Selasa, 08 Maret 2011

Makalah Tafsir Tarbawi

BAB I
MUQADDIMAH
Pendidikan merupakan faktor penting yang menentukan kehidupan manusia. Melalui pendidikan, manusia bisa meningkatkan kualitas hidupnya. Kemajuan yang dicapai peradaban Islam di zaman kekhalifahan tak lepas dari keberhasilan dunia pendidikan. Pada zaman itu, kota-kota Islam telah menjelma menjadi pusat pendidikan dan peradaban yang sangat maju.
Hal ini ada kaitannya dengan firman Allah SWT dalam surah At-Taubah ayat 122, yang berbunyi:
...


Artinya: “Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali agar mereka dapat menjaga dirinya”.
Di abad pertengahan, para ilmuwan dan cendekiawan Muslim telah menyusun metode pendidikan atau pembelajaran yang sangat baik. Metode itu disusun agar para siswa bisa memahami dan menyerap ilmu pengetahuan yang diajarkan di madrasah-madrasah atau di Universitas-universitas dengan mudah.
Di dalam makalah ini kami akan menjelaskan beberapa macam metode pengajaran yang biasa dilakukan oleh para pengajar. Insya Allah.

BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Metode Pengajaran
Metode pengajaran adalah ilmu yang membahas tentang cara atau tekhnik menyajikan bahan pembelajaran terhadap siswa atau mahasiswa agar mereka dapat menangkap memahami atau mencerna materi pembelajaran dengan mudah serta agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien.
Pengajaran sebagai suatu sistem menuntut agar semua unsur tersebut saling berhubungan satu sama lain atau dengan kata lain tak ada satu unsur yang dapat ditinggalkan tanpa menimbulkan kepincangan dalam proses belajar mengajar.
2. Macam-macam Metode Pengajaran
Ada beberapa macam metode pengajaran yang umum dilakukan oleh para guru, dosen, atau pendidik, antara lain:
a. Metode Ceramah
Metode ceramah yaitu suatu bentuk penyampaian bahan (materi) pelajaran melalui penerangan dan penuturan secara lisan terhadap sekelompok murid. Dalam hal ini kami mengutip sebuah ayat dalam Al-Qur’an yang berbunyi:




Artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk”. (Q.S. An-Nahl ayat 125)
Selain itu kami mengutip pula sebuah hadits yang berbunyi:


Artinya: “Sampaikanlah olehmu walaupun satu ayat”.
Ketika memperoleh ilmu atau pengetahuan yang baru, segeralah pula ajarkan atau sampaikan kepada orang lain agar supaya pengetahuan ini bisa tersebar dengan cepat. Jangan sampai pangetahuan yang kita miliki terputus di tangan kita, karena tidak ada seorangpun yang menjamin usia kita, bahkan kita sendiri tidak tahu kapan roh di jasad ini di cabut.
Metode ceramah ini baik digunakan ketika, menghadapi murid yang besar jumlahnya atau menyampaikan materi yang banyak sedangkan waktu yang tersedia sangat terbatas.
b. Metode Ceritra atau Kissah
Metode kissah adalah suatu cara menyampaikan materi pelajaran dengan menuturkan secara kronologis tentang bagaimana terjadinya sesuatu hal, baik yang sebenarnya terjadi maupun hanya rekaan atau fiktif balaka.
Berkaitan dengan hal ini Allah SWT berfirman:


Artinya: “Sungguh, telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah (Allah), karena itu berjalanlah kamu ke (segenap penjuru) bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul)”. (Q.S. Ali Imran ayat 137).
Dengan metode kissah ini kita dapat mengambil ibroh atau hikmah di balik kisah yang kita dengar dari pengajar atau siapa saja yang mengisahkannya, sehingga bisa menjadi bahan muhasabah bagi diri kita pribadi agar bias memperbaiki gaya kehidupan kita kedepannya.
Metode ini baik pula digunakan ketika mengajar TK atau SD, karena pada hakikatnya anak seusia mereka senang mendengarkan cerita-cerita atau dongeng karena itu lebih mudah dicerna oleh otak mereka yang berusia masih sangat muda.
c. Metode Diskusi
Metode diskusi adalah suatu proses yang melibatkan dua individu atau lebih berintegrasi secara verbal dan saling berhadapan, salaing tukar informasi (information sharing), saling mempertahankan pendapat (self maintenance) dalam memecahkan sebuah masalah tertentu (problem solving).
d. Metode Tanya Jawab
Metode Tanya jawab adalah penyampaian pelajaran dengan cara guru mengajukan pertanyaan dan murid menjawab, begitu pula sebaliknya, siswa bwrtanya guru menjawab, atau suatu metode di sdalam pendidikan di mana guru bertanya sedangkan murid menjawab tentang materi yang ingin diperoleh. Dalam sebuah dalil dikatakan bahwa:


Artinya: “Bertanyalah kalian kepada ahlinya jika kalian tidak mengetahui!”.
Di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, masing–masing punya kelebihan dan kekurangan. Apa yang diketahui oleh guru atau dosen belum tentu diketahui oleh siswa, begitu pula sebaliknya, apa yang diketahui oleh siswa belum tentu pula diketahui oleh guru. Makanya apa yang tidak kita ketahui, tanyakanlah kepada orang lain atau tanyakan kepada ahlinya.
e. Metode Pembiasaan
Metode pembiasaan adalah sebuah cara yang dapat dilakukan untuk membiasakan anak didik berfikir, bersikap dan bertindak sesuai dengan tuntunan ajaran agama Islam.
f. Metode Resitasi atau Pemberian Tugas
Yaitu bentuk penyajian bahan pelajaran dengan jalan memberikan tugas kepada siswa di dalam atau di luar jam pelajaran. Hal ini bisa kita kaitkan dengan firman Allah SWT:




Artinya: “Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanah-Nya, dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia, sungguh Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir”. (Q.S. Al-Maidah ayt 67)
g. Metode Keteladanan
Keteladanan adalah hal-hal yang perlu ditiru atau dicontoh oleh seseorang dari orang lain. Namun keteladanan yang dimaksud di sini adalah keteladanan yang dapat dijadikan alat pendidikan islam yaitu keteladanan yang baik sesuai dengan pengertian “uswah”. Allah SWT berfirman dalam kitab-Nya:




Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (Q.S. Al-Ahzab ayat 21).
Bila mana kita ingin hidup bahagia di dunia maupun di akhirat maka tirulah gaya hidup Rasulullah Muhammad SAW. Bagaimanakah kepribadian Rasul itu? Aisyah ra berkata “akhlaq Rasul adalah Al-Qur’an”.

BAB III
KESIMPULAN
Ada beberapa macam metode mengajar yang umum dilakukan oleh para pengajar, dosen ataupun guru yang bisa kita amalkan pula dalam membagi ilmu kepada generasi-generasi kita berikutnya, antara lain:
1. Metode ceramah, ini yang paling populer digunakan oleh para pendidik. Metode ini pula yang paling sering dilakukan oleh Rasulullah.
2. Metode ceritra atau kisah, dengan metode ini pengajar harus pula mengungkapkan hikmah dari apa yang telah diceritakannya kepada siswa agar mereka bisa mengambil pelajaran dari kisa tersebut.
3. Metode diskusi, ini yang biasa digunakan oleh para mahasiswa untuk mencari jalan keluar dari suatu masalah atau menyatukan pendapat yang berbeda.
4. Metode Tanya jawab, mencari jawaban dari hal yang tidak diketahui kepada orang lain atau kepada ahlinya.
5. Metode pembiasaan, membiasakan diri untuk melakukan hal-hal yang positif dan membiasakan diri jauh dari hal yang bersifat negative.
6. Metode pemberian tugas, merangsang siswa untuk melakukan aktifitas belajar baik individual maupun kelompok.
7. Metode keteladanan, pengajar harus melakukan suatu kegiatan terlebih dahulu ketika ingin menyuruh siswanya untuk melakukan hal itu, agar supaya siswa mudah untuk melakukannya karena telah melihat contoh dari pengajarnya. Namun pengajar harus memunculkan kegiatan yang positif.

DAFTAR PUSTAKA
http://fikrinatuna.blogspot.com/2008/10/metode-pengajaran-agama-islam.html
Nata, Abuddin. 2008. Tafsir Ayat-Ayat Pendidikan. Jakarta : Rajawali Pers.
www.alsofwah.or.id
http://www.republika.co.id
http://frenky.web.ugm.ac.id/1/?p=10
http://jisc.eramuslim.com/konsultasi/display/124-pendidikan-islam
http://raflengerungan.wordpress.com/pengertian-pendidikan/
http://diskusipendidikan.forumotion.com/pengantar-pendidikan-f2/pengertian
pendidikan-dan-pengajaran-t4.htm
Departemen Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahannya. PT Syaamil Cipta Media: 2005.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar