan padaku, bagaimana caranya memeluk seekor landak?
Sumber: Disadur dari "Tulang Rusuk", oleh Michael, diadaptasi oleh Ev. Sugeng Wiguno
Cassie menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah. Belum ada. Cassie masuk lagi. Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi. Keluar lagi. Begitu terus selama hampir satu jam. Suara si Mbok yang menyuruhnya berulang kali untuk makan duluan tidak digubrisnya. Pukul 18.30. Tinnn........... Tiiiinnnnn.............. !! Cassie kecil melompat girang! Mama pulang! Papa pulang! Dilihatnya dua orang yang sangat dicintainya itu masuk ke rumah. Yang satu langsung menuju ke kamar mandi. Yang satu menghempaskan diri di sofa sambil mengurut-urut kepala. Wajah-wajah yang letih sehabis bekerja seharian, mencari nafkah bagi keluarga. Bagi si kecil Cassie juga yang tentunya belum mengerti banyak. Di otaknya yang kecil, Cassie cuma tahu, ia kangen Mama dan Papa, dan ia girang Mama dan Papa pulang. "Mama, mama.... Mama, mama...." Cassie menggerak-gerakkan tangan Mama. Mama diam saja. Dengan cemas Cassie bertanya, "Mama sakit ya? Mananya yang sakit? Mam, mana yang sakit?" Mama tidak menjawab. Hanya mengernyitkan alis sambil memejamkan mata. Cassie makin gencar bertanya, "Mama, mama... mana yang sakit? Cassie ambilin obat ya? Ya? Ya?"
Tiba-tiba... "Cassie!! Kepala mama lagi pusing! Kamu jangan berisik!" Mama membentak dengan suara tinggi. Kaget, Cassie mundur perlahan. Matanya menyipit. Kaki kecilnya gemetar. Bingung. Cassie salah apa? Cassie sayang Mama... Cassie salah apa? Takut-takut, Cassie menyingkir ke sudut ruangan. Mengamati Mama dari jauh, yang kembali mengurut-ngurut kepalanya. Otak kecil Cassie terus bertanya-tanya: Mama, Cassie salah apa? Mama tidak suka dekat-dekat Cassie? Cassie mengganggu Mama? Cassie tidak boleh sayang Mama? Berbagai peristiwa sejenis terjadi. Dan otak kecil Cassie merekam semuanya.
Maka tahun-tahun berlalu. Cassie tidak lagi kecil. Cassie bertambah tinggi. Cassie remaja. Cassie mulai beranjak menuju dewasa. TIN TIIIN ! Mama pulang. Papa pulang. Cassie menurunkan kaki dari meja. Mematikan TV. Buru-buru naik ke atas, ke kamarnya, dan mengunci pintu. Menghilang dari pandangan. "Cassie mana?". "Sudah makan duluan, Tuan, Nyonya."
Malam itu mereka kembali hanya makan berdua. Dalam kesunyian berpikir dengan hati terluka: Mengapa anakku sendiri, yang kubesarkan dengan susah payah, dengan kerja keras, nampaknya tidak suka menghabiskan waktu bersama-sama denganku? Apa salahku? Apa dosaku? Ah, anak jaman sekarang memang tidak tahu hormat sama orangtua! Tidak seperti jaman dulu.
Di atas, Cassie mengamati dua orang yang paling dicintainya dalam diam. Dari jauh. Dari tempat dimana ia tidak akan terluka. Mama, Papa, katakan padaku, bagaimana caranya memeluk seekor landak.
``
Jumat, 29 April 2011
Apakah Cinta Itu?
Mereka Yang Tidak Menyukainya Menyebutnya Tanggung
Jawab,
Mereka Yang Bermain Dengannya, Menyebutnya Sebuah
Permainan,
Mereka Yang Tidak Memilikinya, Menyebutnya Sebuah
Impian,
Mereka Yang Mencintai, Menyebutnya Takdir.
Kadang Tuhan Yang Mengetahui Yang Terbaik,
Akan Memberi Kesusahan Untuk Menguji Kita
Kadang Ia pun Melukai Hati,
Supaya Hikmat-Nya Bisa Tertanam Dalam.
Jika Kita Kehilangan Cinta,
Maka Pasti Ada Alasan DiBaliknya.
Alasan Yang Kadang Sulit Untuk Dimengerti,
Namun Kita Tetap Harus Percaya
Bahwa Ketika Ia Mengambil Sesuatu,
Ia Telah Siap Memberi Yang Lebih Baik.
Mengapa Menunggu?
Karena Walaupun Kita Ingin Mengambil Keputusan,
Kita Tidak Ingin Tergesa-Gesa.
Karena Walaupun Kita Ingin Cepat-Cepat,
Kita Tidak Ingin Sembrono.
Karena Walaupun Kita Ingin Segera Menemukan Orang
Yang Kita Cintai,
Jika Ingin Berlari, Belajarlah Berjalan Duhulu,
Jika Ingin Berenang, Belajarlah Mengapung Dahulu,
Jika Ingin Dicintai, Belajarlah Mencintai Dahulu.
Pada Akhirnya, Lebih Baik Menunggu Orang Yang Kita
Inginkan,
Ketimbang Memilih Apa Yang Ada.
Tetap Lebih Baik Menunggu Orang Yang Kita Cintai,
Ketimbang Memuaskan dIri Dengan Apa Yang Ada.
Tetap Lebih Baik Menunggu Orang Yang Tepat,
Karena Hidup Ini Terlampau Singkat Untuk Dilewatkan
Bersama Pilihan Yang Salah,
Karena Menunggu Mempunyai Tujuan Yang Mulia Dan
Misterius.
Perlu Kau Ketahui Bahwa Bunga Tidak Mekar Dalam Waktu
Semalam,
Kota Roma Tidak Dibangun Dalam Sehari,
Kehidupan Dirajut Dalam Rahim Selama Sembilan Bulan,
Cinta Yang Agung Terus Bertumbuh Selama Kehidupan.
Kebanyakan Hal Yang Indah Dalam Hidup Memerlukan Waktu
Yang Lama,
Dan Penantian Kita Tidaklah Sia-Sia.
Walaupun Menunggu Membutuhkan Banyak Hal - Iman,
Keberanian,
Dan Pengharapan Penantian Menjanjikan Satu Hal Yang
Tidak Dapat Seorangpun Bayangkan Pada Akhirnya.
Tuhan Dalam Segala Hikmat-Nya, Meminta Kita
Menunggu, Karena Alasan Yang Penting.
God Gives To Us The Gift Of Time To Use As Best We Can
To Live Each Moment In His Will According To His Plan
'He Has Made Everything Beautiful In It s Time'.
.
____________________________________________________
Jawab,
Mereka Yang Bermain Dengannya, Menyebutnya Sebuah
Permainan,
Mereka Yang Tidak Memilikinya, Menyebutnya Sebuah
Impian,
Mereka Yang Mencintai, Menyebutnya Takdir.
Kadang Tuhan Yang Mengetahui Yang Terbaik,
Akan Memberi Kesusahan Untuk Menguji Kita
Kadang Ia pun Melukai Hati,
Supaya Hikmat-Nya Bisa Tertanam Dalam.
Jika Kita Kehilangan Cinta,
Maka Pasti Ada Alasan DiBaliknya.
Alasan Yang Kadang Sulit Untuk Dimengerti,
Namun Kita Tetap Harus Percaya
Bahwa Ketika Ia Mengambil Sesuatu,
Ia Telah Siap Memberi Yang Lebih Baik.
Mengapa Menunggu?
Karena Walaupun Kita Ingin Mengambil Keputusan,
Kita Tidak Ingin Tergesa-Gesa.
Karena Walaupun Kita Ingin Cepat-Cepat,
Kita Tidak Ingin Sembrono.
Karena Walaupun Kita Ingin Segera Menemukan Orang
Yang Kita Cintai,
Jika Ingin Berlari, Belajarlah Berjalan Duhulu,
Jika Ingin Berenang, Belajarlah Mengapung Dahulu,
Jika Ingin Dicintai, Belajarlah Mencintai Dahulu.
Pada Akhirnya, Lebih Baik Menunggu Orang Yang Kita
Inginkan,
Ketimbang Memilih Apa Yang Ada.
Tetap Lebih Baik Menunggu Orang Yang Kita Cintai,
Ketimbang Memuaskan dIri Dengan Apa Yang Ada.
Tetap Lebih Baik Menunggu Orang Yang Tepat,
Karena Hidup Ini Terlampau Singkat Untuk Dilewatkan
Bersama Pilihan Yang Salah,
Karena Menunggu Mempunyai Tujuan Yang Mulia Dan
Misterius.
Perlu Kau Ketahui Bahwa Bunga Tidak Mekar Dalam Waktu
Semalam,
Kota Roma Tidak Dibangun Dalam Sehari,
Kehidupan Dirajut Dalam Rahim Selama Sembilan Bulan,
Cinta Yang Agung Terus Bertumbuh Selama Kehidupan.
Kebanyakan Hal Yang Indah Dalam Hidup Memerlukan Waktu
Yang Lama,
Dan Penantian Kita Tidaklah Sia-Sia.
Walaupun Menunggu Membutuhkan Banyak Hal - Iman,
Keberanian,
Dan Pengharapan Penantian Menjanjikan Satu Hal Yang
Tidak Dapat Seorangpun Bayangkan Pada Akhirnya.
Tuhan Dalam Segala Hikmat-Nya, Meminta Kita
Menunggu, Karena Alasan Yang Penting.
God Gives To Us The Gift Of Time To Use As Best We Can
To Live Each Moment In His Will According To His Plan
'He Has Made Everything Beautiful In It s Time'.
.
____________________________________________________
Taujih Ikhwani
Nabi saw. bersabda: “Kebaikan yang ada padaku tidak akan aku sembunyikan dari kalian. Barang siapa yang meminta kecukupan kepada Allah, maka Dia akan memenuhinya. Barang siapa meminta disucikan oleh-Nya, maka Dia akan mensucikannya. Dan barang siapa bersabar, maka Allah akan menjadikannya bersabar. Dan tidak ada sesuatupun yang diberikan seseorang yang lebih baik dan luas dari kesabaran.”
_Fitry_
Pada awalnya semua orang bangga dengan pilihannya. Tapi pada akhirnya tidak semua orang setia pada pilihannya. Saat ia sadar bahwa yang dia pilih mungkin tidak sepenuhnya seperti yang dia impikan dan dia inginkan. Karena yang tersulit dalam hidup bukanlah memilih, tetapi bertahan pada pilihan. Sedikit waktu mungkin sudah cukup untuk menentukan pilihan, tapi untuk bertahan pada pilihan, mungkin harus menghabiskan sisa usia yang dimiliki. Semoga kita termasuk orang-orang yang pandai memilih dan mampuh setia dengan apa yang telah kita pilih, dan mempertahankan pilihan itu.
_Icha’_
Ketika senyummu tak terbalas, Allah telah menghitung manisnya senyummu, saat sapaanmu tak terjawab, Allah tak lupa berapa kata yang kau ucap, saat ajakanmu tak terpenuhi, lelahmu tak akan tertinggal di catat RaqibNya, ketika kau menangis atas perihnya perjuanganmu, Allah tak lalai menghitung berapa tetes air matamu, ketika mereka lari meninggalkanmu, Allah tak akan lupa menyertaimu.
_Aisyah_
Begitu banyak warna dalam perjalanan kita, ada yang tetap bertahap, namun tidak sedikit yang pergi meninggalkannya. Beginilah jalan da’wah mengajarkan kita tentang ukhuwah,tentan pengerbanan dan keikhlasan.Kadang kesal kadang lelah,kadang canda tawa.Tak kuat rasanya untuk bertahan namun sayang untuk di tinggalkan,kadang hati bertanya,ya Allah kapan kami bisa beristirahat dari jalan ini ? Lalu Allah menjawab ketika laki-laki kalian menginjak surga.
_Rahmi_
Allah begitu cinta kepada kita, hingga ujian tak lekang dari keseharian kita. Jika generasi terdahulu menebus surga dengan jiwa-jiwa mereka. Maka apa yang telah kita berikan untuk menebus surganya ? jika mereka berlinang darah untuk mencari keridaan Rabbanya, lalu pantaskah kita yang hanya berlinang keringat dan sedikit air mata lalu berkata “Aku mencari ridhaMu ya Allah “ begitilah kita dengan pengorbanan yang ala kadarnya meencoba untuk meraih seperti apa yang diraih generasi terdahulu “Rabba inilah kami hamba-hambaMu yang lemah nan hina, memohon keistiqamahan hingga ajal menjemput kami, lalu engkaupun berkenang memasukkan kami kesyurgaMu dan menatap wajahMU yang teramat kami rinndukan ‘’
_Rahmi_
Andai perjuangan ini mudah, pasti banyak yang menyertainya. Andai perjuangan ini menjanjikan kesenangan, pasti banyak yang tertarik padaNya. Tapi hakikat perjuangan bukan begitu. Turun naiknya, sakit pedihnya, umpama kemanisan yang tak terhingga. Andai rebah, bangkitlah seperti semula. Andai terluka, ingatlah janjinya.
_Swardy_
Pelajarilah al-Qur’an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai penolong para pembacanya (muslim). Al-Qur’an adalah jamuan Allah buat hambaNya, kasih sayang Allah yang diturunkan pada seluruh manusia. Sahabat terbaik yang ada di bumi. Orang yang bersahabat dengan Al-Qur’an pasti bahagia, para penghafal Al-Qur’an adal;ah keluarga Allah yang ada di bumi, penghafal Al-Qur’an adalah sahabatnya para malaikat yang mulia lagi taat. Para penghafal Al-Qur’an adalah manusia terbaik.
¬_Ust Burhan¬_
Dari Abu Dzar ra. Bahwa Rasulullah saw. keluar dari rumahnya ketika musim dingin, waktu itu daun-daun berguguran. Rasulullah saw. mengambil ranting dari sebatang pohon, sehingga daun-daun di ranting itupun banyak barguguran. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Wahai Abu Dzar”, saya menyahut “labbaik yaa Rasulallah” lalu beliau bersabda “sesungguhnya seorang hamba yang Muslim, jika menunaikan shalat dengan ikhlas karena Allah, maka dosa-dosanya akan berguguran seperti gugurnya daun-daunini dari pohonnya.” (HR Ahmad At Targhib)
_Evi_
Allah yang membuat hati kita mampuh tersenyum walau menangis, untuk bertahan saat hati kita merasa ingin menyerah, untuk berdo’a saat kehabisan kata-kata, untuk mencintai walau hati kita hancur berkali-kali, untuk mengerti walau tak satupun yang kelihatan memberi arti. Segalanya menjadi mungkin karena Allah membuat kita mampuh untuk berbuat hal itu....
_Aisyah_
Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukanlah apa yang kamu inginkan. Terbanglah kemanapun yang engkau mau dengan sayapmu. Karena kemanapun kamu pergi, kalau ditakdirkan kau di sana dan akau di sini. Walaupun kau di sini dan aku di sana. Kau akan kembali ke sana dan aku akan kembali di sini.
_Febry_
Jika berkata lembut dapat didengar, kenapa harus berteriak? Jika tersenyum dapat menyenangkan jiwa, kenapa harus cemberut? Jika saling memberi dapat mempererat silaturrahim, kenapa harus ditolak? Jika kebersamaan dapat membahagiakan hati, kenapa harus diputus? Kebaikan, pengertian, kejujuran, kelembutan, kasih sayang, kesabaran adalah milikNya, maka kenapa kita tidak melakukannya? Jika kebohongan, kesombongan, keegoisan adalah lingkaran hitam yang menutupi hati kita, kenapa tidak kita hapuskan? Waktunya untuk membuka lembaran baru dalam hidup kita. Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
_085399049664_
Kenapa aku diuji? Jawabnya: QS Al-Mulk ayat 2
Diuji dalam bentuk apa? Jawabnya: QS Al-Baqarah ayat 155-157
Bagaimana Aku harus menghadapinya? Jawabnya: QS Al-Baqarah ayat 45
Mengapa Ujian seberat ini? Jawabnya: QS Al-Baqarah ayat 286
Kepada siapa Aku berharap? Jawabnya: Al-Fatihah ayat 5
Mengapa hasilnya tidak seperti yang diidam-idamkan? Jawabnya: QS Al-Baqarah 256
Lalu apa yang aku dapat dari semua ini? Jawabnya: QS Ar-Rad ayat 23-24
_Fitry_
Tujuan hidup adalah mati. Kita tak punya banyak waktu untuk menangisi diri kita yang di dzalimi. Biarlah Allah yang membalasnya. “Dan janganlah kamu mengikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian kemari menghamburkan Fitnah” Al-Qalam 10-11.
_Febri_
Kebenaran tidak di ukur seseorang tapi oranglah yang diukur dengan kebenaran. “Orang yang menyambung hubungan kekeluargaan bukanlah yang membalas kebaikannya, tapi orang yang apabila hubungan kekeluargaannya diputus ia berusaha menyambungnya” HR Bukhori, Tirmidzi. “ Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Albaqarah: 6.
_Febry_
Rindu surga adalah solusi efektif untuk mengurangi rasa cinta dunia yang berlebihan. Rindu surga adalah solusi terbaik untuk mengatasi sifat malas beribadah. Rindu surga adalah sumber motivasi untuk memperindah akhlak. Tetaplah semangat wahai perindu surga.
_Enhy_
Buatlah rencana dan jangan takut untuk merencanakan kebaikan. Karena orang yang gagal berencanasama saja ia merencanakankegagalan. Begitupun hari esok yang tak akan menunggu kita untuk berencana. Di manapun kita terlelap semalam, ia akan selalu datang untuk kita meski dalam bentuk yang tak terduga. Gerimis ataupun cerah, karenya tak salah bila kita segera berencana, melaksanakan atau memperbaiki aksi dari apa yang telah kita rencanakansaban hari lalu.
_Taufiq_
Beberapa nasihat Lukamanul Hakim kepada anaknya:
1. Apabila kamu shalat maka jagalah hatimu
2. Apabila kamu bergabung dengan orang lain, maka jagalah mulutmu
3. Apabila kamu di rumah orang lain, maka jagalah pandanganmu
4. Apabila kamu di hidangkan makanan, maka jagalah perutmu
Ada 2 hal yang kamu tidak boleh mengingatnya: perbuatan jelek manusia kepadamu, dan perbuatan baikmu kepada manusia. Ada 2 hal yang harus selalu kamu ingat: Allah Azza Wa Jalla dan Alam akhirat.
_Aisyah_
Jika kita berbuat baik sebelum orang berbuat baik kepada kita itu namanya keutamaan. Jika kita berbuat baik setelah orang berbuat baik kepada kita itu namanya balasan. Jika kita berbuat baik setelah orang berbuat jahat kepada kita itu namanya kemurahan hati.
_UJ Febri_
Umar Bin Khattab ra berkata “Hisablah diri kalian sebelum kalian di hisab, dan timbanglah diri kalian sebelum di timbang, dan berhiaslah untuk menghadapi hari Al-Aradl Akbar dimana pada hari itu (segala sesuatu) akan diungkapkan, tidak ada yang tersembunyi dari kalian sama sekali” atau “Berhiaslah kepada siapa yang tidak dapat kalian sembunyikan amal kalian (yakni Allah)”.
_Anhi_
Hari ini semua murid di absen:
1. Rindu. Hadir bu’
2. Kangen. Ada bu’
3. Kasih.Izin bu’
4. Sayang. Sakit bu’
5. Cinta.. cinta? Cinta kemana? Tanya bu guru
Rindu dan Kangen menjawab “Cinta tidak ada bu’, dia tadi ada, tapi pulang”. Bu guru: Kenapa? Murid Menjawab: “karena CINTA gak akan ahadir tanpa ada KASIH dan SAYANG...
_Fikha_
Keunggulan manusia itu tidak hanya dalam kecerdasan akal pikirannya, bukan juga hanya dalam kepandaian ucapannya, bukan hanya dalam kekuatan fisiknya, tetapi yang lebih utama adalah kekuatan keteguhan hatinya.
_085396247097_
_Fitry_
Pada awalnya semua orang bangga dengan pilihannya. Tapi pada akhirnya tidak semua orang setia pada pilihannya. Saat ia sadar bahwa yang dia pilih mungkin tidak sepenuhnya seperti yang dia impikan dan dia inginkan. Karena yang tersulit dalam hidup bukanlah memilih, tetapi bertahan pada pilihan. Sedikit waktu mungkin sudah cukup untuk menentukan pilihan, tapi untuk bertahan pada pilihan, mungkin harus menghabiskan sisa usia yang dimiliki. Semoga kita termasuk orang-orang yang pandai memilih dan mampuh setia dengan apa yang telah kita pilih, dan mempertahankan pilihan itu.
_Icha’_
Ketika senyummu tak terbalas, Allah telah menghitung manisnya senyummu, saat sapaanmu tak terjawab, Allah tak lupa berapa kata yang kau ucap, saat ajakanmu tak terpenuhi, lelahmu tak akan tertinggal di catat RaqibNya, ketika kau menangis atas perihnya perjuanganmu, Allah tak lalai menghitung berapa tetes air matamu, ketika mereka lari meninggalkanmu, Allah tak akan lupa menyertaimu.
_Aisyah_
Begitu banyak warna dalam perjalanan kita, ada yang tetap bertahap, namun tidak sedikit yang pergi meninggalkannya. Beginilah jalan da’wah mengajarkan kita tentang ukhuwah,tentan pengerbanan dan keikhlasan.Kadang kesal kadang lelah,kadang canda tawa.Tak kuat rasanya untuk bertahan namun sayang untuk di tinggalkan,kadang hati bertanya,ya Allah kapan kami bisa beristirahat dari jalan ini ? Lalu Allah menjawab ketika laki-laki kalian menginjak surga.
_Rahmi_
Allah begitu cinta kepada kita, hingga ujian tak lekang dari keseharian kita. Jika generasi terdahulu menebus surga dengan jiwa-jiwa mereka. Maka apa yang telah kita berikan untuk menebus surganya ? jika mereka berlinang darah untuk mencari keridaan Rabbanya, lalu pantaskah kita yang hanya berlinang keringat dan sedikit air mata lalu berkata “Aku mencari ridhaMu ya Allah “ begitilah kita dengan pengorbanan yang ala kadarnya meencoba untuk meraih seperti apa yang diraih generasi terdahulu “Rabba inilah kami hamba-hambaMu yang lemah nan hina, memohon keistiqamahan hingga ajal menjemput kami, lalu engkaupun berkenang memasukkan kami kesyurgaMu dan menatap wajahMU yang teramat kami rinndukan ‘’
_Rahmi_
Andai perjuangan ini mudah, pasti banyak yang menyertainya. Andai perjuangan ini menjanjikan kesenangan, pasti banyak yang tertarik padaNya. Tapi hakikat perjuangan bukan begitu. Turun naiknya, sakit pedihnya, umpama kemanisan yang tak terhingga. Andai rebah, bangkitlah seperti semula. Andai terluka, ingatlah janjinya.
_Swardy_
Pelajarilah al-Qur’an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai penolong para pembacanya (muslim). Al-Qur’an adalah jamuan Allah buat hambaNya, kasih sayang Allah yang diturunkan pada seluruh manusia. Sahabat terbaik yang ada di bumi. Orang yang bersahabat dengan Al-Qur’an pasti bahagia, para penghafal Al-Qur’an adal;ah keluarga Allah yang ada di bumi, penghafal Al-Qur’an adalah sahabatnya para malaikat yang mulia lagi taat. Para penghafal Al-Qur’an adalah manusia terbaik.
¬_Ust Burhan¬_
Dari Abu Dzar ra. Bahwa Rasulullah saw. keluar dari rumahnya ketika musim dingin, waktu itu daun-daun berguguran. Rasulullah saw. mengambil ranting dari sebatang pohon, sehingga daun-daun di ranting itupun banyak barguguran. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Wahai Abu Dzar”, saya menyahut “labbaik yaa Rasulallah” lalu beliau bersabda “sesungguhnya seorang hamba yang Muslim, jika menunaikan shalat dengan ikhlas karena Allah, maka dosa-dosanya akan berguguran seperti gugurnya daun-daunini dari pohonnya.” (HR Ahmad At Targhib)
_Evi_
Allah yang membuat hati kita mampuh tersenyum walau menangis, untuk bertahan saat hati kita merasa ingin menyerah, untuk berdo’a saat kehabisan kata-kata, untuk mencintai walau hati kita hancur berkali-kali, untuk mengerti walau tak satupun yang kelihatan memberi arti. Segalanya menjadi mungkin karena Allah membuat kita mampuh untuk berbuat hal itu....
_Aisyah_
Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukanlah apa yang kamu inginkan. Terbanglah kemanapun yang engkau mau dengan sayapmu. Karena kemanapun kamu pergi, kalau ditakdirkan kau di sana dan akau di sini. Walaupun kau di sini dan aku di sana. Kau akan kembali ke sana dan aku akan kembali di sini.
_Febry_
Jika berkata lembut dapat didengar, kenapa harus berteriak? Jika tersenyum dapat menyenangkan jiwa, kenapa harus cemberut? Jika saling memberi dapat mempererat silaturrahim, kenapa harus ditolak? Jika kebersamaan dapat membahagiakan hati, kenapa harus diputus? Kebaikan, pengertian, kejujuran, kelembutan, kasih sayang, kesabaran adalah milikNya, maka kenapa kita tidak melakukannya? Jika kebohongan, kesombongan, keegoisan adalah lingkaran hitam yang menutupi hati kita, kenapa tidak kita hapuskan? Waktunya untuk membuka lembaran baru dalam hidup kita. Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
_085399049664_
Kenapa aku diuji? Jawabnya: QS Al-Mulk ayat 2
Diuji dalam bentuk apa? Jawabnya: QS Al-Baqarah ayat 155-157
Bagaimana Aku harus menghadapinya? Jawabnya: QS Al-Baqarah ayat 45
Mengapa Ujian seberat ini? Jawabnya: QS Al-Baqarah ayat 286
Kepada siapa Aku berharap? Jawabnya: Al-Fatihah ayat 5
Mengapa hasilnya tidak seperti yang diidam-idamkan? Jawabnya: QS Al-Baqarah 256
Lalu apa yang aku dapat dari semua ini? Jawabnya: QS Ar-Rad ayat 23-24
_Fitry_
Tujuan hidup adalah mati. Kita tak punya banyak waktu untuk menangisi diri kita yang di dzalimi. Biarlah Allah yang membalasnya. “Dan janganlah kamu mengikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian kemari menghamburkan Fitnah” Al-Qalam 10-11.
_Febri_
Kebenaran tidak di ukur seseorang tapi oranglah yang diukur dengan kebenaran. “Orang yang menyambung hubungan kekeluargaan bukanlah yang membalas kebaikannya, tapi orang yang apabila hubungan kekeluargaannya diputus ia berusaha menyambungnya” HR Bukhori, Tirmidzi. “ Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Albaqarah: 6.
_Febry_
Rindu surga adalah solusi efektif untuk mengurangi rasa cinta dunia yang berlebihan. Rindu surga adalah solusi terbaik untuk mengatasi sifat malas beribadah. Rindu surga adalah sumber motivasi untuk memperindah akhlak. Tetaplah semangat wahai perindu surga.
_Enhy_
Buatlah rencana dan jangan takut untuk merencanakan kebaikan. Karena orang yang gagal berencanasama saja ia merencanakankegagalan. Begitupun hari esok yang tak akan menunggu kita untuk berencana. Di manapun kita terlelap semalam, ia akan selalu datang untuk kita meski dalam bentuk yang tak terduga. Gerimis ataupun cerah, karenya tak salah bila kita segera berencana, melaksanakan atau memperbaiki aksi dari apa yang telah kita rencanakansaban hari lalu.
_Taufiq_
Beberapa nasihat Lukamanul Hakim kepada anaknya:
1. Apabila kamu shalat maka jagalah hatimu
2. Apabila kamu bergabung dengan orang lain, maka jagalah mulutmu
3. Apabila kamu di rumah orang lain, maka jagalah pandanganmu
4. Apabila kamu di hidangkan makanan, maka jagalah perutmu
Ada 2 hal yang kamu tidak boleh mengingatnya: perbuatan jelek manusia kepadamu, dan perbuatan baikmu kepada manusia. Ada 2 hal yang harus selalu kamu ingat: Allah Azza Wa Jalla dan Alam akhirat.
_Aisyah_
Jika kita berbuat baik sebelum orang berbuat baik kepada kita itu namanya keutamaan. Jika kita berbuat baik setelah orang berbuat baik kepada kita itu namanya balasan. Jika kita berbuat baik setelah orang berbuat jahat kepada kita itu namanya kemurahan hati.
_UJ Febri_
Umar Bin Khattab ra berkata “Hisablah diri kalian sebelum kalian di hisab, dan timbanglah diri kalian sebelum di timbang, dan berhiaslah untuk menghadapi hari Al-Aradl Akbar dimana pada hari itu (segala sesuatu) akan diungkapkan, tidak ada yang tersembunyi dari kalian sama sekali” atau “Berhiaslah kepada siapa yang tidak dapat kalian sembunyikan amal kalian (yakni Allah)”.
_Anhi_
Hari ini semua murid di absen:
1. Rindu. Hadir bu’
2. Kangen. Ada bu’
3. Kasih.Izin bu’
4. Sayang. Sakit bu’
5. Cinta.. cinta? Cinta kemana? Tanya bu guru
Rindu dan Kangen menjawab “Cinta tidak ada bu’, dia tadi ada, tapi pulang”. Bu guru: Kenapa? Murid Menjawab: “karena CINTA gak akan ahadir tanpa ada KASIH dan SAYANG...
_Fikha_
Keunggulan manusia itu tidak hanya dalam kecerdasan akal pikirannya, bukan juga hanya dalam kepandaian ucapannya, bukan hanya dalam kekuatan fisiknya, tetapi yang lebih utama adalah kekuatan keteguhan hatinya.
_085396247097_
Selasa, 12 April 2011
Mkalah Ilmu Jiwa Agama Pada Remaja
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur ke hadirat Allah Rabbul ‘Alamin, karena dengan izinnya kami dapat menyelesaikan tugas kelompok berupa makalah yang telah diamanahkan kepada kami.
Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw. yang telah membawa kedamaian dan rahmat untuk semesta alam, Nabi yang sepantasnya kita jadikan tauladan dari setiap sisi kehidupannya bilamana kita ingin merasakan nikmatnya hidup di dunia dan di akhirat.
Dalam makalah ini kami tuliskan sesuai dengan hasil tinjauan pustaka yang kami laksanakan berdasarkan referensi yang relevan dengan judul serta tema tugas yang telah diamanahkan kepada kami.
Makassar, 12 April 2011
Kelompok IV
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Usia remaja adalah masa dimana segala sesuatu dengan mudah dibentuk dan akan sangat menentukan bagaimana selanjutnya di masa yang akan datang. Hal itulah yang mendasari betapa pentingnya penelaahan dan penelitian dilakukan sehingga kita tidak akan melakukan kesalahan-kesalahan fatal dalam membentuk karakter anak dan remaja yang tentunya akan menjadi penerus kita menjadi khalifah di muka bumi ini kelak. Menjadi khalifah atau pemimpin itu adalah sebuah tanggung jawab besar yang akan dimintai pertanggungjawabannya kelak, sehingga kita perlu membekali dengan segala persiapan sedini mungkin terhadap anak dan remaja yang notabenenya akan menjadi penerus kita kelak.
Dapat dikatakan bahwa sikap atau kepribadian seseorang ditentukan oleh pendidikan, pengalaman, dan latihan-latihan yang dilalui pada masa kanak-kanak. Seseorang yang pada masa kecilnya mendapatkan pendidikan, pengalaman dan latihan-latihan terhadap hal-hal yang religius, santun dan ringan tangan (suka membantu) terhadap sesama, empatik terhadap kesusahan dan segala masalah persoalan sosial di lingkungan sekitarnya, maka setelah dewasa nanti akan merasakan pentingnya nilai-nilai agama didalam hidupnya (religius) dan kepribadian (private).
Pendidikan agama haruslah ditanam sejak dini. Karena pendidikan agama sangat penting untuk tumbuh kembang jiwa anak maupun remaja. Dengan agama yang berlandaskan aqidah dan akhlaq dapat mengarahkan perilaku anak maupun remaja ke perilaku yang baik. Dengan pendidikan agama tentunya diharapkan adanya implikasi dari rasa agama anak dan remaja yang baik juga.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka kami akan mengambil permasalahan “Perkembangan Ilmu Jiwa Agama pada Remaja”. Masalahnya dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Apa pengertian dari remaja?
2. Bagaimana perasaan beragama pada remaja?
3. Bagaimana motivasi beragama pada remaja?
4. Bagaimana sikap beragama pada remaja?
5. Apa saja faktor-faktor keberagamaan pada remaja?
II. PEMBAHASAN
A. Pengertian Remaja
Remaja adalah masa peralihan, yang ditempuh oleh seseorang dari kanak-kanak menuju dewasa. Atau dapat dikatakan bahwa masa remaja adalah perpanjangan masa kanak-kanak sebelum mencapai masa dewasa. Anak-anak jelas kedudukannya, yaitu yang belum dapat hidup sendiri, belum matang dari segala segi, tubuh masih kecil, organ-organ belum dapat menjalankan fungsinya secara sempurna, kecerdassan, emosi dan hubungan social belum selesai pertumbuhannya. Hidupnya masih bergantung pada orang dewasa, belum dapat diberi tanggng jawab atas segala hal. Dan mereka menerima kedudukan seperti itu.
Karena itulah maka ahli-ahli jiwa tidak mempunyai kata sepakat tentang betapa panjangnya masa remaja tersebut, maka mereka hanya sepakat dalam penentuan permulaan masa remaja, yaitu dengan dimulainya kegoncangan, yang ditandai dengan datangnya Haid (menstruasi) pertama bagi wanita, dan Mimpi pada pria. Kejadian yang menentukan ini tidak sama antara satu anak dengan anak yang lainnya, ada yang dimulai pada umur 12 tahun, tapi ada pula yang baru berumur 11 tahun. Tapi secara rata-rata terjadi pada umur 13 tahun sebagai permulaan masa remaja (Adolesen) sedangkan akhir masa remaja itu, bermacam-macam. Ada yang mengatakan berumur 15 tahun, ada pula yang mengatakan berumur 18 tahun, bahkan dalam bidang kemantapan beragama umur itu oleh ahli jiwa diperpanjang lagi sampai 24 atau 25 tahun. Batas-batas umur yang bermacam-macam itu baik yang berumur 15, 18, 21, maupun 25 tahun adalah wajar dan cocok bagi masing-masing masyarakat, sesuai dengan nilai dan ukurannya sendiri.
Kendatipun bermacam-macam umur yang ditentukan sebagai batas yang menentukan masa remaja, namun pada umumnya para ahli mengambil patokan ± antara 13-21 tahun adalah umur remaja. Sedang yang khususnya mengenai perkembangan jiwa agama dapat diperpanjangn menjadi ± 13-24 tahun.
Masa remaja, adalah masa penuh kegoncangan jiwa, berada dalam masa peralihan atau di atas jembatan goyang, yang menghubungkan masa kanak-kanak yang penuh keberuntungan, dengan masa dewasa yang matang dan berdiri sendiri.
Kendatipun masa remaja itu tidak ada batas umur yang tegas, yang dapat ditujukan, namun dapat kita kira-kirakan dan perhitungkan sesuai dengan masyarakat lingkungan remaja itu sendiri. Kendatipun besar ataupun kecil kegoncangan yang dialami oleh remaja-remaja dari berbagai tingkat masyarakat, namun dapat dipastikan bahwa kegoncangan remaja itu ada terjadi. Dalam kondisi jiwa yang demikian, agama mempunyai peranan penting dalam kehidupan remaja. Memang, kadang-kadang kita melihat keyakinan remaja terombang ambing, tidak tetap, bahkan kadang-kadang berubah, sesuai dengan perubahan perasaan yang dilaluinya. Suatu hal yang tidak bisa disangkal, adalah bahwa remaja-remaja itu secara potensial telah beragama.
Dalam peta psikologi remaja terdapat tiga bagian:
1. Fase Pueral
Bisa juga disebut Fase Pra Pubertas, masa di mana terjadi peralihan dari kanak-kanak ke remaja. Pada anak perempuan, masa ini lebih singkat dibandingkan dengan anak laki-laki. Anak perempuan terlihat lebih cepat dewasa dalam menanggapi perubahannya. Bahkan tak jarang, anak perempuan menganggap anak laki-laki seusianya masih bersikap seperti anak-anak.
Pada masa ini, terjadi perubahan yang besar pada remaja, yaitu meningkatnya hormon seksualitas dan mulai berkembangnya organ-organ seksual serta organ-organ reproduksi remaja. Secara fisik, anak perempuan berkembang dengan lebih cepat. Mereka mengalami menstruasi, pembesaran payudara, tumbuhnya jerawat, serta pelebaran yang formal, dan cenderung bergabung dengan teman-teman pilihannya. Pada masa ini remaja tidak mau dikatakan anak-anak, tetapi juga tidak bersedia dikatakan dewasa. Pada fase pertama ini merasa tidak tenang.
2. Fase Negative
Fase kedua ini hanya berlangsung beberapa bulan saja, yang ditandai oleh sikap ragu- ragu, murung, suka melamun dan sebagainya.
3. Fase Pubertas
Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Masa pubertas dalam kehidupan kita biasanya dimulai saat berumur delapan hingga sepuluh tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun. Pada masa ini memang pertumbuhan dan perkembangan berlangsung dengan cepat. Pada wanita pubertas ditandai dengan menstruasi pertama (menarche), sedangkan pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah. Kini, dikenal adanya pubertas dini pada remaja. Masa ini yang dinamakan dengan Masa Adolesen.
B. Perasaan Beragama Pada Remaja
Gambaran remaja tentang Tuhan dengan sifat-sifatNya merupakan bagian dari gambarannya terhadap alam dan lingkungannya serta dipengaruhi oleh perasaan dan sifat dari remaja itu sendiri. Keyakinan agama pada remaja merupakan interaksi antara dia dengan lingkungannya. Misalnya, kepercayaan remaja akan kekuasaan Tuhan menyebabkannya pelimpahan tanggung jawab atas segala persoalan kepada Tuhan, termasuk persoalan masyarakat yang tidak menyenangkan, seperti kekacauan, ketidak adilan, penderitaan, kezaliman, persengketaan, penyelewengan dan sebagainya yang terdapat dalam masyarakat akan menyebabkan mereka kecewa pada Tuhan, bahkan kekecewaan tersebut dapat menyebabkan memungkiri kekuasaan Tuhan sama sekali.
Perasaan remaja kepada Tuhan bukanlah tetap dan stabil, akan tetapi adalah perasaan yang yang tergantung pada perubahan-perubahan emosi yang sangat cepat, terutama pada masa remaja pertama. Kebutuhan akan Allah misalnya, kadang-kadang tidak terasa jika jiwa mereka dalam keadaan aman, tentram dan tenang. Sebaliknya, Allah sangat dibutuhkan apabila mereka dalam keadaan gelisah, karena menghadapi musibah atau bahaya yang mengancam ketika ia takut gagal atau merasa berdosa.
C. Motivasi Beragama Pada Remaja
Menurut Nico Syukur Dister Ofm, motifasi beragama dibagi menjadi empat motivasi, yaitu:
1. Motivasi yang didorong oleh rasa keinginan untuk mengatasi frustasi yang ada dalam kehidupan, baik frustasi karena kesukaran dalam menyesuaikan diri dengan alam, frustasi social, frustasi moral maupun frustasi karena kematian.
2. Motivasi beragama karena didorong oleh keinginan untuk menjaga kesusilaan dan tata tertib masyarakat.
3. Motivasi beragama karena didorong oleh keinginan untuk memuaskan rasa ingin tahu manusia atau intelek ingin tahu manusia.
4. Motivasi beragama karena ingin menjadikan agama sebagai sarana untuk mengatasi ketakutan.
D. Sikap Remaja Dalam Beragama
Terdapat empat sikap remaja dalam beragama, yaitu:
1. Percaya Ikut- Ikutan
Percaya ikut- ikutan ini biasanya dihasilkan oleh didikan agama secara sederhana yang didapat dari keluarga dan lingkungannya. Namun demikian ini biasanya hanya terjadi pada masa remaja awal (usia 13-16 tahun). Setelah itu biasanya berkembang kepada cara yang lebih kritis dan sadar sesuai dengan perkembangan psikisnya.
2. Percaya Dengan Kesadaran
Semangat keagamaan dimulai dengan melihat kembali tentang masalah-masalah keagamaan yang mereka miliki sejak kecil. Mereka ingin menjalankan agama sebagai suatu lapangan yang baru untuk membuktikan pribadinya, karena ia tidak mau lagi beragama secara ikut- ikutan saja. Biasanya semangat agama tersebut terjadi pada usia 17 tahun atau 18 tahun. Semangat agama tersebut mempunyai dua bentuk:
a. Dalam bentuk positif
Semangat agama yang positif, yaitu berusaha melihat agama dengan pandangan kritis, tidak mau lagi menerima hal- hal yang tidak masuk akal. Mereka ingin memurnikan dan membebaskan agama dari bid’ah dan khurafat, dari kekakuan dan kekolotan.
b. Dalam bentuk negatif
Semangat keagamaan dalam bentuk kedua ini akan menjadi bentuk kegiatan yang berbentuk khurafi, yaitu kecenderungan remaja untuk mengambil pengaruh dari luar kedalam masalah- masalah keagamaan, seperti bid’ah, khurafat dan kepercayaan- kepercayaan lainnya.
3. Percaya, Tetapi Agak Ragu- Ragu
Keraguan dan kepercayaan remaja terhadap agamanya dapat dibagi menjadi dua:
a) Keraguan disebabkan kegoncangan jiwa dan terjadinya proses perubahan dalam pribadinya. Hal ini merupakan kewajaran.
b) Keraguan disebabkan adanya kontradiksi atas kenyataan yang dilihatnya dengan apa yang diyakininya, atau dengan pengetahuan yang dimiliki.
4. Tidak Percaya Atau Cenderung Ateis
Perkembangan ke arah tidak percaya pada Tuhan sebenarnya mempunyai akar atau sumber dari masa kecil. Apabila seorang anak merasa tertekan oleh kekuasaan atau kezaliman orang tua, maka ia telah memendam sesuatu tantangan terhadap kekuasaan orang tua, selanjutnya terhadap kekuasaan apa pun, termasuk kekuasaan Tuhan.
E. Faktor- Faktor Keberagamaan
Jika kita ingin meneliti dan mempelajari perkembangan perasaan agama pada remaja, kiranya kita tidak dapat mengabaikan faktor-faktor terpenting dalam pertumbuhan remaja itu, antara lain:
1. Pertumbuhan Mental Remaja
Ide-ide agama, dasar-dasar keyakinan dan pokok-pokok ajaran agama, pada dasarnya diterima oleh seseorang pada masa kecilnya, ide-ide dan pokok ajaran-ajaran agama yang diterimanya pada waktu kecil itu akan berkembang dan bertambah subur, apabila anak atau remaja dalam menganut kepercayaan itu tidak mendapat kritikan-krtitikan dalam hal agama itu. Dan apa yang bertumbuh dari kecil itulah yang menjadi keyakinan yang dipegangnya melalui pengalaman-pengalaman yang dialaminya atau dirasakannya.
Kapan seorang anak mampu mengerti hal-hal yang Abstrak itu?
Alfred Binet, seorang psikologis Perancis yang hidup pada tahun 1857-1911, yang terkenal dalam usahanya untuk menentukan kecerdasan anak-anak dengan tesnya yang terkenal dengan “test binnet/simon”. Yang buat pertama kali diperkenalkan Intelligence Quotient (IQ) pada tahun 1905. Binnet berpendapat, bahwa kemampuan untuk mengerti masalah-masalah yang abstrak, tidak sempurna perkembangannya sebelum mencapai usia 12 tahun. Dan kemampuan untuk mengambil kesimpulan yang abstrak dari fakta-fakta yang ada, baru tampak pada umur 14 tahun. Itulah sebabnya maka pada umur 14 tahun itu, anak telah dapat menolak saran-saran yang tiak dimengertinya dan mereka sudah dapat mengkritik pendapat-pendapat tertentu yang berlawanan dengan kesimpulan yang diambilnya.
Remaja-remaja yang mendapat didikan agama dengan cara tidak memberi kesempatan untuk berpikir logis dan mengkritik pendapat-pendapat yang tidak masuk akal, disertai pula oleh kehidupan lingkungan dan orang tua, yang juga menganut agama yang sama, maka kebimbangan pada masa remaja itu sangat kurang. Remaja-remaja akan merasa gelisah dan kurang aman apabila agama atau keyakinannya berlainan dengan yang dianut oleh orang tuanya. Keyakinan orang tua dan keteguhannya dalam menjalankan ibadah, serta memelihara nilai-nilai agama alam hidupnya sehari-hari menolong remaja dari kebimbangan agama.
Setelah perkembangan mental remaja sampai kepada mampu menerima atau menolak ide-ide atau pengertian-pengertian yang abstrak, maka pandangannya terhadap alam dengan segala isi dan peristiwanya berubah, dari mau menerima tanpa pengertian, menjadi menerima dengan penganalisaan.
Perkembangan mental remaja ke arah berpikir logis (falsafi) itu, juga mempengaruhi pandangannya dan keyakinannya kepada Tuhan. Karena mereka tidak dapat melupakan Tuhan dari segala peristiwa yang terjadi di alam ini.
Kepercayaan remaja akan hari kiamat, hari pembalasan, di mana setiap orang akan menerima ganjaran atau siksaan sesuai dengan perbuatannya di dunia, akan menyebabkan ragu pula akan keadilan Tuhan, apabila ia melihat adanya (banyak) orang yang terpaksa dalam perbuatannya. Sebagai contoh seorang Gadis yang berumur 18 tahun sebagi berikut: “kalaupun saya akan dihukum oleh tuhan karena durhaka kepada orang tua, apa boleh buat; tapi saya akan protes kepada-Nya, karena saya durhaka bukan karena keinginan saya, tapi karena perlakuan merekalah yang menyebabkan saya durhaka, mereka kejam, kasar dan sering menyakiti saya.”
Gadis yang merasa sakit hati dan tidak senang hati atas perlakuan orang tuanya yang tidak bijaksana, merasa tidak adillah Tuhan, apabila kedurhakaannya kepda orang tuanya itu akan menyebabkannya dihukum di akhirat nanti.
2. Masalah Mati dan Kekekalan
Pada masa remaja telah dapat dipahami bahwa mati itu adalah suatu yang tidak dapat dihindari oleh setiap orang, bahkan mati itu adalah fenomena alamiah yang harus terjadi. Pemikiran remaja tentang hal ini adalah terdorong oleh kepentingan emosi yang dirasakannya dan yang terjadi disekitar lingkungannya yang menimpa seluruh makluk hidup. Kendatipun pemikiran tentang mati itu telah meningkat, namun mereka tidak menghilangkan kegelisahan, yang mengambil bentuk sebagai berikut:
a. Takut berpisah dengan keluarga
b. Takut dirinya akan mati, karena
1) Berpisah dengan orang tua yang disayanginya dan khawatir akan meninggalnya mereka.
2) Rasa dosa, takut bertemu dengan Allah seolah-olah takut mati itu sebanarnya adalah takut akan hukuman akhirat.
3) Takut mati karena ambisinya. Memang pada masa remaja, ambisi itu adalah suatu ciri khasnya. Remaja lebih banyak khayalan dan cita-cita, serta takut tidak akan tercapai cita-cita itu.
Keyakinan itu akan mengurangkan kecemasan terhadap mati, kepada yang berhubungan itu, yaitu neraka dengan apinya, dan surga dengan kenikmatannya, jika kegelisahan itu bertambah, maka hidup ini tidak akan dirasakan berarti lagi. Maka takut akan neraka dan harap akan masuk surga dalam ajaran agama.
Setelah mati diakui dan diterima oleh remaja, maka ada diantaranya yang ingin mati, mungkin ini disebabkan adanya gambaran tentang negative takut mati (Reaction formation) psikoanalisa. Atau karena ingin lari dari kesukaran hidup yang dialaminya. Bahkan ada orang yang seolah-olah menghadang mati, sebenarnya ia ingin kekal dalam bentuk apapun.
3. Emosi dan Pengaruhnya Terhadap Kepercayaan agama
Sesungguhnya emosi memegang peranan penting dalam sikap dan tindak agama. Tidak ada satu sikap atau tindak agama seseorang yang dapat dipahami, tanpa mengindahkan emosinya. Karena itu, dalam meneliti atau mempelajari perkembangan ilmu jiwa agama pada seseorang, perlu diperhatikan seluruh fungsi-fungsi jiwanya sebagai kebulatan.
Masa remaja adalah masa bergejolaknya bermacam perasaan yang kadang-kadang bertentangan satu sama lain. Diantara sebab-sebab atau sumber-sumber kegoncangan emosi pada remaja, adalah konflik atas pertentangan yang terjadi pada remaja dalam kehidupan.
Diantara konflik yang membingungkan dan menggelisahkan remaja ialah, jika mereka merasa atau mengetahui adanya pertentangan ajaran agama dan ilmu pengetahuan, maka remaja akan gelisah dan mungkin akan menggoncangkan keyakinannya yang telah tertanam itu. Diantara konflik atau pertentangan yang terjadi dalam remaja ialah adanya dorongan-dorongan sex. Menurut Kinsey, seorang psikolog asal Amerika berpendapat bahwa dorongan sex itu telah menyebabkan ± 90% dari remaja Amerika melakukan perbuatan onani. Di Negara-negara yang agamanya kuat, berbuat onani itu, sering kali menyebabkan para remaja menjadi gelisah, kegelisahan ini yang membuat gelombang-gelombang keyakinan terhadap mereka, kadang menjadi rajin shalat, ata berdo’a kepada Allah. Tapi kadang ia menjadi putus asa dan menjadi acuh kepada agama. Apabila kita tahu bahwa masa remaja adalah masa yang tidak stabil emosinya di mana perasaan sering tidak tentram, maka keyakinanpun akan kelihatan maju mundur (ambivalen) dan pandangannya terhadap Tuhan akan berubah-ubah sesuai dengan kondisi emosinya. Dalam hal ini kita dapat mengetahui bagaimana pendapat remaja tentang:
a. Sifa-sifat Tuhan
Apabila seorang menyebutkan nama sifat-sifat Tuhan, hal ini tidak timbul dari keyakinannya yang telah tetap, akan timbul dari sikap emosi dan keadaan jiwanya pada waktu itu.
b. Perasaan Agama yang kembar (ambivalen)
Keyakinan akan sifat Tuhan yang banyak itu berubah-ubah sesuai dengan kondisi emosinya, dan ia mengalami keyakinan yang maju mundur. Kadang terasa sekali olehnya keyakinan kepada Tuhan, terasa dekat, seolah-olah dia berdialog langsung kepada Tuhan. Tapi terkadang ia merasa jauh, tidak dapat memusatkan pikiran waktu berdo’a atau shalat. Kondisi keimanan yang kembar (maju-mundur) itu adalah satu ciri khas remaja, yang sedang mengalami kegoncangan emosi.
4. Perkembangan Moral dan Hubungannya dengan Agama
Agama mempunyai peranan penting dalam pengendalian moral seseorang. Tapi harus diingat bahwa pengertian tentang agama, tidak otomatis sama dengan bermoral. Betapa banyak orang yang mengerti agama, tapi moralnya merosot. Dan tidak sedikit pula orang yang tidak mengerti agama sama sekali, tapi moralnya cukup baik.
Oleh sebab itu, seorang peneliti ilmu jiwa agama harus mempelajari pula dinamika dan perkembangan moral, supaya dapat memahami bagaimana peranan agama dalam moral, dan agama itu dapat menjadi pengendali moral. kita akan melihat betapa erat hubungan agama dengan ibadah-ibadah dan moral. Untuk lebih jelas, dapat kita lihat sangkut paut keyakinan beragama dengan moral remaja terutama dalam masalah-masalah berikut:
a. Tuhan sebagai Penolong Moral
Tuhan bagi seorang remaja adalah keharusan moral, pada masa remaja itu, Tuhan lebih menonjol sebagai penolong moral, daripada sandaran emosi. Andaikata kadang-kadang pikiran pada masa remaja itu berontak dan ingin mengingkari ujud Allah, atau ragu-ragu kepadanya, namun tetap ada suatu hal yang menghubungkan dengan Allah yaitu kebutuhannya untuk mengendalikan moral.
b. Pengertian Surga dan Neraka.
Kebanyakan remaja memikirkan alam lain, bukanlah untuk tempat senang-senang atau tempat siksaan jasmani, akan tetapi sebagai lambang bagi pikiran pembalasan atau lambang kebahagiaan yang ingin dicapainya dan terlepas dari kegoncangan remaja yang tidak menyenangkan itu.
c. Pengertian tentang Malaikat dan Setan.
Mereka sadar betapa erat hubungan setan dengan malaikat itu dengan dirinya, mereka menyadari adanya hubungan yang erat antara setan dengan dorongan jahat yang ada dalam dirinya, dan hubungan dengan malaikat dengan moral dan keindahannya yang ideal, demikian pula hubungan surga dengan ketentraman batin dan kekuasaan yang baik, juga antara neraka dengan ketenangan batin dan hukuman-hukuman atas dosa.
5. Kedudukan Remaja dalam Masyarakat dan pengaruhnya Terhadap keyakinannya.
Sikap atau perlakuan Masyarakat yang kurang memberikan kedudukan yang jelas bagi remaja itu, sering kali mempertajam rasa konflik yang sebenarnya telah ada pada remaja, mereka mengharapkan bimbingan dan kepercayaan orang dewasa, terutama keluarganya, tapi di lain pihak mereka ingin bebas, terlepas dari kekuasaan dan kritikan-kritikan orang dewasa, mereka akan mencari orang-orang lain yang dapat mereka jadikan teladan atau pahlawan (hero), sebagai pengganti orang tua atau orang-orang yang biasa menasihati mereka. Seandainya yang menjadi hero tersebut baik, maka pengaruhnya juga baik tapi kalau ia tidak baik, maka pengaruhnya juga kurang baik.
Kecenderungan seorang remaja untuk ikut aktif dalam kegiatan agama sebenarnya ada dan dapat dipupuk, asal lembaga keagamaan tersebut dapat mengikut sertakan remaja dan memberi kedudukan yang pasti kepada mereka. Kebijaksanaan pemimpin agama yang dapat menyadari bahwa remaja mempunyai dorongan dan kebutuhan social yang perlu dipenuhi, akan dapat menggerakan remaja itu ikut aktif dalam agama.
6. Sikap Remaja Terhadap Agama
a. Percaya turut-turutan.
b. Percaya dengan kesadaran yang timbul dari semangat positif dan semangat khurafi (unsure-unsur luar yang tercampur dengan agama).
c. Kebimbangan Beragama.
d. Tidak percaya tuhan.
Robert H. Thouless mengemukakan empat faktor keberagamaan yang dimasukkan dalam kelompok utama, yaitu:
a. Pengaruh- pengaruh sosial
b. Berbagai pengalaman
c. Kebutuhan
d. Proses pemikiran
Faktor sosial mencakup semua pengaruh sosial dalam perkembangan sikap keberagamaan, yaitu: pendidikan orang tua, tradisi- tradisi sosial dan tekanan- tekanan lingkungan sosial untuk menyesuaikan diri dengan berbagai pendapat dan sikap yang disepakati oleh lingkungan.
Faktor lain yang dianggap sebagai sumber keyakinan agama adalah kebutuhan- kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi secara sempurna, sehingga mengakibatkan terasa adanya kebutuhan akan kepuasan agama. Kebutuhan- kebutuhan tersebut dapat dikelompokkan dalam empat bagian, antara lain kebutuhan akan keselamatan, kebutuhan akan cinta, kebutuhan untuk memperoleh harga diri dan kebutuhan yang timbul karena adanya kematian.
Faktor terakhir adalah pemikiran yang agaknya relevan untuk masa remaja, karena disadari bahwa masa remaja mulai kritis dalam menyikapi soal- soal keagamaan, terutama bagi mereka yang mempunyai keyakinan secara sadar dan bersikap terbuka. Mereka akan mengkritik guru agama mereka yang tidak rasional dalam menjelaskan ajaran- ajaran agama islam, khususnya bagi remaja yang selalu ingin tahu dengan pertanyaan- pertanyaan kritisnya. Meski demikian, sikap kritis remaja juga tidak menafikkan faktor- faktor lainnya, seperti faktor berbagai pengalaman.
III. PENUTUP
Kesimpulan
1. Remaja adalah masa peralihan, yang ditempuh oleh seseorang dari kanak-kanak menuju dewasa. Atau dapat dikatakan bahwa masa remaja adalah perpanjangan masa kanak-kanak sebelum mencapai masa dewasa.
2. Perasaan remaja kepada Tuhan bukanlah tetap dan stabil, akan tetapi adalah perasaan yang yang tergantung pada perubahan-perubahan emosi yang sangat cepat, terutama pada masa remaja pertama.
3. Motifasi beragama dibagi menjadi empat motivasi, yaitu:
a. Motivasi yang didorong oleh rasa keinginan untuk mengatasi frustasi yang ada dalam kehidupan, baik frustasi karena kesukaran dalam menyesuaikan diri dengan alam, frustasi social, frustasi moral maupun frustasi karena kematian.
b. Motivasi beragama karena didorong oleh keinginan untuk menjaga kesusilaan dan tata tertib masyarakat.
c. Motivasi beragama karena didorong oleh keinginan untuk memuaskan rasa ingin tahu manusia atau intelek ingin tahu manusia.
d. Motivasi beragama karena ingin menjadikan agama sebagai sarana untuk mengatasi ketakutan.
4. Terdapat empat sikap remaja dalam beragama, yaitu:
a. Percaya Ikut- Ikutan
b. Percaya Dengan Kesadaran
1) Dalam bentuk positif
2) Dalam bentuk negatif
c. Percaya, Tetapi Agak Ragu- Ragu
1) Keraguan disebabkan kegoncangan jiwa dan terjadinya proses perubahan dalam pribadinya. Hal ini merupakan kewajaran.
2) Keraguan disebabkan adanya kontradiksi atas kenyataan yang dilihatnya dengan apa yang diyakininya, atau dengan pengetahuan yang dimiliki.
d. Tidak Percaya Atau Cenderung Ateis
5. Faktor-faktor keberagamaan:
a. Pertumbuhan Mental Remaja
b. Masalah Mati dan Kekekalan
1) Takut berpisah dengan keluarga
2) Takut dirinya akan mati, karena
c. Emosi dan Pengaruhnya Terhadap Kepercayaan agama
d. Perkembangan Moral dan Hubungannya dengan Agama
e. Kedudukan Remaja dalam Masyarakat dan pengaruhnya Terhadap keyakinannya.
f. Sikap Remaja Terhadap Agama
g. Faktor terakhir adalah pemikiran yang agaknya relevan untuk masa remaja.
Tugas Kelompok
Ilmu Jiwa Agama
PERKEMBANGAN ILMU JIWA AGAMA
PADA REMAJA
Disusun oleh Kelompok IV
Munawwar Abd. Hamid
Muhammad
Musakkir
Tuti Wasiat
Wahyudi
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2010
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Remaja
B. Perasaan Beragama Pada Remaja
C. Motivasi Beragama Pada Remaja
D. Sikap Remaja Dalam Beragama
E. Faktor-faktor Keberagamaan
BAB III PENUTUP
Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
Drs. H. Aziz Ahyadi , Psikologi Agama, Mertiana Bandung
Jalaluddin Rakhmat , Psikologi Agama sebuah pengatar, Mizan 2004
Drs. Psy H.A. Aziz Ahyadi , Psikologi Agama, pnerbit Martiana Bandung,
Dr. Nico Syukur Dister, Psikologi Agama, penerbit Kanisius, hal 9
Prof Dr. H. Ramayulis, Psikologi Agama , Kalam Mulia 2004
Aliah B. Purwakanta Hasan, Psikologi Perkembangan Islami, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta
Segala puji dan syukur ke hadirat Allah Rabbul ‘Alamin, karena dengan izinnya kami dapat menyelesaikan tugas kelompok berupa makalah yang telah diamanahkan kepada kami.
Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw. yang telah membawa kedamaian dan rahmat untuk semesta alam, Nabi yang sepantasnya kita jadikan tauladan dari setiap sisi kehidupannya bilamana kita ingin merasakan nikmatnya hidup di dunia dan di akhirat.
Dalam makalah ini kami tuliskan sesuai dengan hasil tinjauan pustaka yang kami laksanakan berdasarkan referensi yang relevan dengan judul serta tema tugas yang telah diamanahkan kepada kami.
Makassar, 12 April 2011
Kelompok IV
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Usia remaja adalah masa dimana segala sesuatu dengan mudah dibentuk dan akan sangat menentukan bagaimana selanjutnya di masa yang akan datang. Hal itulah yang mendasari betapa pentingnya penelaahan dan penelitian dilakukan sehingga kita tidak akan melakukan kesalahan-kesalahan fatal dalam membentuk karakter anak dan remaja yang tentunya akan menjadi penerus kita menjadi khalifah di muka bumi ini kelak. Menjadi khalifah atau pemimpin itu adalah sebuah tanggung jawab besar yang akan dimintai pertanggungjawabannya kelak, sehingga kita perlu membekali dengan segala persiapan sedini mungkin terhadap anak dan remaja yang notabenenya akan menjadi penerus kita kelak.
Dapat dikatakan bahwa sikap atau kepribadian seseorang ditentukan oleh pendidikan, pengalaman, dan latihan-latihan yang dilalui pada masa kanak-kanak. Seseorang yang pada masa kecilnya mendapatkan pendidikan, pengalaman dan latihan-latihan terhadap hal-hal yang religius, santun dan ringan tangan (suka membantu) terhadap sesama, empatik terhadap kesusahan dan segala masalah persoalan sosial di lingkungan sekitarnya, maka setelah dewasa nanti akan merasakan pentingnya nilai-nilai agama didalam hidupnya (religius) dan kepribadian (private).
Pendidikan agama haruslah ditanam sejak dini. Karena pendidikan agama sangat penting untuk tumbuh kembang jiwa anak maupun remaja. Dengan agama yang berlandaskan aqidah dan akhlaq dapat mengarahkan perilaku anak maupun remaja ke perilaku yang baik. Dengan pendidikan agama tentunya diharapkan adanya implikasi dari rasa agama anak dan remaja yang baik juga.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka kami akan mengambil permasalahan “Perkembangan Ilmu Jiwa Agama pada Remaja”. Masalahnya dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Apa pengertian dari remaja?
2. Bagaimana perasaan beragama pada remaja?
3. Bagaimana motivasi beragama pada remaja?
4. Bagaimana sikap beragama pada remaja?
5. Apa saja faktor-faktor keberagamaan pada remaja?
II. PEMBAHASAN
A. Pengertian Remaja
Remaja adalah masa peralihan, yang ditempuh oleh seseorang dari kanak-kanak menuju dewasa. Atau dapat dikatakan bahwa masa remaja adalah perpanjangan masa kanak-kanak sebelum mencapai masa dewasa. Anak-anak jelas kedudukannya, yaitu yang belum dapat hidup sendiri, belum matang dari segala segi, tubuh masih kecil, organ-organ belum dapat menjalankan fungsinya secara sempurna, kecerdassan, emosi dan hubungan social belum selesai pertumbuhannya. Hidupnya masih bergantung pada orang dewasa, belum dapat diberi tanggng jawab atas segala hal. Dan mereka menerima kedudukan seperti itu.
Karena itulah maka ahli-ahli jiwa tidak mempunyai kata sepakat tentang betapa panjangnya masa remaja tersebut, maka mereka hanya sepakat dalam penentuan permulaan masa remaja, yaitu dengan dimulainya kegoncangan, yang ditandai dengan datangnya Haid (menstruasi) pertama bagi wanita, dan Mimpi pada pria. Kejadian yang menentukan ini tidak sama antara satu anak dengan anak yang lainnya, ada yang dimulai pada umur 12 tahun, tapi ada pula yang baru berumur 11 tahun. Tapi secara rata-rata terjadi pada umur 13 tahun sebagai permulaan masa remaja (Adolesen) sedangkan akhir masa remaja itu, bermacam-macam. Ada yang mengatakan berumur 15 tahun, ada pula yang mengatakan berumur 18 tahun, bahkan dalam bidang kemantapan beragama umur itu oleh ahli jiwa diperpanjang lagi sampai 24 atau 25 tahun. Batas-batas umur yang bermacam-macam itu baik yang berumur 15, 18, 21, maupun 25 tahun adalah wajar dan cocok bagi masing-masing masyarakat, sesuai dengan nilai dan ukurannya sendiri.
Kendatipun bermacam-macam umur yang ditentukan sebagai batas yang menentukan masa remaja, namun pada umumnya para ahli mengambil patokan ± antara 13-21 tahun adalah umur remaja. Sedang yang khususnya mengenai perkembangan jiwa agama dapat diperpanjangn menjadi ± 13-24 tahun.
Masa remaja, adalah masa penuh kegoncangan jiwa, berada dalam masa peralihan atau di atas jembatan goyang, yang menghubungkan masa kanak-kanak yang penuh keberuntungan, dengan masa dewasa yang matang dan berdiri sendiri.
Kendatipun masa remaja itu tidak ada batas umur yang tegas, yang dapat ditujukan, namun dapat kita kira-kirakan dan perhitungkan sesuai dengan masyarakat lingkungan remaja itu sendiri. Kendatipun besar ataupun kecil kegoncangan yang dialami oleh remaja-remaja dari berbagai tingkat masyarakat, namun dapat dipastikan bahwa kegoncangan remaja itu ada terjadi. Dalam kondisi jiwa yang demikian, agama mempunyai peranan penting dalam kehidupan remaja. Memang, kadang-kadang kita melihat keyakinan remaja terombang ambing, tidak tetap, bahkan kadang-kadang berubah, sesuai dengan perubahan perasaan yang dilaluinya. Suatu hal yang tidak bisa disangkal, adalah bahwa remaja-remaja itu secara potensial telah beragama.
Dalam peta psikologi remaja terdapat tiga bagian:
1. Fase Pueral
Bisa juga disebut Fase Pra Pubertas, masa di mana terjadi peralihan dari kanak-kanak ke remaja. Pada anak perempuan, masa ini lebih singkat dibandingkan dengan anak laki-laki. Anak perempuan terlihat lebih cepat dewasa dalam menanggapi perubahannya. Bahkan tak jarang, anak perempuan menganggap anak laki-laki seusianya masih bersikap seperti anak-anak.
Pada masa ini, terjadi perubahan yang besar pada remaja, yaitu meningkatnya hormon seksualitas dan mulai berkembangnya organ-organ seksual serta organ-organ reproduksi remaja. Secara fisik, anak perempuan berkembang dengan lebih cepat. Mereka mengalami menstruasi, pembesaran payudara, tumbuhnya jerawat, serta pelebaran yang formal, dan cenderung bergabung dengan teman-teman pilihannya. Pada masa ini remaja tidak mau dikatakan anak-anak, tetapi juga tidak bersedia dikatakan dewasa. Pada fase pertama ini merasa tidak tenang.
2. Fase Negative
Fase kedua ini hanya berlangsung beberapa bulan saja, yang ditandai oleh sikap ragu- ragu, murung, suka melamun dan sebagainya.
3. Fase Pubertas
Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Masa pubertas dalam kehidupan kita biasanya dimulai saat berumur delapan hingga sepuluh tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun. Pada masa ini memang pertumbuhan dan perkembangan berlangsung dengan cepat. Pada wanita pubertas ditandai dengan menstruasi pertama (menarche), sedangkan pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah. Kini, dikenal adanya pubertas dini pada remaja. Masa ini yang dinamakan dengan Masa Adolesen.
B. Perasaan Beragama Pada Remaja
Gambaran remaja tentang Tuhan dengan sifat-sifatNya merupakan bagian dari gambarannya terhadap alam dan lingkungannya serta dipengaruhi oleh perasaan dan sifat dari remaja itu sendiri. Keyakinan agama pada remaja merupakan interaksi antara dia dengan lingkungannya. Misalnya, kepercayaan remaja akan kekuasaan Tuhan menyebabkannya pelimpahan tanggung jawab atas segala persoalan kepada Tuhan, termasuk persoalan masyarakat yang tidak menyenangkan, seperti kekacauan, ketidak adilan, penderitaan, kezaliman, persengketaan, penyelewengan dan sebagainya yang terdapat dalam masyarakat akan menyebabkan mereka kecewa pada Tuhan, bahkan kekecewaan tersebut dapat menyebabkan memungkiri kekuasaan Tuhan sama sekali.
Perasaan remaja kepada Tuhan bukanlah tetap dan stabil, akan tetapi adalah perasaan yang yang tergantung pada perubahan-perubahan emosi yang sangat cepat, terutama pada masa remaja pertama. Kebutuhan akan Allah misalnya, kadang-kadang tidak terasa jika jiwa mereka dalam keadaan aman, tentram dan tenang. Sebaliknya, Allah sangat dibutuhkan apabila mereka dalam keadaan gelisah, karena menghadapi musibah atau bahaya yang mengancam ketika ia takut gagal atau merasa berdosa.
C. Motivasi Beragama Pada Remaja
Menurut Nico Syukur Dister Ofm, motifasi beragama dibagi menjadi empat motivasi, yaitu:
1. Motivasi yang didorong oleh rasa keinginan untuk mengatasi frustasi yang ada dalam kehidupan, baik frustasi karena kesukaran dalam menyesuaikan diri dengan alam, frustasi social, frustasi moral maupun frustasi karena kematian.
2. Motivasi beragama karena didorong oleh keinginan untuk menjaga kesusilaan dan tata tertib masyarakat.
3. Motivasi beragama karena didorong oleh keinginan untuk memuaskan rasa ingin tahu manusia atau intelek ingin tahu manusia.
4. Motivasi beragama karena ingin menjadikan agama sebagai sarana untuk mengatasi ketakutan.
D. Sikap Remaja Dalam Beragama
Terdapat empat sikap remaja dalam beragama, yaitu:
1. Percaya Ikut- Ikutan
Percaya ikut- ikutan ini biasanya dihasilkan oleh didikan agama secara sederhana yang didapat dari keluarga dan lingkungannya. Namun demikian ini biasanya hanya terjadi pada masa remaja awal (usia 13-16 tahun). Setelah itu biasanya berkembang kepada cara yang lebih kritis dan sadar sesuai dengan perkembangan psikisnya.
2. Percaya Dengan Kesadaran
Semangat keagamaan dimulai dengan melihat kembali tentang masalah-masalah keagamaan yang mereka miliki sejak kecil. Mereka ingin menjalankan agama sebagai suatu lapangan yang baru untuk membuktikan pribadinya, karena ia tidak mau lagi beragama secara ikut- ikutan saja. Biasanya semangat agama tersebut terjadi pada usia 17 tahun atau 18 tahun. Semangat agama tersebut mempunyai dua bentuk:
a. Dalam bentuk positif
Semangat agama yang positif, yaitu berusaha melihat agama dengan pandangan kritis, tidak mau lagi menerima hal- hal yang tidak masuk akal. Mereka ingin memurnikan dan membebaskan agama dari bid’ah dan khurafat, dari kekakuan dan kekolotan.
b. Dalam bentuk negatif
Semangat keagamaan dalam bentuk kedua ini akan menjadi bentuk kegiatan yang berbentuk khurafi, yaitu kecenderungan remaja untuk mengambil pengaruh dari luar kedalam masalah- masalah keagamaan, seperti bid’ah, khurafat dan kepercayaan- kepercayaan lainnya.
3. Percaya, Tetapi Agak Ragu- Ragu
Keraguan dan kepercayaan remaja terhadap agamanya dapat dibagi menjadi dua:
a) Keraguan disebabkan kegoncangan jiwa dan terjadinya proses perubahan dalam pribadinya. Hal ini merupakan kewajaran.
b) Keraguan disebabkan adanya kontradiksi atas kenyataan yang dilihatnya dengan apa yang diyakininya, atau dengan pengetahuan yang dimiliki.
4. Tidak Percaya Atau Cenderung Ateis
Perkembangan ke arah tidak percaya pada Tuhan sebenarnya mempunyai akar atau sumber dari masa kecil. Apabila seorang anak merasa tertekan oleh kekuasaan atau kezaliman orang tua, maka ia telah memendam sesuatu tantangan terhadap kekuasaan orang tua, selanjutnya terhadap kekuasaan apa pun, termasuk kekuasaan Tuhan.
E. Faktor- Faktor Keberagamaan
Jika kita ingin meneliti dan mempelajari perkembangan perasaan agama pada remaja, kiranya kita tidak dapat mengabaikan faktor-faktor terpenting dalam pertumbuhan remaja itu, antara lain:
1. Pertumbuhan Mental Remaja
Ide-ide agama, dasar-dasar keyakinan dan pokok-pokok ajaran agama, pada dasarnya diterima oleh seseorang pada masa kecilnya, ide-ide dan pokok ajaran-ajaran agama yang diterimanya pada waktu kecil itu akan berkembang dan bertambah subur, apabila anak atau remaja dalam menganut kepercayaan itu tidak mendapat kritikan-krtitikan dalam hal agama itu. Dan apa yang bertumbuh dari kecil itulah yang menjadi keyakinan yang dipegangnya melalui pengalaman-pengalaman yang dialaminya atau dirasakannya.
Kapan seorang anak mampu mengerti hal-hal yang Abstrak itu?
Alfred Binet, seorang psikologis Perancis yang hidup pada tahun 1857-1911, yang terkenal dalam usahanya untuk menentukan kecerdasan anak-anak dengan tesnya yang terkenal dengan “test binnet/simon”. Yang buat pertama kali diperkenalkan Intelligence Quotient (IQ) pada tahun 1905. Binnet berpendapat, bahwa kemampuan untuk mengerti masalah-masalah yang abstrak, tidak sempurna perkembangannya sebelum mencapai usia 12 tahun. Dan kemampuan untuk mengambil kesimpulan yang abstrak dari fakta-fakta yang ada, baru tampak pada umur 14 tahun. Itulah sebabnya maka pada umur 14 tahun itu, anak telah dapat menolak saran-saran yang tiak dimengertinya dan mereka sudah dapat mengkritik pendapat-pendapat tertentu yang berlawanan dengan kesimpulan yang diambilnya.
Remaja-remaja yang mendapat didikan agama dengan cara tidak memberi kesempatan untuk berpikir logis dan mengkritik pendapat-pendapat yang tidak masuk akal, disertai pula oleh kehidupan lingkungan dan orang tua, yang juga menganut agama yang sama, maka kebimbangan pada masa remaja itu sangat kurang. Remaja-remaja akan merasa gelisah dan kurang aman apabila agama atau keyakinannya berlainan dengan yang dianut oleh orang tuanya. Keyakinan orang tua dan keteguhannya dalam menjalankan ibadah, serta memelihara nilai-nilai agama alam hidupnya sehari-hari menolong remaja dari kebimbangan agama.
Setelah perkembangan mental remaja sampai kepada mampu menerima atau menolak ide-ide atau pengertian-pengertian yang abstrak, maka pandangannya terhadap alam dengan segala isi dan peristiwanya berubah, dari mau menerima tanpa pengertian, menjadi menerima dengan penganalisaan.
Perkembangan mental remaja ke arah berpikir logis (falsafi) itu, juga mempengaruhi pandangannya dan keyakinannya kepada Tuhan. Karena mereka tidak dapat melupakan Tuhan dari segala peristiwa yang terjadi di alam ini.
Kepercayaan remaja akan hari kiamat, hari pembalasan, di mana setiap orang akan menerima ganjaran atau siksaan sesuai dengan perbuatannya di dunia, akan menyebabkan ragu pula akan keadilan Tuhan, apabila ia melihat adanya (banyak) orang yang terpaksa dalam perbuatannya. Sebagai contoh seorang Gadis yang berumur 18 tahun sebagi berikut: “kalaupun saya akan dihukum oleh tuhan karena durhaka kepada orang tua, apa boleh buat; tapi saya akan protes kepada-Nya, karena saya durhaka bukan karena keinginan saya, tapi karena perlakuan merekalah yang menyebabkan saya durhaka, mereka kejam, kasar dan sering menyakiti saya.”
Gadis yang merasa sakit hati dan tidak senang hati atas perlakuan orang tuanya yang tidak bijaksana, merasa tidak adillah Tuhan, apabila kedurhakaannya kepda orang tuanya itu akan menyebabkannya dihukum di akhirat nanti.
2. Masalah Mati dan Kekekalan
Pada masa remaja telah dapat dipahami bahwa mati itu adalah suatu yang tidak dapat dihindari oleh setiap orang, bahkan mati itu adalah fenomena alamiah yang harus terjadi. Pemikiran remaja tentang hal ini adalah terdorong oleh kepentingan emosi yang dirasakannya dan yang terjadi disekitar lingkungannya yang menimpa seluruh makluk hidup. Kendatipun pemikiran tentang mati itu telah meningkat, namun mereka tidak menghilangkan kegelisahan, yang mengambil bentuk sebagai berikut:
a. Takut berpisah dengan keluarga
b. Takut dirinya akan mati, karena
1) Berpisah dengan orang tua yang disayanginya dan khawatir akan meninggalnya mereka.
2) Rasa dosa, takut bertemu dengan Allah seolah-olah takut mati itu sebanarnya adalah takut akan hukuman akhirat.
3) Takut mati karena ambisinya. Memang pada masa remaja, ambisi itu adalah suatu ciri khasnya. Remaja lebih banyak khayalan dan cita-cita, serta takut tidak akan tercapai cita-cita itu.
Keyakinan itu akan mengurangkan kecemasan terhadap mati, kepada yang berhubungan itu, yaitu neraka dengan apinya, dan surga dengan kenikmatannya, jika kegelisahan itu bertambah, maka hidup ini tidak akan dirasakan berarti lagi. Maka takut akan neraka dan harap akan masuk surga dalam ajaran agama.
Setelah mati diakui dan diterima oleh remaja, maka ada diantaranya yang ingin mati, mungkin ini disebabkan adanya gambaran tentang negative takut mati (Reaction formation) psikoanalisa. Atau karena ingin lari dari kesukaran hidup yang dialaminya. Bahkan ada orang yang seolah-olah menghadang mati, sebenarnya ia ingin kekal dalam bentuk apapun.
3. Emosi dan Pengaruhnya Terhadap Kepercayaan agama
Sesungguhnya emosi memegang peranan penting dalam sikap dan tindak agama. Tidak ada satu sikap atau tindak agama seseorang yang dapat dipahami, tanpa mengindahkan emosinya. Karena itu, dalam meneliti atau mempelajari perkembangan ilmu jiwa agama pada seseorang, perlu diperhatikan seluruh fungsi-fungsi jiwanya sebagai kebulatan.
Masa remaja adalah masa bergejolaknya bermacam perasaan yang kadang-kadang bertentangan satu sama lain. Diantara sebab-sebab atau sumber-sumber kegoncangan emosi pada remaja, adalah konflik atas pertentangan yang terjadi pada remaja dalam kehidupan.
Diantara konflik yang membingungkan dan menggelisahkan remaja ialah, jika mereka merasa atau mengetahui adanya pertentangan ajaran agama dan ilmu pengetahuan, maka remaja akan gelisah dan mungkin akan menggoncangkan keyakinannya yang telah tertanam itu. Diantara konflik atau pertentangan yang terjadi dalam remaja ialah adanya dorongan-dorongan sex. Menurut Kinsey, seorang psikolog asal Amerika berpendapat bahwa dorongan sex itu telah menyebabkan ± 90% dari remaja Amerika melakukan perbuatan onani. Di Negara-negara yang agamanya kuat, berbuat onani itu, sering kali menyebabkan para remaja menjadi gelisah, kegelisahan ini yang membuat gelombang-gelombang keyakinan terhadap mereka, kadang menjadi rajin shalat, ata berdo’a kepada Allah. Tapi kadang ia menjadi putus asa dan menjadi acuh kepada agama. Apabila kita tahu bahwa masa remaja adalah masa yang tidak stabil emosinya di mana perasaan sering tidak tentram, maka keyakinanpun akan kelihatan maju mundur (ambivalen) dan pandangannya terhadap Tuhan akan berubah-ubah sesuai dengan kondisi emosinya. Dalam hal ini kita dapat mengetahui bagaimana pendapat remaja tentang:
a. Sifa-sifat Tuhan
Apabila seorang menyebutkan nama sifat-sifat Tuhan, hal ini tidak timbul dari keyakinannya yang telah tetap, akan timbul dari sikap emosi dan keadaan jiwanya pada waktu itu.
b. Perasaan Agama yang kembar (ambivalen)
Keyakinan akan sifat Tuhan yang banyak itu berubah-ubah sesuai dengan kondisi emosinya, dan ia mengalami keyakinan yang maju mundur. Kadang terasa sekali olehnya keyakinan kepada Tuhan, terasa dekat, seolah-olah dia berdialog langsung kepada Tuhan. Tapi terkadang ia merasa jauh, tidak dapat memusatkan pikiran waktu berdo’a atau shalat. Kondisi keimanan yang kembar (maju-mundur) itu adalah satu ciri khas remaja, yang sedang mengalami kegoncangan emosi.
4. Perkembangan Moral dan Hubungannya dengan Agama
Agama mempunyai peranan penting dalam pengendalian moral seseorang. Tapi harus diingat bahwa pengertian tentang agama, tidak otomatis sama dengan bermoral. Betapa banyak orang yang mengerti agama, tapi moralnya merosot. Dan tidak sedikit pula orang yang tidak mengerti agama sama sekali, tapi moralnya cukup baik.
Oleh sebab itu, seorang peneliti ilmu jiwa agama harus mempelajari pula dinamika dan perkembangan moral, supaya dapat memahami bagaimana peranan agama dalam moral, dan agama itu dapat menjadi pengendali moral. kita akan melihat betapa erat hubungan agama dengan ibadah-ibadah dan moral. Untuk lebih jelas, dapat kita lihat sangkut paut keyakinan beragama dengan moral remaja terutama dalam masalah-masalah berikut:
a. Tuhan sebagai Penolong Moral
Tuhan bagi seorang remaja adalah keharusan moral, pada masa remaja itu, Tuhan lebih menonjol sebagai penolong moral, daripada sandaran emosi. Andaikata kadang-kadang pikiran pada masa remaja itu berontak dan ingin mengingkari ujud Allah, atau ragu-ragu kepadanya, namun tetap ada suatu hal yang menghubungkan dengan Allah yaitu kebutuhannya untuk mengendalikan moral.
b. Pengertian Surga dan Neraka.
Kebanyakan remaja memikirkan alam lain, bukanlah untuk tempat senang-senang atau tempat siksaan jasmani, akan tetapi sebagai lambang bagi pikiran pembalasan atau lambang kebahagiaan yang ingin dicapainya dan terlepas dari kegoncangan remaja yang tidak menyenangkan itu.
c. Pengertian tentang Malaikat dan Setan.
Mereka sadar betapa erat hubungan setan dengan malaikat itu dengan dirinya, mereka menyadari adanya hubungan yang erat antara setan dengan dorongan jahat yang ada dalam dirinya, dan hubungan dengan malaikat dengan moral dan keindahannya yang ideal, demikian pula hubungan surga dengan ketentraman batin dan kekuasaan yang baik, juga antara neraka dengan ketenangan batin dan hukuman-hukuman atas dosa.
5. Kedudukan Remaja dalam Masyarakat dan pengaruhnya Terhadap keyakinannya.
Sikap atau perlakuan Masyarakat yang kurang memberikan kedudukan yang jelas bagi remaja itu, sering kali mempertajam rasa konflik yang sebenarnya telah ada pada remaja, mereka mengharapkan bimbingan dan kepercayaan orang dewasa, terutama keluarganya, tapi di lain pihak mereka ingin bebas, terlepas dari kekuasaan dan kritikan-kritikan orang dewasa, mereka akan mencari orang-orang lain yang dapat mereka jadikan teladan atau pahlawan (hero), sebagai pengganti orang tua atau orang-orang yang biasa menasihati mereka. Seandainya yang menjadi hero tersebut baik, maka pengaruhnya juga baik tapi kalau ia tidak baik, maka pengaruhnya juga kurang baik.
Kecenderungan seorang remaja untuk ikut aktif dalam kegiatan agama sebenarnya ada dan dapat dipupuk, asal lembaga keagamaan tersebut dapat mengikut sertakan remaja dan memberi kedudukan yang pasti kepada mereka. Kebijaksanaan pemimpin agama yang dapat menyadari bahwa remaja mempunyai dorongan dan kebutuhan social yang perlu dipenuhi, akan dapat menggerakan remaja itu ikut aktif dalam agama.
6. Sikap Remaja Terhadap Agama
a. Percaya turut-turutan.
b. Percaya dengan kesadaran yang timbul dari semangat positif dan semangat khurafi (unsure-unsur luar yang tercampur dengan agama).
c. Kebimbangan Beragama.
d. Tidak percaya tuhan.
Robert H. Thouless mengemukakan empat faktor keberagamaan yang dimasukkan dalam kelompok utama, yaitu:
a. Pengaruh- pengaruh sosial
b. Berbagai pengalaman
c. Kebutuhan
d. Proses pemikiran
Faktor sosial mencakup semua pengaruh sosial dalam perkembangan sikap keberagamaan, yaitu: pendidikan orang tua, tradisi- tradisi sosial dan tekanan- tekanan lingkungan sosial untuk menyesuaikan diri dengan berbagai pendapat dan sikap yang disepakati oleh lingkungan.
Faktor lain yang dianggap sebagai sumber keyakinan agama adalah kebutuhan- kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi secara sempurna, sehingga mengakibatkan terasa adanya kebutuhan akan kepuasan agama. Kebutuhan- kebutuhan tersebut dapat dikelompokkan dalam empat bagian, antara lain kebutuhan akan keselamatan, kebutuhan akan cinta, kebutuhan untuk memperoleh harga diri dan kebutuhan yang timbul karena adanya kematian.
Faktor terakhir adalah pemikiran yang agaknya relevan untuk masa remaja, karena disadari bahwa masa remaja mulai kritis dalam menyikapi soal- soal keagamaan, terutama bagi mereka yang mempunyai keyakinan secara sadar dan bersikap terbuka. Mereka akan mengkritik guru agama mereka yang tidak rasional dalam menjelaskan ajaran- ajaran agama islam, khususnya bagi remaja yang selalu ingin tahu dengan pertanyaan- pertanyaan kritisnya. Meski demikian, sikap kritis remaja juga tidak menafikkan faktor- faktor lainnya, seperti faktor berbagai pengalaman.
III. PENUTUP
Kesimpulan
1. Remaja adalah masa peralihan, yang ditempuh oleh seseorang dari kanak-kanak menuju dewasa. Atau dapat dikatakan bahwa masa remaja adalah perpanjangan masa kanak-kanak sebelum mencapai masa dewasa.
2. Perasaan remaja kepada Tuhan bukanlah tetap dan stabil, akan tetapi adalah perasaan yang yang tergantung pada perubahan-perubahan emosi yang sangat cepat, terutama pada masa remaja pertama.
3. Motifasi beragama dibagi menjadi empat motivasi, yaitu:
a. Motivasi yang didorong oleh rasa keinginan untuk mengatasi frustasi yang ada dalam kehidupan, baik frustasi karena kesukaran dalam menyesuaikan diri dengan alam, frustasi social, frustasi moral maupun frustasi karena kematian.
b. Motivasi beragama karena didorong oleh keinginan untuk menjaga kesusilaan dan tata tertib masyarakat.
c. Motivasi beragama karena didorong oleh keinginan untuk memuaskan rasa ingin tahu manusia atau intelek ingin tahu manusia.
d. Motivasi beragama karena ingin menjadikan agama sebagai sarana untuk mengatasi ketakutan.
4. Terdapat empat sikap remaja dalam beragama, yaitu:
a. Percaya Ikut- Ikutan
b. Percaya Dengan Kesadaran
1) Dalam bentuk positif
2) Dalam bentuk negatif
c. Percaya, Tetapi Agak Ragu- Ragu
1) Keraguan disebabkan kegoncangan jiwa dan terjadinya proses perubahan dalam pribadinya. Hal ini merupakan kewajaran.
2) Keraguan disebabkan adanya kontradiksi atas kenyataan yang dilihatnya dengan apa yang diyakininya, atau dengan pengetahuan yang dimiliki.
d. Tidak Percaya Atau Cenderung Ateis
5. Faktor-faktor keberagamaan:
a. Pertumbuhan Mental Remaja
b. Masalah Mati dan Kekekalan
1) Takut berpisah dengan keluarga
2) Takut dirinya akan mati, karena
c. Emosi dan Pengaruhnya Terhadap Kepercayaan agama
d. Perkembangan Moral dan Hubungannya dengan Agama
e. Kedudukan Remaja dalam Masyarakat dan pengaruhnya Terhadap keyakinannya.
f. Sikap Remaja Terhadap Agama
g. Faktor terakhir adalah pemikiran yang agaknya relevan untuk masa remaja.
Tugas Kelompok
Ilmu Jiwa Agama
PERKEMBANGAN ILMU JIWA AGAMA
PADA REMAJA
Disusun oleh Kelompok IV
Munawwar Abd. Hamid
Muhammad
Musakkir
Tuti Wasiat
Wahyudi
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2010
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Remaja
B. Perasaan Beragama Pada Remaja
C. Motivasi Beragama Pada Remaja
D. Sikap Remaja Dalam Beragama
E. Faktor-faktor Keberagamaan
BAB III PENUTUP
Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
Drs. H. Aziz Ahyadi , Psikologi Agama, Mertiana Bandung
Jalaluddin Rakhmat , Psikologi Agama sebuah pengatar, Mizan 2004
Drs. Psy H.A. Aziz Ahyadi , Psikologi Agama, pnerbit Martiana Bandung,
Dr. Nico Syukur Dister, Psikologi Agama, penerbit Kanisius, hal 9
Prof Dr. H. Ramayulis, Psikologi Agama , Kalam Mulia 2004
Aliah B. Purwakanta Hasan, Psikologi Perkembangan Islami, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta
SMS Dakwah
Jangan khawatir engkau kehilangan cinta dariku. Karena bila memang kita di takdirkan bersama, maka tidak akan ada yang mencegah kita bersatu. Tetapi ketahuilah, bagaimanapun usaha kita untuk bersatu. Jika Allah tidak menghendaki_Nya, maka tidak akan pernah kita bersatu. Bersabarlah, biarkan Allah mengaturnya. Dan yakinlah, semua akan baik-baik saja. Insya Allah... (Ummu Sa’ad)
_Icha’_
Hidup bukanlah sekedar pergantian hari-hari semata, dalam umur yang berkurang, ajal semakin dekat. Tiap detik yang dilalui akan ada pertanggung jawabannya. Umur adalah cermin diri.. Tiap waktu yang terlewati adalah pesan bisu dari catatan sebuah kesalahan untuk dimengerti dan direnungi. Semoga kita senantiasa termotivasi untuk menyempurnakan kebaikan.
_Rahmah_
Kawan, tahukah engkau siapa itu pejuang sejati? Dia bukanlah yang tak pernah lelah, bosan, ataupun tanpa luka di raganya. Namun dialah yang niatnya suci dan langkahnya terjaga. Kala penat melanda, Allah-lah tempat menghilangkannya. Saat jenuh menyerang, hanya dia yang Maha Kuat yang bisa menentramkan. Ketika dosa dan maksiatmenggelincirkan, segera bertaubat dan beristighfarserta janji takkan mengulangi menjadi obat yang mujararab. Sudahkah kau temukan sang pejuang sejati itu? Tak perlu kau tengok ke arah manapun di sekitarmu. Carilah ia di dalam dirimu. Semoga segera kau sadari bahwa dia telah menunggumu di sana
_Rose_
Ada tiga golongan yang berhak untuk di tolong Allah:
1. Seorang pejuang di jalan Allah
2. Seorang budak mukatab yang hendak menebus dirinya
3. Orang yang menikah untuk menjaga dirinya
(HR. At-Tirmidzi)
_087840056554_
Sesungguhnya maksiat itu akan membuat kusam wajah, kegelapan hati, melemahkan badan, mengurangi rezki, dan menimbulkan rasa benci di hati manusia kepada_Nya. (Ibnu Abbas)
_Mardatillah_
10 karakter pemuda Islam:
1. Salimul aqidah (Aqidah yang lurus)
2. Shahihul Ibadah (Ibadah yang Benar)
3. Matinul Khuluq (Akhlaq yang mulia)
4. Qadirun Al Qasbi (Mandiri)
5. Mutsaqaful Fikri (Wawasan yang luas)
6. Qawiyyul Jismi (Fisik yang kuat dan sehat)
7. Mujahidun Linafsih (Jiwa yang semangat)
8. Munadzham Fi syu’unih (sistematis)
9. Harisun ‘ala waqti (Menjaga Waktu)
10. Nafi’un lighairih (Berguna Bagi orang lain)
_087840056554_
Bila setiap hari kita merasa sepi, salah satu pertanda bahwa kita sedang larut pada kegiatan yang sama setiap hari, maka perlu bagi kita tuk selalu ceria agar diri kita terhibur di setiap suasana, tetap rendah hati ketika tersenyum dan tetap ramah meski dalam keadaan marah, agar kita bisa menikmati hari. Berkreasi di sekitar kita akan membuat kita tidak kesepian.
_Aya’_
Hidup layaknya sederetan kata yang hanya menyisakan beberapa spasoi. Terkadang kita butuh koma, tuk mengistirahatkan perjalanan kita. Seringkali muncul tanda tanya, di saat kita kehilangan arah. Sesekali kita juga menghadirkan tanda seru, ketika kenyataan tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Kita sadar bahwa perjalanan ini terkadang butuh peta dan catatan yang senantiasa memberi petunjuk, sebagai evaluasi jalan kita. Tapi yakinlah bahwa titik bukan akhir dari segalanya, karena masih ada banyak kata yang haruskita untai menjadi sebuah lembar kehidupan yang indah.
_K’ Vita_
Nuansa hidup dapat dipengaruhi oleh pergaulan. Saat seseorang terjun dalam, maka sulit baginya lepas dari jeratan. Ibarat koin yang telah masuk dalam celengan, maka susah baginya tuk keluar kembali. Alih-alih hendak keluar, namun ada saja koin lain yang menghalanginya. Maka sungguh agung permisalan oleh Rasulullah saw. yang diriwayatkan Bukhari Muslim, bahwaseorang teman itu bisa saja bagaikan penjual parfum, ataukah sebagai seorang pandai besi. Sobat, engkaulah yang menebarkan wangi parfum itu, teruslah menebarkan aromanya dengan kebaikan hatimu.
_087840056554_
Setiap lelah yang terasa kadang mencoba mengoncangkan tekad. Setiap kesal di hati sering kali menyulut gejolak jiwa. Tetesan-tetesan peluh kadang menguji keikhlasan. Setiap perjuangan tidak bertabur bunga. Tapi yakinlah Allah akan merindu tiap tapak pejuang yang dijejakkan dengan ikhlas untuk kebaikan.
_Rahmah_
Ummul Mukminin ‘Aisyah ra. Menceritakan: Nabi tidak perna menjaga shalat sunnah melebihi perhatian beliau terhadap dua rakaat sebelum subuh. (Muttafaq ‘alayh)
Rasulullah saw. bersabda: Sungguh 2 rakaat sebelum subuh lebih baik daripada dunia seisinya. (HR Muslim)
_UM Innha_
Ketika wajah ini penat memikirkan dunia, maka berwudhulah. Ketika tangan ini letih menggapai cita-cita maka bertakbirlah. Ketika pundak tak kuasa memikul amanah, maka bersujudlah, ikhlaskan semuanya dan mendekatlah padaNya. Agar tunduk di saat yang lain angkuh, agar teguh di saat yang lain runtuh, agar tegar di saat yang lain berguguran, semoga Allah menjadikan kita hambanya yang taat dalam segala keadaan, baik lapang atau sempit.
_Aisyah_
Hidup tak selamanya berjalan mulus.. Butuh batu kerikil supaya kita berhati-hati. Butuh semak berduri supaya kita waspada. Butuh persimpangan supaya kita bijaksana dalam memilih. Butuh petunjuk jalan supaya kita punya harapan tentang arah masa depan. Butuh masalah supaya kita tahu kita punya kekuatan. Butuh pengorbanan supaya kita tahu cara bekerja keras. Butuh air mata supaya kita tahu merendahkan hati. Butuh dicela supaya kita tahu bagaimana cara menghargai. Butuh tertawa supaya kita tahu mengucap syukur. Butuh senyum supaya kita tahu kita punya cinta. Butuh orang lain supaya kita tahu kita tak sendiri.
_Ridha_
Seandainya kematian itu adalah akhir dari segalanya dan kita ditinggalkan begitu saja, maka kematian adalah tempat peristirahatan terindah bagi setiap yang hidup. Namun tidaklah demikian, karena kematian adalah awal dari kehidupan yang tidak berujung, dan kita akan ditanya tentang segala sesuatu, sungguh penyesalan karena tidak bisa lagi mengerjakan amal shaleh lebih menyakitkan dari pada sakaratul maut, dan tak ada kalimat yang lebih menyedihkan pendengaran seorang hamba melebihi firman Allah : “Tinggallah di dalamnya (neraka) dengan hina, dan janganlah berbicara denganku”. (QS. Al Mukminun: 108)
_Febry_
Air mata terkadang lebih spesial dari pada senyuman. Karena senyuman bisa diberikan kepada siapa saja, tapi air mata hanya bisa diberikan kepada orang yang kita sayangi. Jika kita tidak bisa menjadi pensil untuk menulis kebahagiaan orang lain, setidaknya kita bisa menjadi penghapus untuk menghapus kesedihan orang lain agar dia dapat tersenyum.
_Anwar_
Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan. Keyakinan hanya tinggal pemikiran, yang tak berbekas dalam perbuatan. Banyak orang baik tapi tak berakal, ada orang berakal tapi tak beriman. Ada lidah fasih tapi berhati lalai, ada yang khusyuk namun sibuk dalam kesendirian. Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis. Ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi. Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat dan ada yang banyak menangis karena kufur nikmat. Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat. Dan ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut. Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan. Dan ada pezina yang tampil jadi figur. Ada orang punya ilmu tapi tak paham. Ada yang paham tapi tak menjalankan. Ada yang pintar tapi membodohi, ada yang bodoh tak tau diri. Ada orang beragama tapi tak berakhlak, dan ada yang berakhlak tapi tak bertuhan. Lalu diantara semua aku ada di mana? (Ali Bin Abi Thalib)
_Anhy_
Betapa mulianya seorang pejuang dakwah. Ia mengayomi, memberi motivasi dan pencerahan agama serta seluruh urusan hidup kepada umat, dengan wajah yang senantiasa cerah, tersenyum, seolah ia sendiri tak pernah punya masalah. Padahal dirinya menyembunyikan masalah-masalah hidup dan perihnya hati yang iasimpan dalam qalbunya. Ia sadar bahwa ada yang jauh lebih penting daripada masalah pribadinya yaitu masalah umat yang ditempa berbagai kedzaliman. Semoga Allah mengistiqamah kita dalam jalan dakwah dan memberi keikhlasan.
_Febry_
Perjuangan dalam dakwah sungguh indah jika disertai pemahaman yang kokoh. Ditanam di ladang aqidah yang lurus dibalut dengan ikatan ukhuwah di antara sesama al akh.
_Arman_
Hidup adalah pilihan. Maka tentukanlah pilihanmu sebelum pilihan menentukan hidupmu.
Jangan katakan apa yang anda ketahui, tapi ketahuilah apa yang anda katakan.
Cinta datang bukan karena ketemuan, tapi karena kecocokan.
Uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang.
Hidup ini tak mudah, tapi tak ada yang tak mungkin.
Masalah adalah tanda bahwa kita semakin dekat dengan kesuksesan.
Jadi orang penting memang baik, tapi jadi orang baik lebih penting.
_Yhaya_
Kemuliaan berwudhu:
1. Jaminan surga
2. Penghapus dosa
3. Penghilang marah
4. Pengusir syaithan
5. Cahaya di akhirat
6. Jaminan iman
7. Kesucian sejati
8. Hati tersambung dengan Allah
9. Membangun sifat jujur
10. Membahagiakan
Wudhu itu bukan hanya untuk shalat, memuliakan wudhu, kunci kemuliaan. Memperbarui wudhu, rahasia hidup baru. Menyepelekan wudhu tanda kehinaan. Itulah malas keterlaluan.
_Enhy_
Allah punya banyak cara untuk mendekatkan kita kepada-Nya. Dalam setiap cara itu, Allah akan menguji kesabaran setiap hambaNya. Tidak jarang sebagian dari kita terlempar saat yang lain tegar. Runtuh saat yang lain teguh. Lemah saat yang lain istiqamah. Betapa Allah menyayangi kita, setia mendengar apa yang kita pinta, Ia selalu menjawab tiap munajat kita. Mungkin bukan dengan kata “YA” tapi apa yang menimpa kita itulah yang terbaik karena Dia tidak akan mungkin mendzalimi hambanya.
_Anhy_
Hasan Al-Bashri pernah berkata: “Aku tahu rizkiku tidak akan di ambil orang lain, karena itulah aku tenang. Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan orang lain, karena itulah aku sibuk beramal. Aku tahu kematian itu sudah menungguku, karena itulah aku selalu sibuk menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan Allah”.
_Anwar_
Jangan menunggu senyuman, baru mau berbuat baik. Jangan menunggu dicintai, baru mau mencintai. Jangan menunggu kesepian melanda, baru menghargai persahabatan. Jangan menunggu mendapatkan banyak, baru mau berbagi. Jangan menunggu kegagalan tiba, baru ingat dengan ansehat-nasehat. Jangan menunggu kesulitan muncul, baru mau percaya dengan do’a. jangan menunggu adanya waktu, baru mau melayani. Jangan menunggu orang lain terluka, baru mau minta maaf. Jangan menunggu beramal karena kita tidak tahu waktu kita sampai kapan.
_Whia_
Sungguh nikmat mencontoh akhlak Rasulullah saw. sebaik-baik qudwah, meski tak akan ada seorangpun mampu menyamai kesempurnaan Akhlak beliau. Kerendahan hati dalam diri beliau membuat Islam ini menjadi lebih indah bagi setiap pengikutnya. Tak jarang orang tertarik pada Islam karena akhlaq atau sikap rendah hati beliau. Rendah hati pada yang lebih tua, rendah hati pada yang sebaya, dan mampu rendah hati pada yang lebih muda bahkan anak-anak. Tanpa memandang siapapun mereka, awwam ataupun berilmu. Semoga Allah menjadikan hati kita di antara hati yang selamat. Hati yang selalu semangat mengikuti Al-Qur’an dan As-aSunnah.
_Icha_
Belajarlah pada titik-titik embun di rerumputan, meski hanya setetes namun selalu memberikan kesegaran di pagi hari nan indah. Cobalah menjadi ombak di tepi pantai, meskipun segera mengering namun kembali setiap saat membasahi pasir yang tak terhitung. Jadilah bintang di kala malam, meski kelipnya tidak menerangi bumi namun selalu memberi keindahan dalam kegelapan. Hiduplah dengan seribu arti dari suatu kehidupan.
_Aisyah_
Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada satupun dari kelelahan, penyakit, kedukaan, kesedihan, gangguan dan kesusahan yang menimpa seorang muslim, bahkan duri yang mengenai dirinya, kecuali dari sebab itu, Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya” Muttafaq Alayh
_Zaskia_
Rasuslullah saw. bersabda: “ Jagalah Al-Qur’an (perbanyak membaca dan mentadaburi Al-Qur’an), demi Rabb yang jiwaku dalam genggamanNya, sesungguhnya Al-Qur’an sangatlah mudah lepas, dibanding seekor unta yang berada dalam ikatannya. (HR Bukhari)
_K’ Mila_
_Icha’_
Hidup bukanlah sekedar pergantian hari-hari semata, dalam umur yang berkurang, ajal semakin dekat. Tiap detik yang dilalui akan ada pertanggung jawabannya. Umur adalah cermin diri.. Tiap waktu yang terlewati adalah pesan bisu dari catatan sebuah kesalahan untuk dimengerti dan direnungi. Semoga kita senantiasa termotivasi untuk menyempurnakan kebaikan.
_Rahmah_
Kawan, tahukah engkau siapa itu pejuang sejati? Dia bukanlah yang tak pernah lelah, bosan, ataupun tanpa luka di raganya. Namun dialah yang niatnya suci dan langkahnya terjaga. Kala penat melanda, Allah-lah tempat menghilangkannya. Saat jenuh menyerang, hanya dia yang Maha Kuat yang bisa menentramkan. Ketika dosa dan maksiatmenggelincirkan, segera bertaubat dan beristighfarserta janji takkan mengulangi menjadi obat yang mujararab. Sudahkah kau temukan sang pejuang sejati itu? Tak perlu kau tengok ke arah manapun di sekitarmu. Carilah ia di dalam dirimu. Semoga segera kau sadari bahwa dia telah menunggumu di sana
_Rose_
Ada tiga golongan yang berhak untuk di tolong Allah:
1. Seorang pejuang di jalan Allah
2. Seorang budak mukatab yang hendak menebus dirinya
3. Orang yang menikah untuk menjaga dirinya
(HR. At-Tirmidzi)
_087840056554_
Sesungguhnya maksiat itu akan membuat kusam wajah, kegelapan hati, melemahkan badan, mengurangi rezki, dan menimbulkan rasa benci di hati manusia kepada_Nya. (Ibnu Abbas)
_Mardatillah_
10 karakter pemuda Islam:
1. Salimul aqidah (Aqidah yang lurus)
2. Shahihul Ibadah (Ibadah yang Benar)
3. Matinul Khuluq (Akhlaq yang mulia)
4. Qadirun Al Qasbi (Mandiri)
5. Mutsaqaful Fikri (Wawasan yang luas)
6. Qawiyyul Jismi (Fisik yang kuat dan sehat)
7. Mujahidun Linafsih (Jiwa yang semangat)
8. Munadzham Fi syu’unih (sistematis)
9. Harisun ‘ala waqti (Menjaga Waktu)
10. Nafi’un lighairih (Berguna Bagi orang lain)
_087840056554_
Bila setiap hari kita merasa sepi, salah satu pertanda bahwa kita sedang larut pada kegiatan yang sama setiap hari, maka perlu bagi kita tuk selalu ceria agar diri kita terhibur di setiap suasana, tetap rendah hati ketika tersenyum dan tetap ramah meski dalam keadaan marah, agar kita bisa menikmati hari. Berkreasi di sekitar kita akan membuat kita tidak kesepian.
_Aya’_
Hidup layaknya sederetan kata yang hanya menyisakan beberapa spasoi. Terkadang kita butuh koma, tuk mengistirahatkan perjalanan kita. Seringkali muncul tanda tanya, di saat kita kehilangan arah. Sesekali kita juga menghadirkan tanda seru, ketika kenyataan tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Kita sadar bahwa perjalanan ini terkadang butuh peta dan catatan yang senantiasa memberi petunjuk, sebagai evaluasi jalan kita. Tapi yakinlah bahwa titik bukan akhir dari segalanya, karena masih ada banyak kata yang haruskita untai menjadi sebuah lembar kehidupan yang indah.
_K’ Vita_
Nuansa hidup dapat dipengaruhi oleh pergaulan. Saat seseorang terjun dalam, maka sulit baginya lepas dari jeratan. Ibarat koin yang telah masuk dalam celengan, maka susah baginya tuk keluar kembali. Alih-alih hendak keluar, namun ada saja koin lain yang menghalanginya. Maka sungguh agung permisalan oleh Rasulullah saw. yang diriwayatkan Bukhari Muslim, bahwaseorang teman itu bisa saja bagaikan penjual parfum, ataukah sebagai seorang pandai besi. Sobat, engkaulah yang menebarkan wangi parfum itu, teruslah menebarkan aromanya dengan kebaikan hatimu.
_087840056554_
Setiap lelah yang terasa kadang mencoba mengoncangkan tekad. Setiap kesal di hati sering kali menyulut gejolak jiwa. Tetesan-tetesan peluh kadang menguji keikhlasan. Setiap perjuangan tidak bertabur bunga. Tapi yakinlah Allah akan merindu tiap tapak pejuang yang dijejakkan dengan ikhlas untuk kebaikan.
_Rahmah_
Ummul Mukminin ‘Aisyah ra. Menceritakan: Nabi tidak perna menjaga shalat sunnah melebihi perhatian beliau terhadap dua rakaat sebelum subuh. (Muttafaq ‘alayh)
Rasulullah saw. bersabda: Sungguh 2 rakaat sebelum subuh lebih baik daripada dunia seisinya. (HR Muslim)
_UM Innha_
Ketika wajah ini penat memikirkan dunia, maka berwudhulah. Ketika tangan ini letih menggapai cita-cita maka bertakbirlah. Ketika pundak tak kuasa memikul amanah, maka bersujudlah, ikhlaskan semuanya dan mendekatlah padaNya. Agar tunduk di saat yang lain angkuh, agar teguh di saat yang lain runtuh, agar tegar di saat yang lain berguguran, semoga Allah menjadikan kita hambanya yang taat dalam segala keadaan, baik lapang atau sempit.
_Aisyah_
Hidup tak selamanya berjalan mulus.. Butuh batu kerikil supaya kita berhati-hati. Butuh semak berduri supaya kita waspada. Butuh persimpangan supaya kita bijaksana dalam memilih. Butuh petunjuk jalan supaya kita punya harapan tentang arah masa depan. Butuh masalah supaya kita tahu kita punya kekuatan. Butuh pengorbanan supaya kita tahu cara bekerja keras. Butuh air mata supaya kita tahu merendahkan hati. Butuh dicela supaya kita tahu bagaimana cara menghargai. Butuh tertawa supaya kita tahu mengucap syukur. Butuh senyum supaya kita tahu kita punya cinta. Butuh orang lain supaya kita tahu kita tak sendiri.
_Ridha_
Seandainya kematian itu adalah akhir dari segalanya dan kita ditinggalkan begitu saja, maka kematian adalah tempat peristirahatan terindah bagi setiap yang hidup. Namun tidaklah demikian, karena kematian adalah awal dari kehidupan yang tidak berujung, dan kita akan ditanya tentang segala sesuatu, sungguh penyesalan karena tidak bisa lagi mengerjakan amal shaleh lebih menyakitkan dari pada sakaratul maut, dan tak ada kalimat yang lebih menyedihkan pendengaran seorang hamba melebihi firman Allah : “Tinggallah di dalamnya (neraka) dengan hina, dan janganlah berbicara denganku”. (QS. Al Mukminun: 108)
_Febry_
Air mata terkadang lebih spesial dari pada senyuman. Karena senyuman bisa diberikan kepada siapa saja, tapi air mata hanya bisa diberikan kepada orang yang kita sayangi. Jika kita tidak bisa menjadi pensil untuk menulis kebahagiaan orang lain, setidaknya kita bisa menjadi penghapus untuk menghapus kesedihan orang lain agar dia dapat tersenyum.
_Anwar_
Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan. Keyakinan hanya tinggal pemikiran, yang tak berbekas dalam perbuatan. Banyak orang baik tapi tak berakal, ada orang berakal tapi tak beriman. Ada lidah fasih tapi berhati lalai, ada yang khusyuk namun sibuk dalam kesendirian. Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis. Ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi. Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat dan ada yang banyak menangis karena kufur nikmat. Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat. Dan ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut. Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan. Dan ada pezina yang tampil jadi figur. Ada orang punya ilmu tapi tak paham. Ada yang paham tapi tak menjalankan. Ada yang pintar tapi membodohi, ada yang bodoh tak tau diri. Ada orang beragama tapi tak berakhlak, dan ada yang berakhlak tapi tak bertuhan. Lalu diantara semua aku ada di mana? (Ali Bin Abi Thalib)
_Anhy_
Betapa mulianya seorang pejuang dakwah. Ia mengayomi, memberi motivasi dan pencerahan agama serta seluruh urusan hidup kepada umat, dengan wajah yang senantiasa cerah, tersenyum, seolah ia sendiri tak pernah punya masalah. Padahal dirinya menyembunyikan masalah-masalah hidup dan perihnya hati yang iasimpan dalam qalbunya. Ia sadar bahwa ada yang jauh lebih penting daripada masalah pribadinya yaitu masalah umat yang ditempa berbagai kedzaliman. Semoga Allah mengistiqamah kita dalam jalan dakwah dan memberi keikhlasan.
_Febry_
Perjuangan dalam dakwah sungguh indah jika disertai pemahaman yang kokoh. Ditanam di ladang aqidah yang lurus dibalut dengan ikatan ukhuwah di antara sesama al akh.
_Arman_
Hidup adalah pilihan. Maka tentukanlah pilihanmu sebelum pilihan menentukan hidupmu.
Jangan katakan apa yang anda ketahui, tapi ketahuilah apa yang anda katakan.
Cinta datang bukan karena ketemuan, tapi karena kecocokan.
Uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang.
Hidup ini tak mudah, tapi tak ada yang tak mungkin.
Masalah adalah tanda bahwa kita semakin dekat dengan kesuksesan.
Jadi orang penting memang baik, tapi jadi orang baik lebih penting.
_Yhaya_
Kemuliaan berwudhu:
1. Jaminan surga
2. Penghapus dosa
3. Penghilang marah
4. Pengusir syaithan
5. Cahaya di akhirat
6. Jaminan iman
7. Kesucian sejati
8. Hati tersambung dengan Allah
9. Membangun sifat jujur
10. Membahagiakan
Wudhu itu bukan hanya untuk shalat, memuliakan wudhu, kunci kemuliaan. Memperbarui wudhu, rahasia hidup baru. Menyepelekan wudhu tanda kehinaan. Itulah malas keterlaluan.
_Enhy_
Allah punya banyak cara untuk mendekatkan kita kepada-Nya. Dalam setiap cara itu, Allah akan menguji kesabaran setiap hambaNya. Tidak jarang sebagian dari kita terlempar saat yang lain tegar. Runtuh saat yang lain teguh. Lemah saat yang lain istiqamah. Betapa Allah menyayangi kita, setia mendengar apa yang kita pinta, Ia selalu menjawab tiap munajat kita. Mungkin bukan dengan kata “YA” tapi apa yang menimpa kita itulah yang terbaik karena Dia tidak akan mungkin mendzalimi hambanya.
_Anhy_
Hasan Al-Bashri pernah berkata: “Aku tahu rizkiku tidak akan di ambil orang lain, karena itulah aku tenang. Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan orang lain, karena itulah aku sibuk beramal. Aku tahu kematian itu sudah menungguku, karena itulah aku selalu sibuk menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan Allah”.
_Anwar_
Jangan menunggu senyuman, baru mau berbuat baik. Jangan menunggu dicintai, baru mau mencintai. Jangan menunggu kesepian melanda, baru menghargai persahabatan. Jangan menunggu mendapatkan banyak, baru mau berbagi. Jangan menunggu kegagalan tiba, baru ingat dengan ansehat-nasehat. Jangan menunggu kesulitan muncul, baru mau percaya dengan do’a. jangan menunggu adanya waktu, baru mau melayani. Jangan menunggu orang lain terluka, baru mau minta maaf. Jangan menunggu beramal karena kita tidak tahu waktu kita sampai kapan.
_Whia_
Sungguh nikmat mencontoh akhlak Rasulullah saw. sebaik-baik qudwah, meski tak akan ada seorangpun mampu menyamai kesempurnaan Akhlak beliau. Kerendahan hati dalam diri beliau membuat Islam ini menjadi lebih indah bagi setiap pengikutnya. Tak jarang orang tertarik pada Islam karena akhlaq atau sikap rendah hati beliau. Rendah hati pada yang lebih tua, rendah hati pada yang sebaya, dan mampu rendah hati pada yang lebih muda bahkan anak-anak. Tanpa memandang siapapun mereka, awwam ataupun berilmu. Semoga Allah menjadikan hati kita di antara hati yang selamat. Hati yang selalu semangat mengikuti Al-Qur’an dan As-aSunnah.
_Icha_
Belajarlah pada titik-titik embun di rerumputan, meski hanya setetes namun selalu memberikan kesegaran di pagi hari nan indah. Cobalah menjadi ombak di tepi pantai, meskipun segera mengering namun kembali setiap saat membasahi pasir yang tak terhitung. Jadilah bintang di kala malam, meski kelipnya tidak menerangi bumi namun selalu memberi keindahan dalam kegelapan. Hiduplah dengan seribu arti dari suatu kehidupan.
_Aisyah_
Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada satupun dari kelelahan, penyakit, kedukaan, kesedihan, gangguan dan kesusahan yang menimpa seorang muslim, bahkan duri yang mengenai dirinya, kecuali dari sebab itu, Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya” Muttafaq Alayh
_Zaskia_
Rasuslullah saw. bersabda: “ Jagalah Al-Qur’an (perbanyak membaca dan mentadaburi Al-Qur’an), demi Rabb yang jiwaku dalam genggamanNya, sesungguhnya Al-Qur’an sangatlah mudah lepas, dibanding seekor unta yang berada dalam ikatannya. (HR Bukhari)
_K’ Mila_
Langganan:
Postingan (Atom)

