Jumat, 29 April 2011

Apakah Cinta Itu?

Mereka Yang Tidak Menyukainya Menyebutnya Tanggung
Jawab,
Mereka Yang Bermain Dengannya, Menyebutnya Sebuah
Permainan,
Mereka Yang Tidak Memilikinya, Menyebutnya Sebuah
Impian,
Mereka Yang Mencintai, Menyebutnya Takdir.



Kadang Tuhan Yang Mengetahui Yang Terbaik,
Akan Memberi Kesusahan Untuk Menguji Kita
Kadang Ia pun Melukai Hati,
Supaya Hikmat-Nya Bisa Tertanam Dalam.
Jika Kita Kehilangan Cinta,
Maka Pasti Ada Alasan DiBaliknya.
Alasan Yang Kadang Sulit Untuk Dimengerti,
Namun Kita Tetap Harus Percaya
Bahwa Ketika Ia Mengambil Sesuatu,
Ia Telah Siap Memberi Yang Lebih Baik.


Mengapa Menunggu?
Karena Walaupun Kita Ingin Mengambil Keputusan,
Kita Tidak Ingin Tergesa-Gesa.
Karena Walaupun Kita Ingin Cepat-Cepat,
Kita Tidak Ingin Sembrono.
Karena Walaupun Kita Ingin Segera Menemukan Orang
Yang Kita Cintai,
Jika Ingin Berlari, Belajarlah Berjalan Duhulu,
Jika Ingin Berenang, Belajarlah Mengapung Dahulu,
Jika Ingin Dicintai, Belajarlah Mencintai Dahulu.

Pada Akhirnya, Lebih Baik Menunggu Orang Yang Kita
Inginkan,
Ketimbang Memilih Apa Yang Ada.
Tetap Lebih Baik Menunggu Orang Yang Kita Cintai,
Ketimbang Memuaskan dIri Dengan Apa Yang Ada.
Tetap Lebih Baik Menunggu Orang Yang Tepat,
Karena Hidup Ini Terlampau Singkat Untuk Dilewatkan
Bersama Pilihan Yang Salah,
Karena Menunggu Mempunyai Tujuan Yang Mulia Dan
Misterius.

Perlu Kau Ketahui Bahwa Bunga Tidak Mekar Dalam Waktu
Semalam,
Kota Roma Tidak Dibangun Dalam Sehari,
Kehidupan Dirajut Dalam Rahim Selama Sembilan Bulan,
Cinta Yang Agung Terus Bertumbuh Selama Kehidupan.
Kebanyakan Hal Yang Indah Dalam Hidup Memerlukan Waktu
Yang Lama,
Dan Penantian Kita Tidaklah Sia-Sia.
Walaupun Menunggu Membutuhkan Banyak Hal - Iman,
Keberanian,
Dan Pengharapan Penantian Menjanjikan Satu Hal Yang
Tidak Dapat Seorangpun Bayangkan Pada Akhirnya.
Tuhan Dalam Segala Hikmat-Nya, Meminta Kita
Menunggu, Karena Alasan Yang Penting.


God Gives To Us The Gift Of Time To Use As Best We Can
To Live Each Moment In His Will According To His Plan
'He Has Made Everything Beautiful In It s Time'.


.



____________________________________________________

Taujih Ikhwani

Nabi saw. bersabda: “Kebaikan yang ada padaku tidak akan aku sembunyikan dari kalian. Barang siapa yang meminta kecukupan kepada Allah, maka Dia akan memenuhinya. Barang siapa meminta disucikan oleh-Nya, maka Dia akan mensucikannya. Dan barang siapa bersabar, maka Allah akan menjadikannya bersabar. Dan tidak ada sesuatupun yang diberikan seseorang yang lebih baik dan luas dari kesabaran.”
_Fitry_
Pada awalnya semua orang bangga dengan pilihannya. Tapi pada akhirnya tidak semua orang setia pada pilihannya. Saat ia sadar bahwa yang dia pilih mungkin tidak sepenuhnya seperti yang dia impikan dan dia inginkan. Karena yang tersulit dalam hidup bukanlah memilih, tetapi bertahan pada pilihan. Sedikit waktu mungkin sudah cukup untuk menentukan pilihan, tapi untuk bertahan pada pilihan, mungkin harus menghabiskan sisa usia yang dimiliki. Semoga kita termasuk orang-orang yang pandai memilih dan mampuh setia dengan apa yang telah kita pilih, dan mempertahankan pilihan itu.
_Icha’_
Ketika senyummu tak terbalas, Allah telah menghitung manisnya senyummu, saat sapaanmu tak terjawab, Allah tak lupa berapa kata yang kau ucap, saat ajakanmu tak terpenuhi, lelahmu tak akan tertinggal di catat RaqibNya, ketika kau menangis atas perihnya perjuanganmu, Allah tak lalai menghitung berapa tetes air matamu, ketika mereka lari meninggalkanmu, Allah tak akan lupa menyertaimu.
_Aisyah_
Begitu banyak warna dalam perjalanan kita, ada yang tetap bertahap, namun tidak sedikit yang pergi meninggalkannya. Beginilah jalan da’wah mengajarkan kita tentang ukhuwah,tentan pengerbanan dan keikhlasan.Kadang kesal kadang lelah,kadang canda tawa.Tak kuat rasanya untuk bertahan namun sayang untuk di tinggalkan,kadang hati bertanya,ya Allah kapan kami bisa beristirahat dari jalan ini ? Lalu Allah menjawab ketika laki-laki kalian menginjak surga.
_Rahmi_
Allah begitu cinta kepada kita, hingga ujian tak lekang dari keseharian kita. Jika generasi terdahulu menebus surga dengan jiwa-jiwa mereka. Maka apa yang telah kita berikan untuk menebus surganya ? jika mereka berlinang darah untuk mencari keridaan Rabbanya, lalu pantaskah kita yang hanya berlinang keringat dan sedikit air mata lalu berkata “Aku mencari ridhaMu ya Allah “ begitilah kita dengan pengorbanan yang ala kadarnya meencoba untuk meraih seperti apa yang diraih generasi terdahulu “Rabba inilah kami hamba-hambaMu yang lemah nan hina, memohon keistiqamahan hingga ajal menjemput kami, lalu engkaupun berkenang memasukkan kami kesyurgaMu dan menatap wajahMU yang teramat kami rinndukan ‘’
_Rahmi_
Andai perjuangan ini mudah, pasti banyak yang menyertainya. Andai perjuangan ini menjanjikan kesenangan, pasti banyak yang tertarik padaNya. Tapi hakikat perjuangan bukan begitu. Turun naiknya, sakit pedihnya, umpama kemanisan yang tak terhingga. Andai rebah, bangkitlah seperti semula. Andai terluka, ingatlah janjinya.
_Swardy_
Pelajarilah al-Qur’an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai penolong para pembacanya (muslim). Al-Qur’an adalah jamuan Allah buat hambaNya, kasih sayang Allah yang diturunkan pada seluruh manusia. Sahabat terbaik yang ada di bumi. Orang yang bersahabat dengan Al-Qur’an pasti bahagia, para penghafal Al-Qur’an adal;ah keluarga Allah yang ada di bumi, penghafal Al-Qur’an adalah sahabatnya para malaikat yang mulia lagi taat. Para penghafal Al-Qur’an adalah manusia terbaik.
¬_Ust Burhan¬_
Dari Abu Dzar ra. Bahwa Rasulullah saw. keluar dari rumahnya ketika musim dingin, waktu itu daun-daun berguguran. Rasulullah saw. mengambil ranting dari sebatang pohon, sehingga daun-daun di ranting itupun banyak barguguran. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Wahai Abu Dzar”, saya menyahut “labbaik yaa Rasulallah” lalu beliau bersabda “sesungguhnya seorang hamba yang Muslim, jika menunaikan shalat dengan ikhlas karena Allah, maka dosa-dosanya akan berguguran seperti gugurnya daun-daunini dari pohonnya.” (HR Ahmad At Targhib)
_Evi_

Allah yang membuat hati kita mampuh tersenyum walau menangis, untuk bertahan saat hati kita merasa ingin menyerah, untuk berdo’a saat kehabisan kata-kata, untuk mencintai walau hati kita hancur berkali-kali, untuk mengerti walau tak satupun yang kelihatan memberi arti. Segalanya menjadi mungkin karena Allah membuat kita mampuh untuk berbuat hal itu....
_Aisyah_
Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukanlah apa yang kamu inginkan. Terbanglah kemanapun yang engkau mau dengan sayapmu. Karena kemanapun kamu pergi, kalau ditakdirkan kau di sana dan akau di sini. Walaupun kau di sini dan aku di sana. Kau akan kembali ke sana dan aku akan kembali di sini.
_Febry_
Jika berkata lembut dapat didengar, kenapa harus berteriak? Jika tersenyum dapat menyenangkan jiwa, kenapa harus cemberut? Jika saling memberi dapat mempererat silaturrahim, kenapa harus ditolak? Jika kebersamaan dapat membahagiakan hati, kenapa harus diputus? Kebaikan, pengertian, kejujuran, kelembutan, kasih sayang, kesabaran adalah milikNya, maka kenapa kita tidak melakukannya? Jika kebohongan, kesombongan, keegoisan adalah lingkaran hitam yang menutupi hati kita, kenapa tidak kita hapuskan? Waktunya untuk membuka lembaran baru dalam hidup kita. Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
_085399049664_
Kenapa aku diuji? Jawabnya: QS Al-Mulk ayat 2
Diuji dalam bentuk apa? Jawabnya: QS Al-Baqarah ayat 155-157
Bagaimana Aku harus menghadapinya? Jawabnya: QS Al-Baqarah ayat 45
Mengapa Ujian seberat ini? Jawabnya: QS Al-Baqarah ayat 286
Kepada siapa Aku berharap? Jawabnya: Al-Fatihah ayat 5
Mengapa hasilnya tidak seperti yang diidam-idamkan? Jawabnya: QS Al-Baqarah 256
Lalu apa yang aku dapat dari semua ini? Jawabnya: QS Ar-Rad ayat 23-24
_Fitry_
Tujuan hidup adalah mati. Kita tak punya banyak waktu untuk menangisi diri kita yang di dzalimi. Biarlah Allah yang membalasnya. “Dan janganlah kamu mengikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian kemari menghamburkan Fitnah” Al-Qalam 10-11.
_Febri_
Kebenaran tidak di ukur seseorang tapi oranglah yang diukur dengan kebenaran. “Orang yang menyambung hubungan kekeluargaan bukanlah yang membalas kebaikannya, tapi orang yang apabila hubungan kekeluargaannya diputus ia berusaha menyambungnya” HR Bukhori, Tirmidzi. “ Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Albaqarah: 6.
_Febry_
Rindu surga adalah solusi efektif untuk mengurangi rasa cinta dunia yang berlebihan. Rindu surga adalah solusi terbaik untuk mengatasi sifat malas beribadah. Rindu surga adalah sumber motivasi untuk memperindah akhlak. Tetaplah semangat wahai perindu surga.
_Enhy_
Buatlah rencana dan jangan takut untuk merencanakan kebaikan. Karena orang yang gagal berencanasama saja ia merencanakankegagalan. Begitupun hari esok yang tak akan menunggu kita untuk berencana. Di manapun kita terlelap semalam, ia akan selalu datang untuk kita meski dalam bentuk yang tak terduga. Gerimis ataupun cerah, karenya tak salah bila kita segera berencana, melaksanakan atau memperbaiki aksi dari apa yang telah kita rencanakansaban hari lalu.
_Taufiq_
Beberapa nasihat Lukamanul Hakim kepada anaknya:
1. Apabila kamu shalat maka jagalah hatimu
2. Apabila kamu bergabung dengan orang lain, maka jagalah mulutmu
3. Apabila kamu di rumah orang lain, maka jagalah pandanganmu
4. Apabila kamu di hidangkan makanan, maka jagalah perutmu
Ada 2 hal yang kamu tidak boleh mengingatnya: perbuatan jelek manusia kepadamu, dan perbuatan baikmu kepada manusia. Ada 2 hal yang harus selalu kamu ingat: Allah Azza Wa Jalla dan Alam akhirat.
_Aisyah_
Jika kita berbuat baik sebelum orang berbuat baik kepada kita itu namanya keutamaan. Jika kita berbuat baik setelah orang berbuat baik kepada kita itu namanya balasan. Jika kita berbuat baik setelah orang berbuat jahat kepada kita itu namanya kemurahan hati.
_UJ Febri_
Umar Bin Khattab ra berkata “Hisablah diri kalian sebelum kalian di hisab, dan timbanglah diri kalian sebelum di timbang, dan berhiaslah untuk menghadapi hari Al-Aradl Akbar dimana pada hari itu (segala sesuatu) akan diungkapkan, tidak ada yang tersembunyi dari kalian sama sekali” atau “Berhiaslah kepada siapa yang tidak dapat kalian sembunyikan amal kalian (yakni Allah)”.
_Anhi_


Hari ini semua murid di absen:
1. Rindu. Hadir bu’
2. Kangen. Ada bu’
3. Kasih.Izin bu’
4. Sayang. Sakit bu’
5. Cinta.. cinta? Cinta kemana? Tanya bu guru
Rindu dan Kangen menjawab “Cinta tidak ada bu’, dia tadi ada, tapi pulang”. Bu guru: Kenapa? Murid Menjawab: “karena CINTA gak akan ahadir tanpa ada KASIH dan SAYANG... 
_Fikha_
Keunggulan manusia itu tidak hanya dalam kecerdasan akal pikirannya, bukan juga hanya dalam kepandaian ucapannya, bukan hanya dalam kekuatan fisiknya, tetapi yang lebih utama adalah kekuatan keteguhan hatinya.
_085396247097_

Selasa, 12 April 2011

Mkalah Ilmu Jiwa Agama Pada Remaja

KATA PENGANTAR


Segala puji dan syukur ke hadirat Allah Rabbul ‘Alamin, karena dengan izinnya kami dapat menyelesaikan tugas kelompok berupa makalah yang telah diamanahkan kepada kami.
Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw. yang telah membawa kedamaian dan rahmat untuk semesta alam, Nabi yang sepantasnya kita jadikan tauladan dari setiap sisi kehidupannya bilamana kita ingin merasakan nikmatnya hidup di dunia dan di akhirat.
Dalam makalah ini kami tuliskan sesuai dengan hasil tinjauan pustaka yang kami laksanakan berdasarkan referensi yang relevan dengan judul serta tema tugas yang telah diamanahkan kepada kami.


Makassar, 12 April 2011

Kelompok IV

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Usia remaja adalah masa dimana segala sesuatu dengan mudah dibentuk dan akan sangat menentukan bagaimana selanjutnya di masa yang akan datang. Hal itulah yang mendasari betapa pentingnya penelaahan dan penelitian dilakukan sehingga kita tidak akan melakukan kesalahan-kesalahan fatal dalam membentuk karakter anak dan remaja yang tentunya akan menjadi penerus kita menjadi khalifah di muka bumi ini kelak. Menjadi khalifah atau pemimpin itu adalah sebuah tanggung jawab besar yang akan dimintai pertanggungjawabannya kelak, sehingga kita perlu membekali dengan segala persiapan sedini mungkin terhadap anak dan remaja yang notabenenya akan menjadi penerus kita kelak.
Dapat dikatakan bahwa sikap atau kepribadian seseorang ditentukan oleh pendidikan, pengalaman, dan latihan-latihan yang dilalui pada masa kanak-kanak. Seseorang yang pada masa kecilnya mendapatkan pendidikan, pengalaman dan latihan-latihan terhadap hal-hal yang religius, santun dan ringan tangan (suka membantu) terhadap sesama, empatik terhadap kesusahan dan segala masalah persoalan sosial di lingkungan sekitarnya, maka setelah dewasa nanti akan merasakan pentingnya nilai-nilai agama didalam hidupnya (religius) dan kepribadian (private).
Pendidikan agama haruslah ditanam sejak dini. Karena pendidikan agama sangat penting untuk tumbuh kembang jiwa anak maupun remaja. Dengan agama yang berlandaskan aqidah dan akhlaq dapat mengarahkan perilaku anak maupun remaja ke perilaku yang baik. Dengan pendidikan agama tentunya diharapkan adanya implikasi dari rasa agama anak dan remaja yang baik juga.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka kami akan mengambil permasalahan “Perkembangan Ilmu Jiwa Agama pada Remaja”. Masalahnya dapat dirumuskan sebagai berikut:


1. Apa pengertian dari remaja?
2. Bagaimana perasaan beragama pada remaja?
3. Bagaimana motivasi beragama pada remaja?
4. Bagaimana sikap beragama pada remaja?
5. Apa saja faktor-faktor keberagamaan pada remaja?

II. PEMBAHASAN
A. Pengertian Remaja
Remaja adalah masa peralihan, yang ditempuh oleh seseorang dari kanak-kanak menuju dewasa. Atau dapat dikatakan bahwa masa remaja adalah perpanjangan masa kanak-kanak sebelum mencapai masa dewasa. Anak-anak jelas kedudukannya, yaitu yang belum dapat hidup sendiri, belum matang dari segala segi, tubuh masih kecil, organ-organ belum dapat menjalankan fungsinya secara sempurna, kecerdassan, emosi dan hubungan social belum selesai pertumbuhannya. Hidupnya masih bergantung pada orang dewasa, belum dapat diberi tanggng jawab atas segala hal. Dan mereka menerima kedudukan seperti itu.
Karena itulah maka ahli-ahli jiwa tidak mempunyai kata sepakat tentang betapa panjangnya masa remaja tersebut, maka mereka hanya sepakat dalam penentuan permulaan masa remaja, yaitu dengan dimulainya kegoncangan, yang ditandai dengan datangnya Haid (menstruasi) pertama bagi wanita, dan Mimpi pada pria. Kejadian yang menentukan ini tidak sama antara satu anak dengan anak yang lainnya, ada yang dimulai pada umur 12 tahun, tapi ada pula yang baru berumur 11 tahun. Tapi secara rata-rata terjadi pada umur 13 tahun sebagai permulaan masa remaja (Adolesen) sedangkan akhir masa remaja itu, bermacam-macam. Ada yang mengatakan berumur 15 tahun, ada pula yang mengatakan berumur 18 tahun, bahkan dalam bidang kemantapan beragama umur itu oleh ahli jiwa diperpanjang lagi sampai 24 atau 25 tahun. Batas-batas umur yang bermacam-macam itu baik yang berumur 15, 18, 21, maupun 25 tahun adalah wajar dan cocok bagi masing-masing masyarakat, sesuai dengan nilai dan ukurannya sendiri.
Kendatipun bermacam-macam umur yang ditentukan sebagai batas yang menentukan masa remaja, namun pada umumnya para ahli mengambil patokan ± antara 13-21 tahun adalah umur remaja. Sedang yang khususnya mengenai perkembangan jiwa agama dapat diperpanjangn menjadi ± 13-24 tahun.
Masa remaja, adalah masa penuh kegoncangan jiwa, berada dalam masa peralihan atau di atas jembatan goyang, yang menghubungkan masa kanak-kanak yang penuh keberuntungan, dengan masa dewasa yang matang dan berdiri sendiri.
Kendatipun masa remaja itu tidak ada batas umur yang tegas, yang dapat ditujukan, namun dapat kita kira-kirakan dan perhitungkan sesuai dengan masyarakat lingkungan remaja itu sendiri. Kendatipun besar ataupun kecil kegoncangan yang dialami oleh remaja-remaja dari berbagai tingkat masyarakat, namun dapat dipastikan bahwa kegoncangan remaja itu ada terjadi. Dalam kondisi jiwa yang demikian, agama mempunyai peranan penting dalam kehidupan remaja. Memang, kadang-kadang kita melihat keyakinan remaja terombang ambing, tidak tetap, bahkan kadang-kadang berubah, sesuai dengan perubahan perasaan yang dilaluinya. Suatu hal yang tidak bisa disangkal, adalah bahwa remaja-remaja itu secara potensial telah beragama.
Dalam peta psikologi remaja terdapat tiga bagian:
1. Fase Pueral
Bisa juga disebut Fase Pra Pubertas, masa di mana terjadi peralihan dari kanak-kanak ke remaja. Pada anak perempuan, masa ini lebih singkat dibandingkan dengan anak laki-laki. Anak perempuan terlihat lebih cepat dewasa dalam menanggapi perubahannya. Bahkan tak jarang, anak perempuan menganggap anak laki-laki seusianya masih bersikap seperti anak-anak.
Pada masa ini, terjadi perubahan yang besar pada remaja, yaitu meningkatnya hormon seksualitas dan mulai berkembangnya organ-organ seksual serta organ-organ reproduksi remaja. Secara fisik, anak perempuan berkembang dengan lebih cepat. Mereka mengalami menstruasi, pembesaran payudara, tumbuhnya jerawat, serta pelebaran yang formal, dan cenderung bergabung dengan teman-teman pilihannya. Pada masa ini remaja tidak mau dikatakan anak-anak, tetapi juga tidak bersedia dikatakan dewasa. Pada fase pertama ini merasa tidak tenang.


2. Fase Negative
Fase kedua ini hanya berlangsung beberapa bulan saja, yang ditandai oleh sikap ragu- ragu, murung, suka melamun dan sebagainya.
3. Fase Pubertas
Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Masa pubertas dalam kehidupan kita biasanya dimulai saat berumur delapan hingga sepuluh tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun. Pada masa ini memang pertumbuhan dan perkembangan berlangsung dengan cepat. Pada wanita pubertas ditandai dengan menstruasi pertama (menarche), sedangkan pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah. Kini, dikenal adanya pubertas dini pada remaja. Masa ini yang dinamakan dengan Masa Adolesen.
B. Perasaan Beragama Pada Remaja
Gambaran remaja tentang Tuhan dengan sifat-sifatNya merupakan bagian dari gambarannya terhadap alam dan lingkungannya serta dipengaruhi oleh perasaan dan sifat dari remaja itu sendiri. Keyakinan agama pada remaja merupakan interaksi antara dia dengan lingkungannya. Misalnya, kepercayaan remaja akan kekuasaan Tuhan menyebabkannya pelimpahan tanggung jawab atas segala persoalan kepada Tuhan, termasuk persoalan masyarakat yang tidak menyenangkan, seperti kekacauan, ketidak adilan, penderitaan, kezaliman, persengketaan, penyelewengan dan sebagainya yang terdapat dalam masyarakat akan menyebabkan mereka kecewa pada Tuhan, bahkan kekecewaan tersebut dapat menyebabkan memungkiri kekuasaan Tuhan sama sekali.
Perasaan remaja kepada Tuhan bukanlah tetap dan stabil, akan tetapi adalah perasaan yang yang tergantung pada perubahan-perubahan emosi yang sangat cepat, terutama pada masa remaja pertama. Kebutuhan akan Allah misalnya, kadang-kadang tidak terasa jika jiwa mereka dalam keadaan aman, tentram dan tenang. Sebaliknya, Allah sangat dibutuhkan apabila mereka dalam keadaan gelisah, karena menghadapi musibah atau bahaya yang mengancam ketika ia takut gagal atau merasa berdosa.
C. Motivasi Beragama Pada Remaja
Menurut Nico Syukur Dister Ofm, motifasi beragama dibagi menjadi empat motivasi, yaitu:
1. Motivasi yang didorong oleh rasa keinginan untuk mengatasi frustasi yang ada dalam kehidupan, baik frustasi karena kesukaran dalam menyesuaikan diri dengan alam, frustasi social, frustasi moral maupun frustasi karena kematian.
2. Motivasi beragama karena didorong oleh keinginan untuk menjaga kesusilaan dan tata tertib masyarakat.
3. Motivasi beragama karena didorong oleh keinginan untuk memuaskan rasa ingin tahu manusia atau intelek ingin tahu manusia.
4. Motivasi beragama karena ingin menjadikan agama sebagai sarana untuk mengatasi ketakutan.
D. Sikap Remaja Dalam Beragama
Terdapat empat sikap remaja dalam beragama, yaitu:
1. Percaya Ikut- Ikutan
Percaya ikut- ikutan ini biasanya dihasilkan oleh didikan agama secara sederhana yang didapat dari keluarga dan lingkungannya. Namun demikian ini biasanya hanya terjadi pada masa remaja awal (usia 13-16 tahun). Setelah itu biasanya berkembang kepada cara yang lebih kritis dan sadar sesuai dengan perkembangan psikisnya.
2. Percaya Dengan Kesadaran
Semangat keagamaan dimulai dengan melihat kembali tentang masalah-masalah keagamaan yang mereka miliki sejak kecil. Mereka ingin menjalankan agama sebagai suatu lapangan yang baru untuk membuktikan pribadinya, karena ia tidak mau lagi beragama secara ikut- ikutan saja. Biasanya semangat agama tersebut terjadi pada usia 17 tahun atau 18 tahun. Semangat agama tersebut mempunyai dua bentuk:

a. Dalam bentuk positif
Semangat agama yang positif, yaitu berusaha melihat agama dengan pandangan kritis, tidak mau lagi menerima hal- hal yang tidak masuk akal. Mereka ingin memurnikan dan membebaskan agama dari bid’ah dan khurafat, dari kekakuan dan kekolotan.
b. Dalam bentuk negatif
Semangat keagamaan dalam bentuk kedua ini akan menjadi bentuk kegiatan yang berbentuk khurafi, yaitu kecenderungan remaja untuk mengambil pengaruh dari luar kedalam masalah- masalah keagamaan, seperti bid’ah, khurafat dan kepercayaan- kepercayaan lainnya.
3. Percaya, Tetapi Agak Ragu- Ragu
Keraguan dan kepercayaan remaja terhadap agamanya dapat dibagi menjadi dua:
a) Keraguan disebabkan kegoncangan jiwa dan terjadinya proses perubahan dalam pribadinya. Hal ini merupakan kewajaran.
b) Keraguan disebabkan adanya kontradiksi atas kenyataan yang dilihatnya dengan apa yang diyakininya, atau dengan pengetahuan yang dimiliki.
4. Tidak Percaya Atau Cenderung Ateis
Perkembangan ke arah tidak percaya pada Tuhan sebenarnya mempunyai akar atau sumber dari masa kecil. Apabila seorang anak merasa tertekan oleh kekuasaan atau kezaliman orang tua, maka ia telah memendam sesuatu tantangan terhadap kekuasaan orang tua, selanjutnya terhadap kekuasaan apa pun, termasuk kekuasaan Tuhan.
E. Faktor- Faktor Keberagamaan
Jika kita ingin meneliti dan mempelajari perkembangan perasaan agama pada remaja, kiranya kita tidak dapat mengabaikan faktor-faktor terpenting dalam pertumbuhan remaja itu, antara lain:


1. Pertumbuhan Mental Remaja
Ide-ide agama, dasar-dasar keyakinan dan pokok-pokok ajaran agama, pada dasarnya diterima oleh seseorang pada masa kecilnya, ide-ide dan pokok ajaran-ajaran agama yang diterimanya pada waktu kecil itu akan berkembang dan bertambah subur, apabila anak atau remaja dalam menganut kepercayaan itu tidak mendapat kritikan-krtitikan dalam hal agama itu. Dan apa yang bertumbuh dari kecil itulah yang menjadi keyakinan yang dipegangnya melalui pengalaman-pengalaman yang dialaminya atau dirasakannya.
Kapan seorang anak mampu mengerti hal-hal yang Abstrak itu?
Alfred Binet, seorang psikologis Perancis yang hidup pada tahun 1857-1911, yang terkenal dalam usahanya untuk menentukan kecerdasan anak-anak dengan tesnya yang terkenal dengan “test binnet/simon”. Yang buat pertama kali diperkenalkan Intelligence Quotient (IQ) pada tahun 1905. Binnet berpendapat, bahwa kemampuan untuk mengerti masalah-masalah yang abstrak, tidak sempurna perkembangannya sebelum mencapai usia 12 tahun. Dan kemampuan untuk mengambil kesimpulan yang abstrak dari fakta-fakta yang ada, baru tampak pada umur 14 tahun. Itulah sebabnya maka pada umur 14 tahun itu, anak telah dapat menolak saran-saran yang tiak dimengertinya dan mereka sudah dapat mengkritik pendapat-pendapat tertentu yang berlawanan dengan kesimpulan yang diambilnya.
Remaja-remaja yang mendapat didikan agama dengan cara tidak memberi kesempatan untuk berpikir logis dan mengkritik pendapat-pendapat yang tidak masuk akal, disertai pula oleh kehidupan lingkungan dan orang tua, yang juga menganut agama yang sama, maka kebimbangan pada masa remaja itu sangat kurang. Remaja-remaja akan merasa gelisah dan kurang aman apabila agama atau keyakinannya berlainan dengan yang dianut oleh orang tuanya. Keyakinan orang tua dan keteguhannya dalam menjalankan ibadah, serta memelihara nilai-nilai agama alam hidupnya sehari-hari menolong remaja dari kebimbangan agama.
Setelah perkembangan mental remaja sampai kepada mampu menerima atau menolak ide-ide atau pengertian-pengertian yang abstrak, maka pandangannya terhadap alam dengan segala isi dan peristiwanya berubah, dari mau menerima tanpa pengertian, menjadi menerima dengan penganalisaan.
Perkembangan mental remaja ke arah berpikir logis (falsafi) itu, juga mempengaruhi pandangannya dan keyakinannya kepada Tuhan. Karena mereka tidak dapat melupakan Tuhan dari segala peristiwa yang terjadi di alam ini.
Kepercayaan remaja akan hari kiamat, hari pembalasan, di mana setiap orang akan menerima ganjaran atau siksaan sesuai dengan perbuatannya di dunia, akan menyebabkan ragu pula akan keadilan Tuhan, apabila ia melihat adanya (banyak) orang yang terpaksa dalam perbuatannya. Sebagai contoh seorang Gadis yang berumur 18 tahun sebagi berikut: “kalaupun saya akan dihukum oleh tuhan karena durhaka kepada orang tua, apa boleh buat; tapi saya akan protes kepada-Nya, karena saya durhaka bukan karena keinginan saya, tapi karena perlakuan merekalah yang menyebabkan saya durhaka, mereka kejam, kasar dan sering menyakiti saya.”
Gadis yang merasa sakit hati dan tidak senang hati atas perlakuan orang tuanya yang tidak bijaksana, merasa tidak adillah Tuhan, apabila kedurhakaannya kepda orang tuanya itu akan menyebabkannya dihukum di akhirat nanti.
2. Masalah Mati dan Kekekalan
Pada masa remaja telah dapat dipahami bahwa mati itu adalah suatu yang tidak dapat dihindari oleh setiap orang, bahkan mati itu adalah fenomena alamiah yang harus terjadi. Pemikiran remaja tentang hal ini adalah terdorong oleh kepentingan emosi yang dirasakannya dan yang terjadi disekitar lingkungannya yang menimpa seluruh makluk hidup. Kendatipun pemikiran tentang mati itu telah meningkat, namun mereka tidak menghilangkan kegelisahan, yang mengambil bentuk sebagai berikut:


a. Takut berpisah dengan keluarga
b. Takut dirinya akan mati, karena
1) Berpisah dengan orang tua yang disayanginya dan khawatir akan meninggalnya mereka.
2) Rasa dosa, takut bertemu dengan Allah seolah-olah takut mati itu sebanarnya adalah takut akan hukuman akhirat.
3) Takut mati karena ambisinya. Memang pada masa remaja, ambisi itu adalah suatu ciri khasnya. Remaja lebih banyak khayalan dan cita-cita, serta takut tidak akan tercapai cita-cita itu.
Keyakinan itu akan mengurangkan kecemasan terhadap mati, kepada yang berhubungan itu, yaitu neraka dengan apinya, dan surga dengan kenikmatannya, jika kegelisahan itu bertambah, maka hidup ini tidak akan dirasakan berarti lagi. Maka takut akan neraka dan harap akan masuk surga dalam ajaran agama.
Setelah mati diakui dan diterima oleh remaja, maka ada diantaranya yang ingin mati, mungkin ini disebabkan adanya gambaran tentang negative takut mati (Reaction formation) psikoanalisa. Atau karena ingin lari dari kesukaran hidup yang dialaminya. Bahkan ada orang yang seolah-olah menghadang mati, sebenarnya ia ingin kekal dalam bentuk apapun.
3. Emosi dan Pengaruhnya Terhadap Kepercayaan agama
Sesungguhnya emosi memegang peranan penting dalam sikap dan tindak agama. Tidak ada satu sikap atau tindak agama seseorang yang dapat dipahami, tanpa mengindahkan emosinya. Karena itu, dalam meneliti atau mempelajari perkembangan ilmu jiwa agama pada seseorang, perlu diperhatikan seluruh fungsi-fungsi jiwanya sebagai kebulatan.
Masa remaja adalah masa bergejolaknya bermacam perasaan yang kadang-kadang bertentangan satu sama lain. Diantara sebab-sebab atau sumber-sumber kegoncangan emosi pada remaja, adalah konflik atas pertentangan yang terjadi pada remaja dalam kehidupan.
Diantara konflik yang membingungkan dan menggelisahkan remaja ialah, jika mereka merasa atau mengetahui adanya pertentangan ajaran agama dan ilmu pengetahuan, maka remaja akan gelisah dan mungkin akan menggoncangkan keyakinannya yang telah tertanam itu. Diantara konflik atau pertentangan yang terjadi dalam remaja ialah adanya dorongan-dorongan sex. Menurut Kinsey, seorang psikolog asal Amerika berpendapat bahwa dorongan sex itu telah menyebabkan ± 90% dari remaja Amerika melakukan perbuatan onani. Di Negara-negara yang agamanya kuat, berbuat onani itu, sering kali menyebabkan para remaja menjadi gelisah, kegelisahan ini yang membuat gelombang-gelombang keyakinan terhadap mereka, kadang menjadi rajin shalat, ata berdo’a kepada Allah. Tapi kadang ia menjadi putus asa dan menjadi acuh kepada agama. Apabila kita tahu bahwa masa remaja adalah masa yang tidak stabil emosinya di mana perasaan sering tidak tentram, maka keyakinanpun akan kelihatan maju mundur (ambivalen) dan pandangannya terhadap Tuhan akan berubah-ubah sesuai dengan kondisi emosinya. Dalam hal ini kita dapat mengetahui bagaimana pendapat remaja tentang:
a. Sifa-sifat Tuhan
Apabila seorang menyebutkan nama sifat-sifat Tuhan, hal ini tidak timbul dari keyakinannya yang telah tetap, akan timbul dari sikap emosi dan keadaan jiwanya pada waktu itu.
b. Perasaan Agama yang kembar (ambivalen)
Keyakinan akan sifat Tuhan yang banyak itu berubah-ubah sesuai dengan kondisi emosinya, dan ia mengalami keyakinan yang maju mundur. Kadang terasa sekali olehnya keyakinan kepada Tuhan, terasa dekat, seolah-olah dia berdialog langsung kepada Tuhan. Tapi terkadang ia merasa jauh, tidak dapat memusatkan pikiran waktu berdo’a atau shalat. Kondisi keimanan yang kembar (maju-mundur) itu adalah satu ciri khas remaja, yang sedang mengalami kegoncangan emosi.
4. Perkembangan Moral dan Hubungannya dengan Agama
Agama mempunyai peranan penting dalam pengendalian moral seseorang. Tapi harus diingat bahwa pengertian tentang agama, tidak otomatis sama dengan bermoral. Betapa banyak orang yang mengerti agama, tapi moralnya merosot. Dan tidak sedikit pula orang yang tidak mengerti agama sama sekali, tapi moralnya cukup baik.
Oleh sebab itu, seorang peneliti ilmu jiwa agama harus mempelajari pula dinamika dan perkembangan moral, supaya dapat memahami bagaimana peranan agama dalam moral, dan agama itu dapat menjadi pengendali moral. kita akan melihat betapa erat hubungan agama dengan ibadah-ibadah dan moral. Untuk lebih jelas, dapat kita lihat sangkut paut keyakinan beragama dengan moral remaja terutama dalam masalah-masalah berikut:
a. Tuhan sebagai Penolong Moral
Tuhan bagi seorang remaja adalah keharusan moral, pada masa remaja itu, Tuhan lebih menonjol sebagai penolong moral, daripada sandaran emosi. Andaikata kadang-kadang pikiran pada masa remaja itu berontak dan ingin mengingkari ujud Allah, atau ragu-ragu kepadanya, namun tetap ada suatu hal yang menghubungkan dengan Allah yaitu kebutuhannya untuk mengendalikan moral.
b. Pengertian Surga dan Neraka.
Kebanyakan remaja memikirkan alam lain, bukanlah untuk tempat senang-senang atau tempat siksaan jasmani, akan tetapi sebagai lambang bagi pikiran pembalasan atau lambang kebahagiaan yang ingin dicapainya dan terlepas dari kegoncangan remaja yang tidak menyenangkan itu.
c. Pengertian tentang Malaikat dan Setan.
Mereka sadar betapa erat hubungan setan dengan malaikat itu dengan dirinya, mereka menyadari adanya hubungan yang erat antara setan dengan dorongan jahat yang ada dalam dirinya, dan hubungan dengan malaikat dengan moral dan keindahannya yang ideal, demikian pula hubungan surga dengan ketentraman batin dan kekuasaan yang baik, juga antara neraka dengan ketenangan batin dan hukuman-hukuman atas dosa.
5. Kedudukan Remaja dalam Masyarakat dan pengaruhnya Terhadap keyakinannya.
Sikap atau perlakuan Masyarakat yang kurang memberikan kedudukan yang jelas bagi remaja itu, sering kali mempertajam rasa konflik yang sebenarnya telah ada pada remaja, mereka mengharapkan bimbingan dan kepercayaan orang dewasa, terutama keluarganya, tapi di lain pihak mereka ingin bebas, terlepas dari kekuasaan dan kritikan-kritikan orang dewasa, mereka akan mencari orang-orang lain yang dapat mereka jadikan teladan atau pahlawan (hero), sebagai pengganti orang tua atau orang-orang yang biasa menasihati mereka. Seandainya yang menjadi hero tersebut baik, maka pengaruhnya juga baik tapi kalau ia tidak baik, maka pengaruhnya juga kurang baik.
Kecenderungan seorang remaja untuk ikut aktif dalam kegiatan agama sebenarnya ada dan dapat dipupuk, asal lembaga keagamaan tersebut dapat mengikut sertakan remaja dan memberi kedudukan yang pasti kepada mereka. Kebijaksanaan pemimpin agama yang dapat menyadari bahwa remaja mempunyai dorongan dan kebutuhan social yang perlu dipenuhi, akan dapat menggerakan remaja itu ikut aktif dalam agama.
6. Sikap Remaja Terhadap Agama
a. Percaya turut-turutan.
b. Percaya dengan kesadaran yang timbul dari semangat positif dan semangat khurafi (unsure-unsur luar yang tercampur dengan agama).
c. Kebimbangan Beragama.
d. Tidak percaya tuhan.
Robert H. Thouless mengemukakan empat faktor keberagamaan yang dimasukkan dalam kelompok utama, yaitu:
a. Pengaruh- pengaruh sosial
b. Berbagai pengalaman
c. Kebutuhan
d. Proses pemikiran
Faktor sosial mencakup semua pengaruh sosial dalam perkembangan sikap keberagamaan, yaitu: pendidikan orang tua, tradisi- tradisi sosial dan tekanan- tekanan lingkungan sosial untuk menyesuaikan diri dengan berbagai pendapat dan sikap yang disepakati oleh lingkungan.
Faktor lain yang dianggap sebagai sumber keyakinan agama adalah kebutuhan- kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi secara sempurna, sehingga mengakibatkan terasa adanya kebutuhan akan kepuasan agama. Kebutuhan- kebutuhan tersebut dapat dikelompokkan dalam empat bagian, antara lain kebutuhan akan keselamatan, kebutuhan akan cinta, kebutuhan untuk memperoleh harga diri dan kebutuhan yang timbul karena adanya kematian.
Faktor terakhir adalah pemikiran yang agaknya relevan untuk masa remaja, karena disadari bahwa masa remaja mulai kritis dalam menyikapi soal- soal keagamaan, terutama bagi mereka yang mempunyai keyakinan secara sadar dan bersikap terbuka. Mereka akan mengkritik guru agama mereka yang tidak rasional dalam menjelaskan ajaran- ajaran agama islam, khususnya bagi remaja yang selalu ingin tahu dengan pertanyaan- pertanyaan kritisnya. Meski demikian, sikap kritis remaja juga tidak menafikkan faktor- faktor lainnya, seperti faktor berbagai pengalaman.

III. PENUTUP
Kesimpulan
1. Remaja adalah masa peralihan, yang ditempuh oleh seseorang dari kanak-kanak menuju dewasa. Atau dapat dikatakan bahwa masa remaja adalah perpanjangan masa kanak-kanak sebelum mencapai masa dewasa.
2. Perasaan remaja kepada Tuhan bukanlah tetap dan stabil, akan tetapi adalah perasaan yang yang tergantung pada perubahan-perubahan emosi yang sangat cepat, terutama pada masa remaja pertama.
3. Motifasi beragama dibagi menjadi empat motivasi, yaitu:
a. Motivasi yang didorong oleh rasa keinginan untuk mengatasi frustasi yang ada dalam kehidupan, baik frustasi karena kesukaran dalam menyesuaikan diri dengan alam, frustasi social, frustasi moral maupun frustasi karena kematian.
b. Motivasi beragama karena didorong oleh keinginan untuk menjaga kesusilaan dan tata tertib masyarakat.
c. Motivasi beragama karena didorong oleh keinginan untuk memuaskan rasa ingin tahu manusia atau intelek ingin tahu manusia.
d. Motivasi beragama karena ingin menjadikan agama sebagai sarana untuk mengatasi ketakutan.
4. Terdapat empat sikap remaja dalam beragama, yaitu:
a. Percaya Ikut- Ikutan
b. Percaya Dengan Kesadaran
1) Dalam bentuk positif
2) Dalam bentuk negatif
c. Percaya, Tetapi Agak Ragu- Ragu
1) Keraguan disebabkan kegoncangan jiwa dan terjadinya proses perubahan dalam pribadinya. Hal ini merupakan kewajaran.
2) Keraguan disebabkan adanya kontradiksi atas kenyataan yang dilihatnya dengan apa yang diyakininya, atau dengan pengetahuan yang dimiliki.
d. Tidak Percaya Atau Cenderung Ateis
5. Faktor-faktor keberagamaan:
a. Pertumbuhan Mental Remaja
b. Masalah Mati dan Kekekalan
1) Takut berpisah dengan keluarga
2) Takut dirinya akan mati, karena
c. Emosi dan Pengaruhnya Terhadap Kepercayaan agama
d. Perkembangan Moral dan Hubungannya dengan Agama
e. Kedudukan Remaja dalam Masyarakat dan pengaruhnya Terhadap keyakinannya.
f. Sikap Remaja Terhadap Agama
g. Faktor terakhir adalah pemikiran yang agaknya relevan untuk masa remaja.

Tugas Kelompok
Ilmu Jiwa Agama

PERKEMBANGAN ILMU JIWA AGAMA
PADA REMAJA







Disusun oleh Kelompok IV
Munawwar Abd. Hamid
Muhammad
Musakkir
Tuti Wasiat
Wahyudi



JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2010
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Remaja
B. Perasaan Beragama Pada Remaja
C. Motivasi Beragama Pada Remaja
D. Sikap Remaja Dalam Beragama
E. Faktor-faktor Keberagamaan
BAB III PENUTUP
Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA
Drs. H. Aziz Ahyadi , Psikologi Agama, Mertiana Bandung
Jalaluddin Rakhmat , Psikologi Agama sebuah pengatar, Mizan 2004
Drs. Psy H.A. Aziz Ahyadi , Psikologi Agama, pnerbit Martiana Bandung,
Dr. Nico Syukur Dister, Psikologi Agama, penerbit Kanisius, hal 9
Prof Dr. H. Ramayulis, Psikologi Agama , Kalam Mulia 2004
Aliah B. Purwakanta Hasan, Psikologi Perkembangan Islami, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta

SMS Dakwah

Jangan khawatir engkau kehilangan cinta dariku. Karena bila memang kita di takdirkan bersama, maka tidak akan ada yang mencegah kita bersatu. Tetapi ketahuilah, bagaimanapun usaha kita untuk bersatu. Jika Allah tidak menghendaki_Nya, maka tidak akan pernah kita bersatu. Bersabarlah, biarkan Allah mengaturnya. Dan yakinlah, semua akan baik-baik saja. Insya Allah... (Ummu Sa’ad)
_Icha’_
Hidup bukanlah sekedar pergantian hari-hari semata, dalam umur yang berkurang, ajal semakin dekat. Tiap detik yang dilalui akan ada pertanggung jawabannya. Umur adalah cermin diri.. Tiap waktu yang terlewati adalah pesan bisu dari catatan sebuah kesalahan untuk dimengerti dan direnungi. Semoga kita senantiasa termotivasi untuk menyempurnakan kebaikan.
_Rahmah_
Kawan, tahukah engkau siapa itu pejuang sejati? Dia bukanlah yang tak pernah lelah, bosan, ataupun tanpa luka di raganya. Namun dialah yang niatnya suci dan langkahnya terjaga. Kala penat melanda, Allah-lah tempat menghilangkannya. Saat jenuh menyerang, hanya dia yang Maha Kuat yang bisa menentramkan. Ketika dosa dan maksiatmenggelincirkan, segera bertaubat dan beristighfarserta janji takkan mengulangi menjadi obat yang mujararab. Sudahkah kau temukan sang pejuang sejati itu? Tak perlu kau tengok ke arah manapun di sekitarmu. Carilah ia di dalam dirimu. Semoga segera kau sadari bahwa dia telah menunggumu di sana
_Rose_
Ada tiga golongan yang berhak untuk di tolong Allah:
1. Seorang pejuang di jalan Allah
2. Seorang budak mukatab yang hendak menebus dirinya
3. Orang yang menikah untuk menjaga dirinya
(HR. At-Tirmidzi)
_087840056554_
Sesungguhnya maksiat itu akan membuat kusam wajah, kegelapan hati, melemahkan badan, mengurangi rezki, dan menimbulkan rasa benci di hati manusia kepada_Nya. (Ibnu Abbas)
_Mardatillah_
10 karakter pemuda Islam:
1. Salimul aqidah (Aqidah yang lurus)
2. Shahihul Ibadah (Ibadah yang Benar)
3. Matinul Khuluq (Akhlaq yang mulia)
4. Qadirun Al Qasbi (Mandiri)
5. Mutsaqaful Fikri (Wawasan yang luas)
6. Qawiyyul Jismi (Fisik yang kuat dan sehat)
7. Mujahidun Linafsih (Jiwa yang semangat)
8. Munadzham Fi syu’unih (sistematis)
9. Harisun ‘ala waqti (Menjaga Waktu)
10. Nafi’un lighairih (Berguna Bagi orang lain)
_087840056554_
Bila setiap hari kita merasa sepi, salah satu pertanda bahwa kita sedang larut pada kegiatan yang sama setiap hari, maka perlu bagi kita tuk selalu ceria agar diri kita terhibur di setiap suasana, tetap rendah hati ketika tersenyum dan tetap ramah meski dalam keadaan marah, agar kita bisa menikmati hari. Berkreasi di sekitar kita akan membuat kita tidak kesepian.
_Aya’_
Hidup layaknya sederetan kata yang hanya menyisakan beberapa spasoi. Terkadang kita butuh koma, tuk mengistirahatkan perjalanan kita. Seringkali muncul tanda tanya, di saat kita kehilangan arah. Sesekali kita juga menghadirkan tanda seru, ketika kenyataan tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Kita sadar bahwa perjalanan ini terkadang butuh peta dan catatan yang senantiasa memberi petunjuk, sebagai evaluasi jalan kita. Tapi yakinlah bahwa titik bukan akhir dari segalanya, karena masih ada banyak kata yang haruskita untai menjadi sebuah lembar kehidupan yang indah. 
_K’ Vita_
Nuansa hidup dapat dipengaruhi oleh pergaulan. Saat seseorang terjun dalam, maka sulit baginya lepas dari jeratan. Ibarat koin yang telah masuk dalam celengan, maka susah baginya tuk keluar kembali. Alih-alih hendak keluar, namun ada saja koin lain yang menghalanginya. Maka sungguh agung permisalan oleh Rasulullah saw. yang diriwayatkan Bukhari Muslim, bahwaseorang teman itu bisa saja bagaikan penjual parfum, ataukah sebagai seorang pandai besi. Sobat, engkaulah yang menebarkan wangi parfum itu, teruslah menebarkan aromanya dengan kebaikan hatimu.
_087840056554_
Setiap lelah yang terasa kadang mencoba mengoncangkan tekad. Setiap kesal di hati sering kali menyulut gejolak jiwa. Tetesan-tetesan peluh kadang menguji keikhlasan. Setiap perjuangan tidak bertabur bunga. Tapi yakinlah Allah akan merindu tiap tapak pejuang yang dijejakkan dengan ikhlas untuk kebaikan.
_Rahmah_
Ummul Mukminin ‘Aisyah ra. Menceritakan: Nabi tidak perna menjaga shalat sunnah melebihi perhatian beliau terhadap dua rakaat sebelum subuh. (Muttafaq ‘alayh)
Rasulullah saw. bersabda: Sungguh 2 rakaat sebelum subuh lebih baik daripada dunia seisinya. (HR Muslim)
_UM Innha_
Ketika wajah ini penat memikirkan dunia, maka berwudhulah. Ketika tangan ini letih menggapai cita-cita maka bertakbirlah. Ketika pundak tak kuasa memikul amanah, maka bersujudlah, ikhlaskan semuanya dan mendekatlah padaNya. Agar tunduk di saat yang lain angkuh, agar teguh di saat yang lain runtuh, agar tegar di saat yang lain berguguran, semoga Allah menjadikan kita hambanya yang taat dalam segala keadaan, baik lapang atau sempit.
_Aisyah_
Hidup tak selamanya berjalan mulus.. Butuh batu kerikil supaya kita berhati-hati. Butuh semak berduri supaya kita waspada. Butuh persimpangan supaya kita bijaksana dalam memilih. Butuh petunjuk jalan supaya kita punya harapan tentang arah masa depan. Butuh masalah supaya kita tahu kita punya kekuatan. Butuh pengorbanan supaya kita tahu cara bekerja keras. Butuh air mata supaya kita tahu merendahkan hati. Butuh dicela supaya kita tahu bagaimana cara menghargai. Butuh tertawa supaya kita tahu mengucap syukur. Butuh senyum supaya kita tahu kita punya cinta. Butuh orang lain supaya kita tahu kita tak sendiri.
_Ridha_
Seandainya kematian itu adalah akhir dari segalanya dan kita ditinggalkan begitu saja, maka kematian adalah tempat peristirahatan terindah bagi setiap yang hidup. Namun tidaklah demikian, karena kematian adalah awal dari kehidupan yang tidak berujung, dan kita akan ditanya tentang segala sesuatu, sungguh penyesalan karena tidak bisa lagi mengerjakan amal shaleh lebih menyakitkan dari pada sakaratul maut, dan tak ada kalimat yang lebih menyedihkan pendengaran seorang hamba melebihi firman Allah : “Tinggallah di dalamnya (neraka) dengan hina, dan janganlah berbicara denganku”. (QS. Al Mukminun: 108)
_Febry_
Air mata terkadang lebih spesial dari pada senyuman. Karena senyuman bisa diberikan kepada siapa saja, tapi air mata hanya bisa diberikan kepada orang yang kita sayangi. Jika kita tidak bisa menjadi pensil untuk menulis kebahagiaan orang lain, setidaknya kita bisa menjadi penghapus untuk menghapus kesedihan orang lain agar dia dapat tersenyum.
_Anwar_
Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan. Keyakinan hanya tinggal pemikiran, yang tak berbekas dalam perbuatan. Banyak orang baik tapi tak berakal, ada orang berakal tapi tak beriman. Ada lidah fasih tapi berhati lalai, ada yang khusyuk namun sibuk dalam kesendirian. Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis. Ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi. Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat dan ada yang banyak menangis karena kufur nikmat. Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat. Dan ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut. Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan. Dan ada pezina yang tampil jadi figur. Ada orang punya ilmu tapi tak paham. Ada yang paham tapi tak menjalankan. Ada yang pintar tapi membodohi, ada yang bodoh tak tau diri. Ada orang beragama tapi tak berakhlak, dan ada yang berakhlak tapi tak bertuhan. Lalu diantara semua aku ada di mana? (Ali Bin Abi Thalib)
_Anhy_
Betapa mulianya seorang pejuang dakwah. Ia mengayomi, memberi motivasi dan pencerahan agama serta seluruh urusan hidup kepada umat, dengan wajah yang senantiasa cerah, tersenyum, seolah ia sendiri tak pernah punya masalah. Padahal dirinya menyembunyikan masalah-masalah hidup dan perihnya hati yang iasimpan dalam qalbunya. Ia sadar bahwa ada yang jauh lebih penting daripada masalah pribadinya yaitu masalah umat yang ditempa berbagai kedzaliman. Semoga Allah mengistiqamah kita dalam jalan dakwah dan memberi keikhlasan.
_Febry_
Perjuangan dalam dakwah sungguh indah jika disertai pemahaman yang kokoh. Ditanam di ladang aqidah yang lurus dibalut dengan ikatan ukhuwah di antara sesama al akh.
_Arman_
Hidup adalah pilihan. Maka tentukanlah pilihanmu sebelum pilihan menentukan hidupmu.
Jangan katakan apa yang anda ketahui, tapi ketahuilah apa yang anda katakan.
Cinta datang bukan karena ketemuan, tapi karena kecocokan.
Uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang.
Hidup ini tak mudah, tapi tak ada yang tak mungkin.
Masalah adalah tanda bahwa kita semakin dekat dengan kesuksesan.
Jadi orang penting memang baik, tapi jadi orang baik lebih penting.
_Yhaya_
Kemuliaan berwudhu:
1. Jaminan surga
2. Penghapus dosa
3. Penghilang marah
4. Pengusir syaithan
5. Cahaya di akhirat
6. Jaminan iman
7. Kesucian sejati
8. Hati tersambung dengan Allah
9. Membangun sifat jujur
10. Membahagiakan
Wudhu itu bukan hanya untuk shalat, memuliakan wudhu, kunci kemuliaan. Memperbarui wudhu, rahasia hidup baru. Menyepelekan wudhu tanda kehinaan. Itulah malas keterlaluan.
_Enhy_
Allah punya banyak cara untuk mendekatkan kita kepada-Nya. Dalam setiap cara itu, Allah akan menguji kesabaran setiap hambaNya. Tidak jarang sebagian dari kita terlempar saat yang lain tegar. Runtuh saat yang lain teguh. Lemah saat yang lain istiqamah. Betapa Allah menyayangi kita, setia mendengar apa yang kita pinta, Ia selalu menjawab tiap munajat kita. Mungkin bukan dengan kata “YA” tapi apa yang menimpa kita itulah yang terbaik karena Dia tidak akan mungkin mendzalimi hambanya.
_Anhy_
Hasan Al-Bashri pernah berkata: “Aku tahu rizkiku tidak akan di ambil orang lain, karena itulah aku tenang. Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan orang lain, karena itulah aku sibuk beramal. Aku tahu kematian itu sudah menungguku, karena itulah aku selalu sibuk menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan Allah”.
_Anwar_
Jangan menunggu senyuman, baru mau berbuat baik. Jangan menunggu dicintai, baru mau mencintai. Jangan menunggu kesepian melanda, baru menghargai persahabatan. Jangan menunggu mendapatkan banyak, baru mau berbagi. Jangan menunggu kegagalan tiba, baru ingat dengan ansehat-nasehat. Jangan menunggu kesulitan muncul, baru mau percaya dengan do’a. jangan menunggu adanya waktu, baru mau melayani. Jangan menunggu orang lain terluka, baru mau minta maaf. Jangan menunggu beramal karena kita tidak tahu waktu kita sampai kapan.
_Whia_
Sungguh nikmat mencontoh akhlak Rasulullah saw. sebaik-baik qudwah, meski tak akan ada seorangpun mampu menyamai kesempurnaan Akhlak beliau. Kerendahan hati dalam diri beliau membuat Islam ini menjadi lebih indah bagi setiap pengikutnya. Tak jarang orang tertarik pada Islam karena akhlaq atau sikap rendah hati beliau. Rendah hati pada yang lebih tua, rendah hati pada yang sebaya, dan mampu rendah hati pada yang lebih muda bahkan anak-anak. Tanpa memandang siapapun mereka, awwam ataupun berilmu. Semoga Allah menjadikan hati kita di antara hati yang selamat. Hati yang selalu semangat mengikuti Al-Qur’an dan As-aSunnah.
_Icha_
Belajarlah pada titik-titik embun di rerumputan, meski hanya setetes namun selalu memberikan kesegaran di pagi hari nan indah. Cobalah menjadi ombak di tepi pantai, meskipun segera mengering namun kembali setiap saat membasahi pasir yang tak terhitung. Jadilah bintang di kala malam, meski kelipnya tidak menerangi bumi namun selalu memberi keindahan dalam kegelapan. Hiduplah dengan seribu arti dari suatu kehidupan.
_Aisyah_
Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada satupun dari kelelahan, penyakit, kedukaan, kesedihan, gangguan dan kesusahan yang menimpa seorang muslim, bahkan duri yang mengenai dirinya, kecuali dari sebab itu, Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya” Muttafaq Alayh
_Zaskia_
Rasuslullah saw. bersabda: “ Jagalah Al-Qur’an (perbanyak membaca dan mentadaburi Al-Qur’an), demi Rabb yang jiwaku dalam genggamanNya, sesungguhnya Al-Qur’an sangatlah mudah lepas, dibanding seekor unta yang berada dalam ikatannya. (HR Bukhari)
_K’ Mila_

Rabu, 16 Maret 2011

Makalah Tafsir Tarbawi

BAB I
MUQADDIMAH
Pendidikan merupakan faktor penting yang menentukan kehidupan manusia. Melalui pendidikan, manusia bisa meningkatkan kualitas hidupnya. Kemajuan yang dicapai peradaban Islam di zaman kekhalifahan tak lepas dari keberhasilan dunia pendidikan. Pada zaman itu, kota-kota Islam telah menjelma menjadi pusat pendidikan dan peradaban yang sangat maju.
Hal ini ada kaitannya dengan firman Allah SWT dalam surah At-Taubah ayat 122, yang berbunyi:
...


Artinya: “Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali agar mereka dapat menjaga dirinya”.
Di abad pertengahan, para ilmuwan dan cendekiawan Muslim telah menyusun metode pendidikan atau pembelajaran yang sangat baik. Metode itu disusun agar para siswa bisa memahami dan menyerap ilmu pengetahuan yang diajarkan di madrasah-madrasah atau di Universitas-universitas dengan mudah.
Di dalam makalah ini kami akan menjelaskan beberapa macam metode pengajaran yang biasa dilakukan oleh para pengajar. Insya Allah.

BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Metode Pengajaran
Metode pengajaran adalah ilmu yang membahas tentang cara atau tekhnik menyajikan bahan pembelajaran terhadap siswa atau mahasiswa agar mereka dapat menangkap memahami atau mencerna materi pembelajaran dengan mudah serta agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien.
Pengajaran sebagai suatu sistem menuntut agar semua unsur tersebut saling berhubungan satu sama lain atau dengan kata lain tak ada satu unsur yang dapat ditinggalkan tanpa menimbulkan kepincangan dalam proses belajar mengajar.
2. Macam-macam Metode Pengajaran
Ada beberapa macam metode pengajaran yang umum dilakukan oleh para guru, dosen, atau pendidik, antara lain:
a. Metode Ceramah
Metode ceramah yaitu suatu bentuk penyampaian bahan (materi) pelajaran melalui penerangan dan penuturan secara lisan terhadap sekelompok murid. Dalam hal ini kami mengutip sebuah ayat dalam Al-Qur’an yang berbunyi:




Artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk”. (Q.S. An-Nahl ayat 125)
Selain itu kami mengutip pula sebuah hadits yang berbunyi:


Artinya: “Sampaikanlah olehmu walaupun satu ayat”.
Ketika memperoleh ilmu atau pengetahuan yang baru, segeralah pula ajarkan atau sampaikan kepada orang lain agar supaya pengetahuan ini bisa tersebar dengan cepat. Jangan sampai pangetahuan yang kita miliki terputus di tangan kita, karena tidak ada seorangpun yang menjamin usia kita, bahkan kita sendiri tidak tahu kapan roh di jasad ini di cabut.
Metode ceramah ini baik digunakan ketika, menghadapi murid yang besar jumlahnya atau menyampaikan materi yang banyak sedangkan waktu yang tersedia sangat terbatas.
b. Metode Ceritra atau Kissah
Metode kissah adalah suatu cara menyampaikan materi pelajaran dengan menuturkan secara kronologis tentang bagaimana terjadinya sesuatu hal, baik yang sebenarnya terjadi maupun hanya rekaan atau fiktif balaka.
Berkaitan dengan hal ini Allah SWT berfirman:


Artinya: “Sungguh, telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah (Allah), karena itu berjalanlah kamu ke (segenap penjuru) bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul)”. (Q.S. Ali Imran ayat 137).
Dengan metode kissah ini kita dapat mengambil ibroh atau hikmah di balik kisah yang kita dengar dari pengajar atau siapa saja yang mengisahkannya, sehingga bisa menjadi bahan muhasabah bagi diri kita pribadi agar bias memperbaiki gaya kehidupan kita kedepannya.
Metode ini baik pula digunakan ketika mengajar TK atau SD, karena pada hakikatnya anak seusia mereka senang mendengarkan cerita-cerita atau dongeng karena itu lebih mudah dicerna oleh otak mereka yang berusia masih sangat muda.
c. Metode Diskusi
Metode diskusi adalah suatu proses yang melibatkan dua individu atau lebih berintegrasi secara verbal dan saling berhadapan, salaing tukar informasi (information sharing), saling mempertahankan pendapat (self maintenance) dalam memecahkan sebuah masalah tertentu (problem solving).
d. Metode Tanya Jawab
Metode Tanya jawab adalah penyampaian pelajaran dengan cara guru mengajukan pertanyaan dan murid menjawab, begitu pula sebaliknya, siswa bwrtanya guru menjawab, atau suatu metode di sdalam pendidikan di mana guru bertanya sedangkan murid menjawab tentang materi yang ingin diperoleh. Dalam sebuah dalil dikatakan bahwa:


Artinya: “Bertanyalah kalian kepada ahlinya jika kalian tidak mengetahui!”.
Di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, masing–masing punya kelebihan dan kekurangan. Apa yang diketahui oleh guru atau dosen belum tentu diketahui oleh siswa, begitu pula sebaliknya, apa yang diketahui oleh siswa belum tentu pula diketahui oleh guru. Makanya apa yang tidak kita ketahui, tanyakanlah kepada orang lain atau tanyakan kepada ahlinya.
e. Metode Pembiasaan
Metode pembiasaan adalah sebuah cara yang dapat dilakukan untuk membiasakan anak didik berfikir, bersikap dan bertindak sesuai dengan tuntunan ajaran agama Islam.
f. Metode Resitasi atau Pemberian Tugas
Yaitu bentuk penyajian bahan pelajaran dengan jalan memberikan tugas kepada siswa di dalam atau di luar jam pelajaran. Hal ini bisa kita kaitkan dengan firman Allah SWT:




Artinya: “Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanah-Nya, dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia, sungguh Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir”. (Q.S. Al-Maidah ayt 67)
g. Metode Keteladanan
Keteladanan adalah hal-hal yang perlu ditiru atau dicontoh oleh seseorang dari orang lain. Namun keteladanan yang dimaksud di sini adalah keteladanan yang dapat dijadikan alat pendidikan islam yaitu keteladanan yang baik sesuai dengan pengertian “uswah”. Allah SWT berfirman dalam kitab-Nya:




Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (Q.S. Al-Ahzab ayat 21).
Bila mana kita ingin hidup bahagia di dunia maupun di akhirat maka tirulah gaya hidup Rasulullah Muhammad SAW. Bagaimanakah kepribadian Rasul itu? Aisyah ra berkata “akhlaq Rasul adalah Al-Qur’an”.

BAB III
KESIMPULAN
Ada beberapa macam metode mengajar yang umum dilakukan oleh para pengajar, dosen ataupun guru yang bisa kita amalkan pula dalam membagi ilmu kepada generasi-generasi kita berikutnya, antara lain:
1. Metode ceramah, ini yang paling populer digunakan oleh para pendidik. Metode ini pula yang paling sering dilakukan oleh Rasulullah.
2. Metode ceritra atau kisah, dengan metode ini pengajar harus pula mengungkapkan hikmah dari apa yang telah diceritakannya kepada siswa agar mereka bisa mengambil pelajaran dari kisa tersebut.
3. Metode diskusi, ini yang biasa digunakan oleh para mahasiswa untuk mencari jalan keluar dari suatu masalah atau menyatukan pendapat yang berbeda.
4. Metode Tanya jawab, mencari jawaban dari hal yang tidak diketahui kepada orang lain atau kepada ahlinya.
5. Metode pembiasaan, membiasakan diri untuk melakukan hal-hal yang positif dan membiasakan diri jauh dari hal yang bersifat negative.
6. Metode pemberian tugas, merangsang siswa untuk melakukan aktifitas belajar baik individual maupun kelompok.
7. Metode keteladanan, pengajar harus melakukan suatu kegiatan terlebih dahulu ketika ingin menyuruh siswanya untuk melakukan hal itu, agar supaya siswa mudah untuk melakukannya karena telah melihat contoh dari pengajarnya. Namun pengajar harus memunculkan kegiatan yang positif.

DAFTAR PUSTAKA
http://fikrinatuna.blogspot.com/2008/10/metode-pengajaran-agama-islam.html
Nata, Abuddin. 2008. Tafsir Ayat-Ayat Pendidikan. Jakarta : Rajawali Pers.
www.alsofwah.or.id
http://www.republika.co.id
http://frenky.web.ugm.ac.id/1/?p=10
http://jisc.eramuslim.com/konsultasi/display/124-pendidikan-islam
http://raflengerungan.wordpress.com/pengertian-pendidikan/
http://diskusipendidikan.forumotion.com/pengantar-pendidikan-f2/pengertian
pendidikan-dan-pengajaran-t4.htm
Departemen Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahannya. PT Syaamil Cipta Media: 2005.

PENJAJAHAN BARAT ATAS DUNIA ISLAM DAN PERJUANGAN KEMERDEKAAN NEGARA-NEGARA ISLAM

Priode moderen dalam sejarah Islam bermula dari tahun 1880 M. dan berlangsung sampai sekarang. Di awal priode ini kondisi dunia Islam secara politis berada di bawah penetrasi kolonialisme baru kepada pertengahan abad Ke-20 M, dunia Islam bangkit dari memerdekakan dari penjajahan barat.
Sebagaimana telah disebutkan, ketika kerajaan besar Islam sedang mengalami kemunduran di abad ke-18 M, di awal abad ke-18 M, Eropa mengalami kemajuan pesat. Kerajaan Safawi hancur di awal abad ke-18 M dan kerajaan Munghal hancur pada awal paro kedua abad Ke-19 M di tangan Inggris, yang kemudian mengambil alih kekuasaan di anak benua India. Kekuatan terakhir yang masih disegani adalah kerajaan Usmani di Turki, hingga Turki Usmani mengalami kemunduran. Kelemahan kerajaan Islam itu menyebabkan Eropa dapat mencaplok, menduduki, dan menjajah negeri-negeri Islam dengan mudah.
A. Renaisans Di Eropa
Pada awal kebangkitannya, Eropa menghadapi tantangan yang sangat berat. Di hadapannya masih dapat kekuatan-kekuatan perang Islam yang sulit dikalahkan, terutama kerajaan Usmani yang pusatnya di Turki. Tidak ada jalan lain mereka harus menembus lautan yang sebelumnya hanya dipandang sebagai dinding yang membatasi gerak mereka. Mereka melakukan berbagai penelitian tentang rahasia alam berusaha menaklukkan lautan, dan menjelajahi benua sebelumnya masih diliputi dunia kegelapan. Setelah Chiristopher Colombus menemukan benua Amerika dan Vasco da Gama menemukan jalan ke Timur melalui tanjung harapan [1498], benua amerika dan kepulauan india setelah jatuh ke bawah kekuasaan Eropa. Dua penemuan itu sungguh tak terkirakan nilainya. Eropa menjadi maju dalam dunia perdagangan karena tidak tergantung lagi pada jalur perdagangan lama yang dikuasai Islam. Dari sinilah terjadi perputaran nasib yang hebat dalam sejarah seluruh umat manusia.
Perekonomian bangsa-bangsa Eropapun semakin maju karena daerah-daerah baru terbuka baginya. Mereka dapat memperoleh kekayaan yang tak berhingga untuk meningkatkan kesajahteraan negrinya. Tatkalah setelah itu, mulailah kemampuan barat melampaui dunia Islam yang sejak lama mengalami kemunduran. Kemajuan barat itu didukung dengan adanaya penemuan mesin uap yang kemudian melahirkan revolusi industri dan semakin memantap kemajuan mereka. Di sisi lain Eropa juga menguasai Teknologi perkapalan dan kemiliteran sehingga berkembang dengan pesat.
B. Penjajahan Barat Terhadap Dunia Muslim Di Anak Benua India Dan Asia Tenggara
India ketika berada pada masa kemajuan pemerintahan kerajaan Munghal adalah negeri yang kaya dengan hasil pertanian. Hal inilah yang mengundang Eropa yang sedang mengalami kemajuan untuk berdagang kesana. Di awal abad Ke-17 M, Inggris dan belanda mulai menginjakkan kakinya di India. Pada tahun 1611 M. Inggris mendapatkan izin menanamkan modal, dan pada tahun 1617 M belanda mendapatkan izin yang sama.
Kongsi dagang Inggris, British East Company mulai berusaha menguasai wilayah India bagian timur ketika dia merasa cukup kuat. Penguasa setempat berusaha mencoba melawan tetapi tidak berhasil akibatnya daerah-daerah Oudh, Bengal, dan Orissa jatuh ke tangan Inggris. Pada tahun 1803 M, Delhi, ibu kota kerajaan Moghal juga berada di bawah bayang-bayang kekuasaan Inggris, karena bantuan yang diberikan Inggris kepada raja ketika mengalahkan aliansi Sikh-Hindu berusaha menguasai kerajaan. Mulai saat itulah Inggris berusaha mengembang leluasa sayap kekuasaan di anak benua dan sekitarnya. Pada tahun 1842 M, keamiran Muslim di India dikuasainya. Tahun 1857 M kerajaan Munghal di paksa meninggalkan istana, sejak itu India dibawa kekuasaan Inggris yang menegakkan pemerintahannya di sana dan menguasai Afganistan dan kesultanan muslim di masukkan di bawah kekuasan India dan Inggris.
Asia tenggara, negeri tempat Islam baru mulai berkembang yang merupakan daerah rempah-rempah yang terkenal pada masa itu, Eropa malah lebih awal menancapkan kekuasaannya di negeri ini. Hal itu mungkin karena dibandingkan dengan Munghal kerajaan Islam di Asia Tenggara lebih lemah sehingga dengan mudah di taklukkan. Kerajaan Islam Malaka yang berdiri pada awal abad ke-15 M di semenanjung malaka yang strategis dan merupakan kerajaan Islam kedua di Asia Tenggara setelah samudera pasai, ditaklukkan oleh Portugis tahun 1511 M. Sejak itu, peperangan sekali berkobar. Pedagang-pedagang Portugis berusaha menguasai Maluku yang sangat kaya akan rempah-rempah. Penjajahan Portugis yang terlama di Indonesia adalah di Timur-timur.
Pada tahun 1521 M. Spanyol datang ke Maluku dengan tujuan dagang. Spanyol hanya berhasil menguasai Filiphina, termasuk di dalamnya beberapa kerajaan Islam, seperti kesultanan Maguindano, kesultanan Buayan dan kesultanan Sulu.
Akhir abad ke-16 M, giliran Belanda, Inggris, Demark, dan Prancis yang datang ke Asia Tenggara. Akan tetapi dua negara yang disebut terahir tidak berhasil menjajah Asia dan hanya datang untuk berdagang. Belanda datang pada tahun 1595 M dan dengan segera dapat memonopoli perdagangan di kepulauan nusantara. Kongsi dagangan VOC, segera pula memainkan politiknya. Tentu saja kehadirannya ditantang oleh masyarakat, oleh karena itu sering terjadi peperangan antara belanda dengan penduduk, akhirnya peperangan tersebut dimenangkan oleh Belanda. Inggris bahkan juga sempat mengusai seluruh Indonesia untuk jangka waktu yang tidak terlalu lama di awal abad ke-19 M.
C. Kemunduran Kerajaan Usmani Dan Ekspansi Barat Ke Timur Tengah
Kemajuan Eropa dalam teknologi dan militer industri perang membuat kerajaan Usmani menjadikan kecil di hadapan Eropa, akan tetapi nama besar Turki Usmani masih membuat Eropa barat segan untuk menyerang atau mengalahkan wilayah-wilayah kekuasaan yang berada di wilayah Islam. Namun kekalahan besar kerjaan Usmani di Wina tahun 1683 M membuka mata barat bahwa kerajaan Islam telah mundur, sejak itulah Kerajaan Usmani mendapat serangan besar dari barat.
Sejak kekalahan dalam pertempuran wina itu, kerajaan Usmani juga menyadari akan kemundurannya dan kemajuan barat. Usaha-usaha pembaharuan mulai dilaksanakan dengan mengirim duta-duta ke negara Eropa. Terutama Prancis untuk mempelajari suasana kemajuan dari dekat. Celebi Mehmed diutus ke Prancis tahun 1720 M dan diinstruksikan untuk mengunjungi pabrik-pabrik, benteng-benteng pertahanan, dan ia kemudian memberi laporan tentang kemajuan tehnik, organisasi angkatan perang moderen dan kemajuan lembaga sosial lainya. Di sisi lain seorang perwira Prancis datang ke Istanbul dalam rangka membentuk korp artileri dan melati tentara Usmani dalam ilmu kemeliteran moderen pada tahun 1729 M. Datang lagi Comte de Bonevel untuk memberi latihan penggunaan meriam moderen. Pada tahun 1734 untuk pertama kalinya sekolah kemiliteran di buka. Usaha pembaharuan ini tidak terbatas dalam bidang militer. Dalam bidang-bidang lain pembaharuan juga dilaksanakan. Dan demikian juga gerakan terjemahan buku-buku Eropa dalam bahasa turki. Meskipun demikian usaha pembaharuan itu bukan saja gagal menahan kemunduran kerejaan turki yang terus mengalami kemerosotan, tapi juga tidak membawa hasil diharapkan.
Penetrasi barat barat ke dunia Islam di Timur tengah pertama-tama dilakukan oleh bangsa Eropa terkemuka Inggris dan Prancis yang memang sedang bersaing sehingga memutuskan hubungan komunikasi. Oleh karena itu pintu gerbang ke India yaitu Mesir harus berada di kekuasaanya. Untuk maksud tersebut Mesir ditaklukkan oleh Mesir pada tahun 1798 M.
Alasan lain Prancis menaklukkan Mesir adalah memasarkan hasil-hasil industri Mesir di samping mudah dicapai dari Prancis juga dapat menjadi sentral aktivitas untuk mendistribusikan barang-barang ke Turki, Syiria Hizaz. Begitu pula ke Timur jauh.
D. Bangkitnya Nasionalisme di Dunia Islam dan Tumbuhnya Gerakan Partai yang Memperjuangkan Kemerdekaan Negara.
Sebagaimana telah disebutkan benturan-benturan Islam dengan kekuatan Eropa telah menyadarkan umat Islam bahwa, mereka memang jauh tertinggal dari Eropa. Untuk memulihkan kembali kekuatan Islam pada umumnya yang dikenal dengan gerakan pembaharuan didorong oleh dua faktor yang saling mendukung, pemurnian ajaran Islam dari unsur-unsur ajaran Islam yang dipandang sebagai penyebab kemunduran Islam dan menimba gagasan-gagasan pembaharuan dalam ilmu pengetahuan barat yang pertama seperti, gerekan Wahabiyyah yang di pelopori oleh Muhammad ibnu Abd-Wahab di Arabiah Syiah Waliyullah dan lain-lain, sedangkan yang kedua tercermin kepada pengiriman para pelajar muslimim oleh penguasa Turki dan Mesir ke negara-negara Eropa untuk menimba ilmu dan dilanjutkan gerakan penerjemahan karya barat ke dalam bahasa Islam. Pelajar-pelajar muslim asal India juga banyak menuntut ilmu ke inggris.
Gerakan pembaharuan itu segera juga memasuki dunia poltik, karena Islam memang tidak bisa dipisahkan dari politik, gagasan politik yang pertama kali dimunculkan Pan-Islamisme (persatuan Islam dunia) yang mula-mula diagungkan oleh gerakan Wahabiyyah dan sanusiyah namun gagasan ini disuarakan dengan lantang oleh tokoh pemikir Islam terkenal Jamaludin Al- Afghani. Al-Afgahni dikenal dengan bapak nasionalisme yang sepenuhnya menyadari akan dominasi barat dan bahayanya. Oleh karena itu dia memperingatkan dunia Islam akan hal itu dan melakukan usaha yang teliti untuk pertahanan. Umat Islam menurutnya harus meninggalkan perselisihan dan harus berjuang bersama-sama.
Gagasan nasionalisme yang berasal dari barat itu masuk ke negeri-negeri muslim melaui persentuhan umat Islam dengan barat yang menjajah mereka dan dipecat banyaknya pelajar muslim yang menuntut ilmu ke eropa dan lembaga-lembaga pendidikan barat yang didirikan di negeri mereka. Gagasan kebangsaan ini pada mulanya mendapat tantangan dari tokoh-tokoh Islam karena dipandang tidak sejalan dengan semangat ukhuawa Islamiyah akan tetapi ia berkembang dengan cepat setelah Pan-Islamisme redup.
Di Mesir benih-benih nasionalisme tumbuh sejak masa Al-Tahtawi [1801-1873] dan jamaludin Al-Afghani yaitu tokoh penggerak terkenal memperjuangkan gagasan ini di Mesir. Kalau di Mesir bangkitnya nasinalisme Arab yang segera menyebar dan mendapat sambutan hangat, sehingga nasionalisme itu terbentuk atas dasar kesamaan bangsa. Demikian pula yang terjadi di Mesir, Syiria, Libanon, Irak Hizas dan Afrika utara. Semangat persatuan itu diperkuat pula dengan berdirinya negara yahudi di tengah-tengah bangsa Arab dan di negeri yang dihuni mayoritasa Arab, namun berbeda dengan negeri-negeri yang menyuarakan aspirasi nasionalnya.


E. Kemerdekaan Negara-Negara Islam Dari Penjajahan
Munculnya gagasan nasionalisme dan diikuti berdirinya partai-partai politik merupakan modal utama umat Islam dalam memperjuangkan untuk mewujudkan negara meredeka, yang bebas dari pengaruh politik barat.
Dalam kenyataan memang partai-partai itulah yang melepaskan diri dari penjajah, perjuangan mereka dilakukan dalam beberapa bentuk kegiatan seperti 1) Gerakan politik baik berbentuk diplomasi, 2) Pendidikan serta propoganda dalam rangka mempersiapkan kemerdekaan. Negara penduduk mayaoritas muslim pertama kali berhasil memproklamasikan kemerdekaanya adalah Indonesia yaitu pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia merdeka dari pendudukan Jepang setelah Jepang dikalahkan oleh negara sekutu akan tetapi, rakyat Indonesia harus mempertahankan kemerdekaannya dengan perjuangan bersenjata selama lima tahun berturut-turut karena Belanda ingin menguasainya, begitu pula di Mesir, di Libiya, Malasyia dan satu-persatu negeri muslim memerdekakan diri dari penjajahan.

Kelompok I:
• Muh. Irfan
• Muh. Yamin
• Muhammad Nur Hadi
• Muhammad
• Munawwar Abd. Hamid
• Musakkir